MEMPERSIAPKAN DIRI MENUJU LANGIT BARU BUMI BARU

RENUNGAN HARIAN 1572 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianMempersiapkan Diri Menuju Langit Baru Bumi Baru. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita hari ini berjudul; Mempersiapkan Diri Menuju Langit Baru Dan Bumi Baru.

Saudaraku, sebagai orang percaya, kita tahu dan percaya bahwa setelah kehidupan di dunia ini berakhir, maka kita akan masuk dalam kehidupan yang baru yaitu kehidupan kekal.

Kapan kehidupan di dunia ini berakhir?

Mungkin inilah yang menjadi pertanyaan banyak orang, dan saya harus katakan bahwa tidak ada seorang-pun yang tahu, kapan kehidupan di dunia ini akan berakhir.

Tetapi satu hal yang pasti adalah, kalau waktu hidup yang Tuhan berikan kepada kita untuk hidup di dunia ini telah tiba pada akhirnya, artinya kita harus mati, dan itulah akhir dari kehidupan kita di dunia ini.

Kematian itu sebuah kepastian

Kita harus tetap menyadari bahwa kematian itu sebuah kepastian. Artinya walaupun kita tidak tahu kapan kehidupan di dunia ini akan berakhir, atau kapan hari Tuhan akan tiba, kita harus tetap sadar bahwa masa hidup kita di dunia ini hanya sementara.

Mazmur 90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

Jadi ini sebuah kepastian. Dan dari kebenaran ini, sebenarnya kita sudah harus mulai berhitung, saat ini sudah usia berapa, dan tinggal berapa tahun lagi kita hidup.

Yang menjadi persoalannya adalah, waktu hidup yang Tuhan berikan kepada setiap kita itu berbeda-beda. Artinya ada yang bisa mencapai tujuh puluh atau delapan puluh tahun, tetapi ada juga yang mungkin tidak akan mencapai angka itu.

Jadi kita tidak perlu memikirkan kapan kehidupan dunia ini akan berkhir secara universal atau secara menyeluruh. Sebab itu adalah rahasia Allah Bapa di sorga dimana tidak ada seorangpun yang tahu.

Kalau kita tahu dan sadar bahwa, kehidupan di dunia ini akan berakhir, itu artinya, dunia ini hanyalah tempat hunian sementara yang pada akhirnya akan hancur dalam nyala api. Firman Tuhan menjelaskan kepada kita di dalam;

II Petrus 3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. 3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup 3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

Dari kebenaran ini, kita semakin mengerti bahwa dunia ini bukanlah tempat hunian yang nyaman untuk kita, karena dunia ini akan lenyap, dan bahkan seperti yang firman Tuhan katakan diatas, dunia ini akan lenyap di dalam nyala api.

Mempersiapkan Diri Menuju Langit Baru Bumi Baru

Renungan Harian Kristen : Mempersiapkan Diri Menuju Langit Baru Bumi Baru | Renunganhariini.com

Kenapa dunia ini harus di lenyapkan?

Kalau ini yang menjadi pertanyaan maka, jawabannya sederhana yaitu, dunia ini telah rusak sejak manusia jatuh ke dalam dosa. Firman Tuhan katakan di dalam;

Kejadian 6:11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.

Bila kita melihat kembali kepada apa yang firman Tuhan katakan diatas Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup”

Ini artinya, sebagai orang percaya, kita harus sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk masuk dalam kehidupan yang baru, yaitu hidup di langit yang baru dan bumi yang baru.

Hidup dalam kesucian dan kekudusan Allah

Setiap orang yang mau hidup di langit yang baru dan bumi yang baru, harus benar-benar mempersiapkan diri saat ini, dimana kita harus berjuang untuk tetap hidup dalam kesucian dan kekudusan Allah. Itulah kenapa firman Tuhan katakan, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup.

Saya ingin mengajak kita semua kembali menengok ke belakang, untuk melihat history panjang perjalanan dunia ini sampai saat ini.

Kita harus sadar bahwa saat Allah menciptakan langit dan bumi ini serta isinya, termasuk di dalamnya Allah menciptakan manusia, semua yang Allah ciptakan itu sungguh amat baik. Hal ini seperti yang firman Tuhan katakan di dalam;

Kejadian 1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Yang perlu kita garisbawahi disini adalah, kalimat “sungguh anat baik”. Artinya Allah menciptakan semuanya itu begitu sempurna. Tetapi pada akhirnya, apa yang Allah ciptakan begitu sempurna, dirusak oleh manusia akibat dari manusia salah mempergunakan kehendak bebas yang Allah berikan.

Manusia lebih memilih untuk mengikuti pemahaman pengertian yang diberikan oleh iblis, dari pada mengikuti perintah Allah. Dan itulah yang menyeret manusia jatuh dalam dosa.

Kalau dikatakan firman Tuhan, Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik” artinya betapa sempurnanya semua yang Allah ciptakan saat itu.

Langit dan bumi yang diciptakan begitu sempurna, didalamnya hidup manusia yang diciptakan Allah yang juga hidup dalam keadaan sempurna dan tidak bercacat tidak bercela.

Karena seperti yang firman Tuhan katakan, manusia itu diciptakan serupa segambar dengan Allah. Jadi manusia saat itu-pun sempurna sama seperti Allah.

Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Jadi saat itu keadaan langit dan bumi ini begitu sempurna di pemandangan mata Allah, dan manusia tinggal bersama-sama dengan Allah, memiliki persekutuan dengan Allah dalam sebuah kesempurnaan hidup.

Akan tetapi, akibat manusia jatuh ke dalam dosa, maka semuanya menjadi rusak. Manusia pada akhirnya terbuang dari hadapan Allah, dan kecendrungan hati manusia selalu penuh dengan kejahatan.

Kejadian 6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

History inilah yang menjadi landasan, mangapa Allah memutusakan untuk menghancurkan langit dan bumi yang telah rusak ini, dan Allah kembali merancang sebuah kehidupan yang baru yaitu, langit baru dan bumi yang baru, termasuk di dalamnya juga manusia yang baru.

Manusia juga diciptakan baru

Apakah manusia juga ciptakan baru?. Jawabannya adalah ya, manusia juga diciptakan baru. Namun tentu proses penciptaannya saat ini sudah tidak lagi dibuat oleh Allah dari debu tanah.

II Korintus 5 :17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Jadi semuanya pada akhirnya, akan ada dalam kehidupan yang baru. Baik itu bumi baru maupun langit baru, manusia yang hidup di dalamnya juga baru.

Kalau kita melihat sejak semula, manusia bisa tinggal bersama-sama dengan Allah, itu karena manusia ada dalam standar kesucian dan kekudusan Allah, dan sempurna sama seperti Allah. Tetapi kemudian manusia terbuang dari hadapan Allah, bahkan diusir oleh Allah karena berbuat dosa.

Kejadian 3:23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.

Mungkin ada yang berpikir, kok Allah kejam sekali ya?. Allah tidak sekejam yang dipikirkan oleh manusia, tetapi Allah tidak dapat menyangkal hakekatnya, bahwa Dia adalah Allah yang suci, kudus, berkuasa, dan adil dan penuh dengan kasih setia.

Karena Allah itu suci dan kudus, maka Ia tidak bisa menyatu dengan yang tidak suci dan yang tidak kudus. Oleh sebab itu, manusia diusir keluar dari taman Allah yang kudus itu.

Karena Allah itu berkuasa, maka Ia berhak memutuskan suatu perkara sesuai dengan kekuasaannya dan tidak dapat di intervensi oleh siapapun.

Karena Allah itu Adil, maka ia bertindak sesuai dengan keadilan-Nya, yaitu tidak membebaskan seorangpun dari hukuman akibat dari kesalahan yang diperbuatnya.

Bilangan 14:18 TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.

Karena Allah itu kasih, maka Allah memberikan anugerah keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya siapa yang percaya kepada-Nya, dan mau hidup sama seperti Kristus telah hidup, taat dan melakukan kehendak Allah Bapa di sorga, maka orang-orang seperti inilah yang akan diterima Allah tinggal di dalam Kerajaan-Nya di langit baru dan bumi yang baru.

Itulah kenapa di langit baru dan bumi yang baru nanti, tidak semua orang akan bisa masuk ke sana, sebab untuk masuk kesana ada standar hidup yang sudah ditetapkan Allah, yaitu suci, kudus, tidak bercacat tidak bercela dan berkenan kepada-Nya.

Dan orang yang berkenan itu adalah orang yang hidup melakukan kehendak Allah. Itulah kenapa firman Tuhan mengingatkan kita di dalam;

I Petrus 1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Ini artinya, kita harus bejuang saat ini supaya tetap hidup di dalam kekudusan Allah, supaya saat kita berada dibalik kematian nanti, atau saat Tuhan Yesus datang kembali, kita didapatkan tetap kudus dan berkenan dihadapan Allah.

Sebab nantinya kalau kita ditemukan tidak kudus dan tidak berkenan maka, kita tidak akan bisa masuk dalam Kerajaan Allah. Dan itu sebuah kepastian. Yang bersalah dan yang tidak berkenan akan menerima hukuman, yaitu terbuang ke dalam kegelapan abadi.

I Petrus 1:17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.

Itulah kenapa kita harus melihat bahwa ada persoalan yang sangat penting dan sangat mendesak yang harus kita selesaikan dan kita bereskan, yaitu kita harus berjuang untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah, supaya nantinya kita bisa diterima di dalam Kerajaan Allah.

Perjuangan untuk hidup sesuai kehendak Allah bukanlah perjuangan yang mudah, sebab kita harus ditemukan sempurna sama seperti Allah Bapa di sorga yang adalah sempurna. Itulah yang dimaksudkan;

Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Mengapa kita harus sempurna sama seperti Allah Bapa di sorga yang adalah sempurna?, karena kalau tidak sempurna maka kita tidak bisa menjadi bagian dari orang-orang yang akan tinggal di dalam Kerajaan-Nya.

Wahyu 21:1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. 21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

Untuk bisa tinggal di langit yang baru dan bumi yang baru, maka kita harus keluar sebagai pemenang dulu dari kehidupan yang kita jalani di dunia saat ini. Sebab hanya pemenang saja yang bisa masuk ke dalamnya.

21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. 21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”

21:27 Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

Mengerti akan kebenaran ini, seharusnya membuat kita semakin gentar di hadapan Tuhan, dan kita harus sungguh-sungguh mengoreksi hidup kita, apakah kita sudah berkenan atau belum, sesuai dengan standar hidup yang Allah kehendaki.

Jika ternyata yang kita temukan hidup kita masih jauh dari standar hidup yang Allah kehendaki, maka kita harus merubah diri dan berjuang, mempersiapkan diri tinggal dalam kesucian dan kekudusan Allah, melakukan kehendakNya, supaya kita bisa diterima didalam Kerajaan-Nya. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.

Jangan lupa baca juga : Tetap Berjalan Di Dalam Rancangan Tuhan

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: , ,

Related For MEMPERSIAPKAN DIRI MENUJU LANGIT BARU BUMI BARU