MENCAPAI KETAATAN YANG SEMPURNA

RENUNGAN HARIAN 1508 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianMencapai Ketaatan Yang Sempurna. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan hari ini adalah “mencapai Ketaatan Yang Sempurna”.

Saudaraku, kalau ada tujuan hidup yang harus kita capai saat ini, maka hanya ada satu hal yang harus kita persoalkan dengan serius yaitu, kita harus berjuang sampai pada akhirnya kita bisa mencapai ketaatan yang sempurna, sama seperti yang Tuhan Yesus telah lakukan selama Tuhan Yesus masih berada di dunia ini.

Kenapa saya katakan demikian karena selama Tuhan Yesus ada di dunia ini, Ia hidup sama seperti manusia biasa, dimana segala kemuliaanNya, segala kekuasaanNya, semuanya itu ditanggalkan. Dan inilah yang dikatakan di dalam;

Filipi 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Dalam keadaan sama dengan manusia inilah, Tuhan Yesus harus berjuang sepanjang hidupnya selama Ia ada di dunia ini, hanya hidup melakukan kehendak Allah Bapa di sorga.

Mencapai Ketaatan Yang Sempurna

Renungan Harian Kristen | Mencapai Ketaatan Yang Sempurna | renunganhariini.com

Satu hal yang harus kita sadari bahwa dalam keadaanNya hidup sebagai manusia biasa, tetap ada potensi atau peluang bagi-Nya untuk berbuat dosa. Dan kata dosa (hamartia = dosa) yang saya maksudkan disini adalah, peluang untuk melakukan tindakan yang tidak tepat seperti yang Bapa di sorga kehendaki, artinya ada peluang bisa meleset dari perintah Bapa di sorga, tetapi yang terjadi adalah Ia memilih taat dalam menjalankan semua yang Allah Bapa di sorga kehendaki.

Bila kita mengaplikasikan keadaan ini ke dalam keadaan hidup manusia pada umumnya, maka yang kita jumpai atau yang kita lihat adalah, apabila seorang anak merasa bahwa bapanya memiliki kuasa, atau dengan kata lain orang tuanya adalah orang yang berkuasa sebagai pimpinan negara, atau berkuasa di dalam negara, maka anak tersebut akan melakukan apa saja yang ia mau, sekalipun apa yang dilakukannya melanggar aturan yang berlaku dalam negara tersebut.

Kenapa ini bisa terjadi?, karena landasan berpikirnya adalah, apapun yang ia lakukan, ia percaya bahwa bapanya tidak akan membiarkan dia di hukum, sehingga sekalipun perbuatannya tersebut merugikan orang lain baginya itu bukan masalah.

Potensi inilah, atau peluang seperti inilah yang membuat Tuhan Yesus bisa saja melakukan tindakan yang meleset dari apa yang Bapa di sorga kehendaki, akan tetapi ternyata Tuhan Yesus memiliki target hidup yang berbeda, yang harus Ia capai, dan target tersebut adalah, Tuhan Yesus memilih untuk tetap hidup melakukan kehendak Allah Bapa di sorga, dan itulah yang membuat Ia sebagai anak, sangat di kasihi oleh BapaNya di sorga.

Ketaatan Tuhan Yesus bisa dilihat sejak, Ia menyerahkan diriNya untuk di baptis oleh Yohanes pembaptis, dan hal tersebut menunjukan bahwa secara hukum agama, Ia telah mencapai level ketaatan melakukan hukum agama. Firman Tuhan katakan di dalam;

Matius 3:13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. 3:14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” 3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya. 3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, 3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Dari kebenaran ini kita bisa menangkap sebuah prinsip hidup yang sangat luar biasa yang ditunjukan oleh Tuhan Yesus, dimana Yohanes pembatis yang saat itu sadar bahwa ia-lah yang perlu dibaptis oleh Tuhan Yesus, namun apa yang Tuhan Yesus katakan; “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya.

Dari tindakan-Nya ini sudah menunjukan bahwa ada tujuan besar yang harus dicapai-Nya, yaitu menggenapi seluruh kehendak Allah Bapa di sorga, dan hal itulah yang membuat Bapa di sorga berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Jadi ketaatan Tuhan Yesus tidak hanya sampai kepada ketaatan hanya melakukan hukum agama saja, tetapi target-Nya adalah menggenapi seluruh kehendak Bapa di sorga.

Oleh sebab itu hal inipun yang harus menjadi target hidup orang percaya, target hidup orang kristen, target hidup anak-anak Tuhan, yaitu mencapai ketaatan yang sempurna, dan ketaatan yang sempura itu telah ditunjukan oleh Tuhan Yesus yaitu taat sampai mati di atas kayu salib. Firman Tuhan katakan di dalam;

Ibrani 5:8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, 5:9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,

Target hidup seperti inilah yang harus kita capai jika kita ingin menjadi anak-anak Allah Bapa di sorga yang berkenan di hadapanNya. Sebab kalau orang percaya tidak perlu mencapai target ketaatan yang sempurna, maka Tuhan Yesus tidak akan menunjukannya, tetapi apa yang Tuhan Yesus tunjukan selama hidupNya adalah, memilih taat melakukan semua kehendak Allah Bapa di sorga.

Jadi kalau kita mau supaya pada akhirnya bisa menerima pengakuan dari Bapa di sorga, sebagai anak-anak yang berkenan kepadaNya, maka mulailah mengarahkan hidup kita saat ini hanya untuk mencapai ketaatan yang sempurna.

Kiranya kebenaran ini mengubah motivasi hidup kita, tidak lagi tertuju kepada perkara-perkara yang sia-sia, tetapi tujuan hidup kita saat ini hanya satu yaitu mencapai ketaatan yang sempurna, target inilah yang akan membuat kita menjadi sempurna sama seperti Bapa di sorga yang adalah sempurna. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Jangan Lupa Baca Juga Renungan :

Kristus Yang Hidup Di Dalam Aku

Artikel by Frank Tutu | Copyright © 015 – Original Content | renunganhariini.com

tags: ,

Related For MENCAPAI KETAATAN YANG SEMPURNA