MENGARAHKAN PIKIRAN KEPADA KEHIDUPAN KEKAL

RENUNGAN HARIAN 1914 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianMengarahkan Pikiran Kepada Kehidupan Kekal. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan hari ini adalah, Mengarahkan Pikiran Kepada Kehidupan Kekal.

Saudaraku, kita harus mulai menyadari bahwa apa yang kita pikirkan hari ini akan menentukan kehidupan kita di masa yang akan datang. Artinya bila seseorang ingin sukses hidup maka ia sudah harus mengarahkan fokus pikiranya kepada semua hal yang harus ia lakukan supaya bisa mencapai kesuksesan seperti yang ia inginkan.

Persoalannya sekarang adalah, ada begitu banyak orang yang hanya memikirkan kesuksesan hidup saat ini saja, supaya mereka bisa menikmati dunia ini dengan segala kesenagannya. Untuk hal yang satu ini, mereka berani mempertaruhkan seluruh tenaga, dan pikiran, dan akan berjuang mati-matian demi mencapai kesuksesan tersebut.

Sebagai orang percaya kita harus memandang hal kesuksesan hidup tersebut dengan cara pandang yang berbeda dari orang dunia pada umumnya.

Kenapa?, karena kehidupan di dunia saat ini ternyata bukan kehidupan yang sesungguhnya, dan kehidupan yang sesungguhnya itu baru akan kita jalani setelah kita berada dibalik kematian. Itulah kenapa kita harus mulai menyadari hal itu sejak saat ini sebelum terlambat.

Mengarahkan Pikiran Kepada Kehidupan Kekal

Renungan Harian Kristen | Mengarahkan Pikiran Kepada Kehidupan Kekal | renunganhariini.com

Dua sisi kehidupan

Setiap orang harus menyadari bahwa ada dua sisi kehidupan yang menjadi pilihan hidup. Dan setiap manusia selalu diperhadapkan pada dua pilihan ini, dan dua sisi kehidupan tersebut adalah;

  • Kehidupan dunia saat ini
  • Kehidupan dunia yang akan datang

Baca Juga Renungan :

Pilihan Hidup

Disinilah kita dituntut untuk menentukan pilihan kehidupan, apakah kita mau memilih kehidupan dunia saat ini, atau memilih kehidupan dunia yang akan datang.

Kenapa demikian?, karena tidak mungkin kita bisa memilih dua-duanya, sebab dimensi kehidupan keduanya berbeda.

Kehidupan dunia saat ini

Sudah bukan rahasia lagi kalau orang yang memilih kehidupan dunia saat ini, maka fokus pikirannya hanya tertuju kepada segala sesuatu yang bisa ia nikamti saat ini, yaitu dunia dengan segala kesenangannya, dimana kehidupannya akan diisi dengan berbagai pesta pora dan hawa nafsu dunia, dan inilah yang disebut sebagai hidup menurut keinginan daging. Firman Tuhan katakan di dalam;

Galatia 5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Dari kebenaran ini, walaupun pada bagian terakhir dari (ayat 21) firman Tuhan sudah mengingatkan, “bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah”, namun pada kenyataannya tidak banyak orang mau serius memperhatikan peringatan ini, padahal itu merupakan peringatan keras, sebab sudah menyangkut kehidupan kekal.

Orang yang tidak memikirkan peringatan ini dengan serius adalah orang-orang yang bodoh, orang-orang yang sudah terlanjur memberi dirinya terikat dengan dunia, sehingga akan sulit baginya untuk melepaskan semua kesenangan dunia tersebut. Salah satu contohnya seperti yang firman Tuhan katakan di dalam;

Lukas 12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! 12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?

Inilah gambaran dari pada orang-orang yang memilih kehidupan dunia saat ini, yang tidak pernah berpikir lagi tentang dampak dibalik kematiannya suatu saat nanti, dan itu sebuah kepastian, karena tidak ada seorangpun yang bisa menghindari apa yang dinamakan kematian. Padahal sudah sangat jelas bahwa pilihan hidup untuk menikmati dunia saat ini akan membuatnya tidak mendapat bagian dalam Kerajaan sorga.

Ironisnya dari sekian banyak manusia yang menjatuhkan pilihan untuk kehidupan dunia saat ini, didalamnya ada begitu banyak orang percaya atau anak-anak Tuhan yang ikut menjatuhkan pilihannya untuk menikmati dunia saat ini dengan segaka kesenangannya.

Hal ini terjadi karena mereka salah dalam memahami makna dari anugerah kasih karunia Allah, dimana mereka berpikir dengan percaya kepada Yesus maka sudah pasti mereka akan diselamatkan dari api neraka.

Orang-orang seperti ini tidak lagi perduli dengan apa yang firman Tuhan katakan, bahwa kita semua akan menghadap takhta pengadilan Allah, untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita, baik ataupun jahat.

Kehidupan dunia yang akan datang

Orang-orang yang memilih untuk menikmati kehidupan dunia yang akan datang, adalah orang-orang yang bijak, orang-orang yang mencintai hidup yang sesungguhnya, hidup yang begitu berharga. Orang-orang seperti ini pun adalah gambaran dari orang-orang yang menghargai anugerah kasih karunia Allah, dimana mereka lebih memilih untuk mengerjakan keselamatannya dengan takut dan gentar.

Fokus hidup orang-orang yang mencintai dunia yang akan datang sudah tidak lagi tertuju pada dunia saat ini dengan segala kesenangannya, dimana orang-orang seperti ini akan selalu berpikir dunia ini hanyalah tempat pengungsian, sementara mereka menantikan dunia yang sesungguhnya yaitu langit baru dan bumi baru.

Orang-orang seperti ini akan selalu mengarahkan dan memindahkan fokus pikiraannya hanya kepada perkara-perkara sorgawi dan tidak pernah mau terikat dengan dunia ini. Mereka akan selalu berpikir seperti apa yang firman Tuhan katakan dalam;

Matius 6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. 6:22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;

Orang-orang seperti ini akan selalu menyadari bahwa dunia ini sedang lenyap dengan segala keinginannya, dan mereka sadar sungguh bahwa hanya orang-orang yang melakukan kehendak Allah yang akan hidup sampai selama-lamanya.

Yang menjadi pertanyaannya sekarang kepada kita masing-masing adalah, saat ini kita berada pada sisi kehidupan yang mana?.

Mengerti akan kebenaran inilah, yang selalu memaksa saya untuk berkata kepada diri sendiri “kalau engkau tidak sungguh-sungguh takut akan Tuhan engkau akan binasa”. Dan saya berharap setiap saudara yang membaca renungan ini, tidak salah dalam memilih sisi kehidupan yang benar.

Saudaraku kita hidup tidak akan lebih dari tujuh puluh tahun, atau kalau lebih sekalipun maka seperti yang firman Tuhan katakan kesenangannya adalah kesukaran dan penderitaan, oleh sebab itu tetaplah berjuang di tengah-tengah sulitnya kehidupan dunia saat ini dengan satu prinsip, kita tidak akan pernah lagi mengalihkan fokus hidup kita, hanya kepada kehidupan yang sia-sia, yaitu dunia dengan segala kesenangannya.

Percayalah bahwa apapun keadaan hidup yang kita hadapi saat ini, semuanya itu merupakan bagian yang terbaik yang Allah sediakan bagi kita. Kalaupun itu merupakan kesulitan hidup, maka pandanglah itu semua sebagai sebuah ujian dalam proses pendewasaan yang Tuhan izinkan itu terjadi dalam hidup kita, supaya kita bisa benar-benar dipersiapkan untuk memasuki kehidupan yang sesungguhnya yaitu kehidupan kekal yang telah di sediakan oleh Allah Bapa di sorga bagi orang-orang yang mengasihiNya, yang hidup hanya untuk melakukan semua kehendakNya, selama kita masih menumpang di dunia ini.

Kiranya kebenaran ini memberikan pengertian bagi kita untuk bisa memilih sisi kehidupan yang benar, dan kita hanya mau saat ini mengarahkan pikiran kepada kehidupan kekal, yaitu kehidupan yang sesungguhnya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Jangan Lupa Baca Juga Renungan :

Mengandalkan Tuhan Berarti Mempercayai Tuhan Sepenuhnya

Artikel by Frank Tutu | Copyright © 2015 – Original Content | renunganhariini.com

tags: ,

Related For MENGARAHKAN PIKIRAN KEPADA KEHIDUPAN KEKAL