MEMUTUSKAN HUBUNGAN DENGAN DUNIA LAMA

RENUNGAN HARIAN 1558 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianMemutuskan Hubungan Dengan Dunia Lama. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan harian hari ini adalah Memutuskan Hubungan Dengan Dunia Lama.

Saudaraku, biasanya sebuah hubungan yang sudah terlanjur dibangun dalam waktu yang panjang, biasanya membuat hati setiap orang akan merasa begitu sulit untuk memutuskan hubungan tersebut.

Hal ini terjadi karena sudah ada ikatan hati yang begitu kuat, sehingga akan terasa sangat berat untuk melepaskan ikatan tersebut. Kalaupun kita rela untuk melepaskan ikatan itu, belum tentu kita akan bisa dengan mudah melupakannya.

Hubungan yang saya maksudkan disini adalah keterikatan kita dengan perkara-perkara duniawi yang sudah terlanjur mengikat hati kita selama ini. Sebagai orang percaya, kita harus menyadari bahwa, saat kita mengambil keputusan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat dan mengikut Dia, maka kita harus memutuskan hubungan dengan dunia lama yang selama ini mengikat kita.

Kenapa demikian?, karena mengikut Yesus itu berarti kita harus menjadi sama seperti Yesus di dalam seluruh gerak hidup kita, baik itu pikiran, perasaan, sikap, perkataan dan perbuatan, semuanya itu harus mencerminkan bahwa pribadi Kristus nyata di dalam kehidupan kita, sehingga kita baru bisa menjadi sama seperti Kristus.

Orang yang tidak mau memutusakan hubungan dengan dunia lama yang selama ini ia jalani, berarti ia bukan pengikut Kristus, sekalipun secara status ia beragama kristen. Itulah kenapa firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak menjadi serupa dengan dunia ini.

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Jadi setelah orang percaya mengaku percaya kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus, maka harus ada perubahan yang terjadi dalam hidupnya, sebab kalau tidak ada perubahan yang terjadi baik di dalam sikap, pikiran, perkataan, dan perbuatan, maka hal itu menunjukan bahwa kita masih tetap sama dengan dunia ini, dan itu juga menunjukan bahwa kita masih terikat dengan dunia ini, dan oraang yang masih mengikatkan hatinya hanya kepada perkara-perkara dunia, tidak akan mendapat bagian di dalam Kerajaan Allah.

Memutuskan Hubungan Dengan Dunia Lama

Renungan Harian Kristen | Memutuskan Hubungan Dengan Dunia Lama | renunganhariini.com

Kenapa?, karena keterikatan dengan dunia akan selalu berhubungan dengan keinginan hati yang semuanya merupakan keinginan daging, dan tentu keinginan daging itu selalu berlawanan dengan keinginan Roh. Mari kita lihat apa yang firman Tuhan katakan;

Galatia 5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Itulah kenapa saya katakan tadi bahwa setiap orang percaya yang mengikut Kristus, harus memutuskan hubungannya dengan dunia lama. Mungkin saja kita akan berdalih, “tapi kan kita masih hidup di dunia ini”. Ya memang benar kita masih hidup di dunia ini, tetapi sadarlah bahwa tidak selamanya kita akan hidup didunia ini, karena semua manusia akan menghadapi sebuah kenyataan yang tak dapat di hindari yaitu kematian.

Yang menjadi persoalan adalah dibalik kematian itulah ada kehidupan yang baru yaitu hidup kekal, dan kehidupan ini adalah kehidupan yang sesungguhnya karena tidak akan pernah berkesudahan, sedangkan kehidupan di dunia ini hanya tujuh puluh sampai delapan puluh tahun.

Bila kita hidup sebagai orang percaya, namun kita tidak mau memutuskan hubungan kita dengan dunia lama, maka yang terjadi adalah kita tidak akan pernah dikenal sebagai anak-anak Allah yang berkenan.

Kenapa demikian?, karena Allah Bapa di sorga sudah memiliki standar tersendiri yang menjadi ukuran bila seseorang mau menjadi anakNya, dan standar tersebut adalah manusia yang berkepribadian sama seperti Kristus, kalau kurang dari ini berarti tidak mungkin berkenan kepada Allah Bapa di sorga.

Mungkin ada yang akan bertanya, apakah ukuran tersebut wajib?. Ya, wajib. Sebab firman Tuhan sudah dengan tegas mengatakan hal itu. Dan itu juga menjadi tanda apakah kita benar-benar mengenal Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus atau tidak. Firman Tuhan katakan di dalam;

I Yohanes 2:3 Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. 2:4 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. 2:5 Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Perhatikan firman Tuhan di atas yang saya garisbawahi, yaitu kita wajib hidup sama seperti Kristus hidup.

Untuk bisa mencapai ini semua, maka kita tidak punya pilihan lain selain kita harus memutuskan hubungan dengan dunia lama, dan mengenakan hidup yang baru yaitu hidup sama seperti Kristus hidup.

Ketika Allah telah memberikan perintah, itu berarti kita harus mengikuti perintahNya, dan orang yang tidak mengikuti perintahNya tidak akan berkenan kepada Allah. Salah satu kisah dalam Alkitab yang perlu kita perhatikan dengan serius adalah kisah istri Lot. Hal ini dikisahkan dalam Kejadian 19;

Kejadian 19:26 Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.

Kenapa ia menjadi tiang garam?, karena ia melanggar apa yang telah diperintahkan, supaya jangan menoleh kebelakang, namun ia akhirnya menoleh kebelakang, dan itu menjadi sebuah tanda bahwa ia tidak mau menuruti perinta Allah, dan itu juga membuktikan bahwa ia belum sepenuhnya mau melepaskan diri dari apa yang dimilikinya selama ini, atau dengan kata lain, ia tidak mau memutuskan hubungannya dengan dunia lama yang ia nikmati selama ini. Itulah kenapa dalam perjanjian baru firman Tuhan kembali mengingatkan kita di dalam;

Lukas 17:32 Ingatlah akan isteri Lot!

Saudaraku perhatikanlah semua ini dengan serius, dan jadikanlah kebenaran ini sebagai peringatan bahwa, jika kita ingin diterima dalam kehidupan kekal dalam Kerajaan Allah Bapa di sorga, dimana Kristus akan memerintah sebagai Raja, maka mulai saat ini ambillah tindakan untuk memutuskan hubungan dengan dunia lama yang telah menipu kita selama ini, karena semuanya itu akan berakhir dalam kebinasaan.

Biarlah kebenaran ini semakin memotivasi kita untuk terus berjuang melepaskan diri dari segala ikatan dunia yang menyesatkan, dan kita mau memilih untuk hidup sama seperti Kristus hidup, supaya pada akhirnya kita bisa menjadi anak-anak allah yang berkenan dihadapan-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Jangan lupa baca juga Renungan :

Mancapai Ketaatan Yang Sempurna

Artikel by Frank Tutu | Copyright © 2015 – Original Content | renunganhariini.com

tags: ,

Related For MEMUTUSKAN HUBUNGAN DENGAN DUNIA LAMA