MENGASIHI TUHAN LEBIH DARI SEGALANYA

RENUNGAN HARIAN 3132 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Harian – Mengasihi Tuhan Lebih Dari Segalanya. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita saat ini adalah; Mengasihi Tuhan Lebih Dari Segalanya.

Saudaraku, bukan tanpa alasan kalau dikatakan kita harus mengasihi Tuhan lebih dari segalanya. Sebab tanpa kita sadari, kita sesungguhnya adalah orang-orang yang berhutang kepada Tuhan.

Berhutang yang saya maksudkan disini adalah berhutang kehidupan, berhutang nyawa dan berhutang keselamatan kekal. Dan tentu kita berhutang semuanya itu kepada Tuhan Yesus Kristus, yang telah rela memberikan hidupnya sebagai korban, supaya oleh pengorbanan-Nya itu, kita bisa diperdamaikan dengan Allah Bapa di sorga atas semua salah dan dosa yang kita lakukan selama ini.

Kalau pada perjanjian lama, Bangsa Isarael mempersembahkan korban binatang sebagai korban bakaran, selain untuk menunjukan sikap hormat kepada Allah, korban bakaran yang dipersembahkan itu juga bertujuan untuk meredahkan kemarahan Allah atas semua pelanggaran yang diperbuat mereka saat itu. Dan dengan korban itu bisa menjadi sarana pendamaian dengan Allah.

Satu hal yang perlu kita ingat adalah, semua korban-korban itu hanyalah sebagai simbolis saja. Sebab korban binatang tidak dapat menghapus dosa dan pelanggaran manusia. Korban yang dikendaki oleh Allah adalah korban dari Anak manusia yang tidak bercacat dan tidak bercela.

Kenapa demikian?. Karena darah binatang tidak dapat menghapus kesalahan dan dosa manusia, untuk menggantikan manusia dari hukuman yang harus ditanggungnya, akibat dari dosa yang diperbuat.

Kita harus menyadari bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah yang menjadikan langit dan bumi ini, dan Ia tidak dapat disamakan dengan dewa-dewa lain yang rendah martabatnya. Sebab dewa-dewa lain pada umumnya bisa dipuaskan hanya dengan korban binatang.

Hal ini berbeda dengan Allah yang kita sembah, yaitu Allah yang juga disembah oleh Abraham, Ishak dan Yakub. Dia adalah Allah yang Maha tinggi, Maha Agung, Maha kudus, terhormat, dan juga penuh dengan keadilan.

Karena Dia adalah Allah yang adil, maka Ia tidak dapat menerima begitu saja korban darah binatang sebagai penghapus kesalahan dan dosa. Bahkan korban darah binatang sebanyak apapun tidaklah cukup untuk menghapus kesalahan manusia. Firman Tuhan katakan di dalam;

Yesaya 40:16 Libanon tidak mencukupi bagi kayu api dan margasatwanya tidak mencukupi bagi korban bakaran.

Oleh sebab itu, korban kematian Tuhan Yesus Kristus diatas kayu salib begitu berharga, begitu bernilai tinggi dan begitu berarti. Sebab selain dapat menghapus kesalahan dan dosa semua manusia di muka bumi ini, kematian-Nya diatas kayu salib juga menunjukan betapa Tuhan Yesus taat kepada Bapa-Nya di sorga.

mengasihi-tuhan-lebih-dari-segalanya

Renungan Harian Kristen : Mengasihi Tuhan Lebih Dari Segalanya | Renunganhariini.com

Bukan saja kematian-Nya, tetapi kebangkitan-Nya juga menunjukan bahwa Ia begitu saleh dan Ia begitu menghormati Bapa-Nya di sorga. Dan pengorbanan yang dikerjakan Tuhan Yesus dengan penuh ketaatan itulah, membuktikan bahwa Lucifer bersalah dan akan menerima hukuman yang telah disediakan baginya.

Tentu hukuman yang akan diterima oleh Lucifer ini tidak sendiri, tetapi hukuman tersebut juga akan diterima oleh orang-orang yang saat ini hidup dalam pemerintahannya. Dan orang-orang yang dimaksud hidup dalam pemerintahan Lucifer disini adalah, semua manusia, termasuk didalamnya orang-orang percaya yang saat ini terikat dengan kenikmatan dan kesenangan hidup dalam percintaan dengan dunia.

Dalam pengorbanan Tuhan Yesus inilah kita bisa melihat betapa Allah begitu mengasihi manusia sebagai ciptaan-Nya. Itulah kenapa firman Tuhan katakan di dalam;

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Pengorbanan Tuhan Yesus juga menjadi seperti “rule of game” atau aturan permainan, dalam peperangan antara Kerajaan terang dan kerajaan kegelapan yang dipimpin oleh Lucifer.

Dalam hal ini jika ada orang yang bisa melakukan kehendak Allah Bapa dengan sempurna, maka Lucifer harus dihukum, tetapi jika tidak ada, maka Lucifer yang akan menjadi pemenangnya.

Syukur kepada Allah, sebab Tuhan Yesus telah menunjukan ketaatan-Nya dalam melakukan kehendak Allah Bapa di sorga dengan sempurna, dimana Ia taat sampai mati, bahkan mati di atas kayu salib. Tetapi oleh ketaatan dan kesalehan hidup-Nya itulah, maka Ia dibangkitkan sebagai pemenang.

Itulah kenapa, setiap orang percaya  yang benar-benar percaya kepada Allah di dalam nama-Nya yaitu didalam nama Tuhan Yesus Kristus, disebut sebagai umat pemenang. Karena Kristus telah menang.

Persoalannya sekarang adalah, apakah kita sungguh-sungguh mau berjuang untuk mempertahankan kemenangan itu. Kemenangan yang telah membawa kita kepada keselamatan di dalam Tuhan Yesus kristus, dengan cara mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar, atau kita masih mau hidup mengikuti gaya hidup yang dunia ditawarkan saat ini. Mengikuti gaya hidup dunia, sama dengan memberi diri hidup dalam pemerintahan Lucifer.

Ingat sekali lagi, kemenangan Tuhan Yesus telah melepaskan kita dari ancaman hukuman kekal. Sebab kemenangan Tuhan Yesus, telah memberikan kepada kita jalan menuju keselamatan. Dan keselamatan kekal hanya ada di dalam Dia.

Tetapi keselamatan itu harus terus diperjuangakan oleh kita, yaitu dengan cara, terus menjaga kesucian dan kekudusan hidup, sebagaimana Kristus telah hidup. Dan hidup yang kita jalani saat ini hanya memiliki satu tujuan yaitu, hidup untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga. Tujuannya supaya kita pun ditemukan memiliki gaya hidup yang sama seperti Kristus.

Dunia ini seperti gelanggang pertandingan bagi setiap kita orang percaya, selama kita masih hidup di dunia ini. Itu artinya dalam pertandingan tersebut kita harus keluar sebagai pemenang. Sebab orang yang keluar sebagai pemenanglah yang akan diterima di dalam Kerajaan Tuhan Yesus Kristus di sorga. Firman Tuhan katakan di dalam;

Wahyu 21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

Artinya, jika kita tetap bertahan hidup dalam ketaatan dan kesalehan, menjaga kesucian dan kekudusan hidup selama kita masih ada di dunia ini, maka setelah kita berada dibalik kematian, kita akan diakui oleh Allah Bapa di sorga sebagai anak-Nya yang sah.

Tidak banyak orang percaya yang menyadari akan hal ini. Selama kita berpikir bahwa, karena Kristus telah menang maka kita juga otomatis menjadi pemenang, maka saya harus berkata jujur, kita ada dalam pola pikir yang salah.

Buang jauh-jauh pemikiran seperti itu, dan berpikirlah bahwa, kalau Kristus telah menang, itu artinya kita harus menghargai dan menghormati keselamatan yang telah kita terima di dalam Tuhan Yesus Kristus dengan cuma-cuma tanpa harus menanggung penderitaan. Akan tetapi supaya keselamatan itu benar-benar menjadi nyata, kita harus mengerjakannya dengan takut dan gentar.

Hanya ada satu kunci kemenangan bagi orang percaya, yang bisa membuat keselamatan itu benar-benar menjadi nyata dan diakui oleh Allah Bapa di sorga sebagai anak-Nya yaitu, kita harus hidup takut akan Tuhan dan melakukan apapun yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga.

Itulah kenapa selama kita hidup di dunia ini, kita harus mengasihi Tuhan lebih dari segalanya. Sebab tidak ada yang lebih berharga dalam kehidupan kita, selain keselamatan yang kita terima di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Kiranya kebenaran membuat kita semakin sadar bahwa, kita adalah orang yang berhutang. Dan sampai kapanpun kita tidak dapat membayar hutang kita kepada Tuhan Yesus Kristus atas pengorbanan-Nya. Tetapi jika kita mau hidup melakukan kehendak Allah Bapa di sorga, maka kita bisa memuaskan dan menyenangkan hati Bapa di sorga. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca juga : Mencari Tuhan Dan Menjadikan-Nya Kekasih Jiwa

Artikel by Pdt. Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

 

tags: ,

Related For MENGASIHI TUHAN LEBIH DARI SEGALANYA