MENANTI-NANTIKAN TUHAN

RENUNGAN HARIAN 1978 Kali Dibaca

Renungan Harian Kristen – Jumat 6 Maret 2015. Menanti-nantikan Tuhan.

Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Menanti-nantikan Tuhan, menjadi tema renungan kita saat ini. Ada banyak hal yang sedang kita harapkan bisa terjadi dalam hidup kita, dan semua yang diharapkan itu biasanya adalah sesuatu yang bisa membuat kita menikmati kesenangan hidup.

Pengharapan terhadap sesuatu yang kita anggap itu hal yang menyenangkan, akan membuat kita terus menanti-nantikan saat dimana kita bisa mencapai semuanya itu, bahkan kalau mau jujur, dari hari ke hari hati dan pikiran kita selalu tertuju kepada apa yang sedang kita nanti-nantikan itu.

Ini merupakan realitas hidup yang bisa kita jumpai dalam hidup sehari-hari, entah itu dari pengalaman hidup kita sendiri atau kita melihatnya terjadi dalam kehidupan orang lain.

Akibat dari keinginan hati yang menggebu-gebu menanti-nantikan apa yang kita harapkan, membuat kita hampir-hampir tidak pernah berpikir lagi untuk mempersiapkan hati kita menanti-nantikan Tuhan. Padahal sebagai orang percaya fokus hidup kita saat ini seharusnya hanya menanti-nantikan Tuhan dan bukan yang lain.

Mari tanyakan pada diri kita masing-masing, saat ini apa yang sedang kita nantikan, apa yang sedang kita harapkan terjadi dalam hidup kita?.

Fakta hidup selalu menunjukan kepada kita, saat ini tidak banyak orang yang sedang menanti-nantikan Tuhan, sebaliknya yang dinantikan adalah, kalau boleh bisa memiliki rumah sendiri, mobil baru, motor baru, kenaikan jabatan dikantor, dapat jodoh yang cantik, biasanya ini harapan seorang pria, dapat jodoh yang ganteng dan kaya ini juga biasanya menjadi harapan seorang wanita, dan banyak hal lain lagi.

Bukan berarti kita tidak boleh memiliki pengharapan untuk hal itu, tetapi sebagai orang percaya kita harus sadar bahwa itu bukanlah hal yang utama yang perlu kita nantikan, sebab hal terutama yang harus kita nantikan saat ini hanyalah Tuhan saja dan bukan yang lain.

Menanti-nantikan Tuhan

Ilustrasi : Renungan Hatian Kristen – menanti-nantikan Tuhan | renunganhariini.com

Untuk menanti-nantikan Tuhan, ada dua hal penting yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya adalah, memiliki ketulusan dan kejujuran, yang selalu mengawal setiap sikap hati dan tindakan setiap orang percaya dalam menjalankan hidupnya.

Firman Tuhan katakan di dalam Mazmur 25:21 Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.

Kebenaran firman ini merupakan ungkapan hati yang luar biasa dari Daud, sebab ia sadar sungguh bahwa kalau hatinya tidak tulus, kalau hatinya tidak jujur, maka ia akan mendapat malu, itulah kenapa yang ia mau supaya dalam hidupnya, ketulusan dan kejujuran menjadi pengawal jiwanya. Sebab ketulusan dan kejujuran akan menjadi landasan kehidupan yang membuat kita bisa ditemukan berkenan di hadapan Allah.

Orang percaya yang saat ini hanya menaruh hatinya kepada perkara-perkara dunia, hanya menanti-nantikan berbagai hal yang merupakan kesenangan sementara, pasti akan mendapat malu, karena menantikan apa yang menjadi kesenangan dunia lebih dari pada menantikan Tuhan sama dengan berhianat kepada Tuhan.

Daud-pun menyadari, hal ini bukan saja bisa terjadi pada dirinya, tetapi pada semua orang. Itulah sebabnya firman Tuhan katakan dalam Mazmur 25:3 Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya.

Tidak boleh ada gairah lain yang bisa mengalahkan gairah hati kita untuk menanti-nantikan Tuhan, dan itulah harus yang menjadi kerinduan setiap anak-anak Tuhan.

Firman Tuhan katakan selanjutnya dalam Mazmur 25:4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. 25:5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.

Inilah yang harus menjadi alasan utama bagi setiap orang percaya untuk menanti-nantikan Tuhan yaitu karena Dia-lah Allah yang membawa kita kepada keselamatan kekal, oleh sebab itu Daud berkata “Engkau ku nanti-nantikan sepanjang hari”. Artinya sepanjang sisa hari-hari hidup kita di dunia ini, Tuhan saja yang harus kita nantikan dan bukan yang lain.

Jangan lupa untuk simak juga renungan : Apa Yang Disediakan Tuhan ?

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: , , ,

Related For MENANTI-NANTIKAN TUHAN