MENDERITA BERSAMA DENGAN KRISTUS

RENUNGAN HARIAN 2238 Kali Dibaca

Renungan Harian – Rabu, 28 Januari 2015. Menderita Bersama Dengan Kristus.

Syalom saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Bila seseorang diputuskan menjadi ahli waris yang berhak menerima warisan dari orang tuanya, maka orang itu akan menjadi orang yang paling bahagia. Apalagi kalau warisan yang diterimanya adalah merupakan harta kekayaan yang dimiliki oleh orang tuanya, sukacita dan kebahagiaan yang dirasakan orang tersebut tak dapat digambarkan dengan apapun juga.

Lalu bagaimana jadinya kalau sampai surat warisan dibacakan oleh pengacara dan ternyata orang tuanya berkeputusan tidak memberi sedikitpun warisan kepada anaknya, akan tetapi warisan tersebut diberikan kepada orang lain yang dipandang lebih berhak menerima warisan itu.

Kenapa demikian?, karena orang lain yang bukan anak dari si pemberi warisan ini, dipandang lebih berjasa dalam merawatnya selama ia hidup, sementara ia memandang anak kandungnya sendiri hidup tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya, artinya dapat dikatakan kehidupan anak kandungnya begitu rusak bahkan tidak perduli dengan dirinya selama ia hidup.

Ini merupakan gambaran dari dua sisi kehidupan manusia yang akan menuai apa yang sudah ia tabur dalam perbuatnya yaitu baik maupun jahat. Orang percaya sesungguhnya ada pada dua sisi kehidupan ini, dimana di satu sisi setiap orang yang percaya kepada Allah didalam Tuhan Yesus Kristus diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, dan turut menjadi ahli waris yang akan menerima warisan yang dijanjikan oleh Allah yaitu akan dipermuliakan bersama-sama dengan Kristus.

Firman Tuhan katakan didalam, Roma 8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Dari kebenaran ini terungkap bahwa menjadi anak-anak Allah secara otomatis menjadi ahli waris yang berhak menerima janji-janji Allah, persoalannya sekarang adalah ternyata ada syarat yang harus dipenuhi dulu sebagai seorang anak, dan syaratnya itu rasa-rasanya bagi banyak orang percaya merupakan syarat yang tidak mudah untuk dilakukan, karena ternyata persyaratan menjadi ahli waris yang berhak menerima janji itu adalah harus ikut menderita bersama-sama dengan Kristus, dan ini yang tidak disukai oleh banyak orang.

Itulah kenapa saya katakan ini bukan syarat yang mudah, karena banyak anak-anak Tuhan atau orang percaya memiliki pandangan yang berbeda dimana yang mereka inginkan adalah setelah menjadi anak-anak Tuhan, maka apapun yang mereka minta didalam nama Tuhan Yesus Kristus, itu dikabulkan oleh Allah Bapa di sorga, sehingga sebagai anak-anak Tuhan, mereka bisa hidup dalam segala kelimpahan.

Menderita Bersama Dengan Kristus

Ilustrasi : Renungan Harian | Menderita Bersama Dengan Kristus | www.renunganhariini.com

Konyolnya lagi ayat firman Tuhan lalu digunakan untuk menjadi landasan pola pikir mereka yang salah dimana mereka akan berkata, kan firman Tuhan katakan didalam, Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Atau ayat firman Tuhan yang lain seperti didalam II Korintus 8:9 Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.

Ayat-ayat ini dijadikan landasan berpikir hanya untuk menikmati hidup padahal pengertian ayat-ayat ini bukanlah demikian, bukan supaya kita bisa menikmati kehidupan dunia, tetapi sebaliknya supaya sebagai anak Tuhan kita memiliki kekayaan dalam arti kualitas hidup yang sama seperti Allah Bapa di sorga kehendaki.

Itulah kenapa persyaratan untuk menjadi ahli waris yang berhak menerima janji-janji Allah adalah “jika kita menderita bersama-sama dengan Dia”. Kalau kita mau menderita bersama-sama dengan Kristus barulah pada akhirnya kita akan dipermuliakan bersama-sama dengan Kristus.

Oleh sebab itu Paulus menegaskan selanjutnya dalam, Roma 8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

Disini Paulus sedang mendorong kita dengan memberikan sebuah motivasi, bahwa kalaupun kita mau ikut menderita bersama-sama dengan Kristus, penderitaan itu tidak sebanding apabila dibandingkan dengan kemuliaan yang akan kita terima dalam kerajaan Bapa di sorga.

Jadi kalau sampai ada orang percaya yang masih berpikir bahwa masuk sorga itu gampang, walaupun buat dosa dikit-dikit pasti masuk sorga, karena sudah menerima kasih karunia, jujur saya mau katakan orang-orang seperti ini akan terkejut dihadapan Tuhan pada akhirnya, kalau Tuhan katakan Ia tidak pernah mengenal mereka.

Terpanggil untuk turut menderita merupakan bagian dari proses pemuridan, supaya lewat proses ini kita bisa menjadi pribadi yang sama seperti Kristus, itulah kenapa dikatakan “jika kita menderita bersama-sama dengan Dia”. Artinya kalau Kristus menunjukan ketaatan-Nya kepada Bapa lewat proses penderitaan-Nya samapai Ia mati diatas kayu salib, kita juga harus menunjukan ketaatan yang sama, karena pribadi yang berkenan dihadapan Bapa di sorga itu adalah pribadi yang sama seperti Kristus.

Yang Bapa mau adalah, menemukan pribadi anak-Nya didalam kehidupan kita sebagai orang percaya, jadi Jika kita tidak menjadi sama seperti Kristus, tidak serupa seperti Kristus, tidak sepikiran dengan Kristus, itu artinya kita tidak mengalami pemulihan gambar Allah, sebab tujuan dari proses keselamatan lewat kasih karunia yang sudah Allah berikan, supaya manusia bisa di kembalikan menjadi segambar dengan diri-Nya, dan gambaran Allah seutuhnya nyata didalam pribadi Kristus.

Dengan demikian maka sekarang menjadi jelas firman Tuhan katakan didalam Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Dengan kata lain Tuhan Yesus mau katakan kepada kita semua sebagai orang percaya, sebagai anak-anak Tuhan, kalau kamu mau selamat sampai bertemu dengan Bapa, ikut jalan, lihat kebenaran yang ada didalam-Ku, dan hiduplah sama seperti Aku hidup, maka kamu akan sampai kepada Bapa.

Mengerti kebenaran ini akan membuat hati kita semakin memiliki Kerinduan Kepada Allah.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: , ,

Related For MENDERITA BERSAMA DENGAN KRISTUS