MENGENAL YESUS DAN MENJADI ANAK ALLAH

RENUNGAN HARIAN 1509 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianMengenal Yesus Dan Menjadi Anak Allah. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan kita saat ini adalah, Mengenal Yesus Dan Menjadi Anak Allah.

Saudaraku, ada begitu banyak orang yang memiliki keinginan-keinginan yang ingin dicapai, dan semua itu dijadikan target utama dalam hidup mereka. Artinya kalau mereka bisa mencapai target dari apa yang mereka inginkan, maka itu dipandang sebagai sebuah kesuksesan hidup. Karena biasanya target yang ingin dicapai itu selalu berhubungan dengan kesenangan diri dan kenyamanan hidup.

Keadaan ini juga banyak terjadi dalam kehidupan anak-anak Tuhan, apalagi bagi orang-orang yang masih memiliki pola pikir yang salah dalam memandang hidup ini, pasti kenyamanan hidup akan selalu menjadi target utama yang harus dicapai.

Keinginan untuk mencapai kesuksesan hidup, supaya bisa memiliki kenyamanan hidup, sebenarnya sah-sah saja, apalagi setiap orang memiliki kehendak bebas dan ia berhak menentukan apa yang ingin ia lakukan supaya bisa merubah hidupnya menjadi lebih baik.

Persoalannya sekarang adalah, hidup yang dipandang lebih baik itu memiliki dampak untuk hidup di kekekalan atau tidak. Karena kalau hidup sukses menurut pandangan dunia, namun sama sekali tidak memiliki dampak kepada kehidupan kita di kekekalan nanti, maka itu sama halnya dengan kegagalan hidup.

Saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, yang saya mau katakan disini adalah, kalau kita bisa mencapai kesuksesan hidup di dunia ini, namun itu semua membuat kita semakin jauh dari Tuhan, maka itu sama dengan kesia-siaan, bahkan firman Tuhan katakan, kesia-siaan atas kesia-siaan.

Mengenal Yesus Dan Menjadi Anak Allah

Renungan Harian Kristen : Mengenal Yesus Dan Menjadi Anak Allah | renunganhariini.com

Pengkhotbah 12:7 dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya. 12:8 Kesia-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah sia-sia.

Artinya, mau sesukses apapun hidup kita, memiliki titel, pangkat, jabatan, berkedudukan, bisa hidup kaya dalam kelimpahan, terpandang, dan terhormat di mata orang-orang dunia, pada akhirnya kita akan menghadap Tuhan, dan disitulah kita akan mempertanggungjawabkan semua yang sudah kita buat selama kita hidup di dunia ini.

Kalau kita lihat firman Tuhan katakan di atas, dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya. Disini kita harus sadar bahwa sesungguhnya kita tidak berkuasa atas hidup yang kita miliki, sebab roh yang ada pada kita, roh yang membuat kita bisa hidup selama ini, pada akhirnya akan kembali kepada Allah, sebab Allah-lah yang mengaruniakannya kepada kita.

Itulah kenapa sebagai orang percaya, kita harus terus memeriksa setiap keinginan hati kita, apakah semua yang kita inginkan itu sudah sesuai dengan kehendak Tuhan atas hidup kita atau belum, memiliki dampak terhadap kehidupan kita di kekekalan atau tidak. Ini semua harus kita pikirkan dengan serius.

Artinya, kalaupun kita bisa mencapai kesuksesan hidup, sesungguhnya itu semua tidak boleh menarik kita untuk tinggal di dalam kenyamanan hidup. Tetapi kesuksesan hidup yang bisa kita capai, semuanya harus kita pergunakan untuk hormat kemuliaan nama Tuhan.

Dengan kesuksesan hidup yang kita miliki, kita bisa pergunakan itu semua untuk mendukung pekerjaan Tuhan, supaya semakin hari, ada semakin banyak jiwa bisa di jangkau dan dibawa kepada Tuhan. Inilah yang dinamakan kesuksesan hidup yang benar, dimana cara hidup kita seperti inilah, yang akan berdampak pada kehidupan kita di kekekalan.

Ingat, hidup kita ini sudah bukan milik kita lagi. Sebab kita sudah dibeli, dan harganya sudah lunas dibayar. Itu artinya segenap hidup kita ini telah menjadi milik Tuhan, oleh sebab itu apapun yang kita lakukan, semuanya harus kita lakukan untuk hormat kemuliaan nama Tuhan. Firman Tuhan katakan;

I Korintus 6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Jadi kita sama sekali tidak berhak atas hidup kita. Satu hal yang saya ingin katakan saat ini adalah, kalau kita telah mengenal Yesus yang telah menjadikan kita sebagai anak-anak Allah, maka sesungguhnya itu cukup bagi kita, dan tidak ada yang lebih berharga dari hal ini. Sebab untuk apa kita bisa memiliki kelimpahan hidup, terpandang, terhormat dimata dunia, tetapi pada akhirnya kita tidak dikenal oleh Allah, dan binasa di kekekalan.

Kalau kita menyadari bahwa kita ini adalah anak-anak Allah, maka cara hidup kita juga harus menunjukan kalau kita adalah anak-anak Allah. Artinya hidup sesuai dengan apa yang Bapa di sorga kehendaki, sebab kalau cara hidup kita masih sama dengan orang-orang dunia pada umumnya, maka itu artinya kita masih sama dengan dunia ini, dan itu juga artinya kita tidak mengenal Allah.

Pada akhirnya yang ingin saya sampaikan adalah, berpikirlah bahwa, tidak ada hal yang lebih penting dalam hidup kita saat ini, selain Tuhan dan Kerajaan-Nya. Hal ini yang harus mendorong kita untuk terus mengembangkan diri menjadi pribadi seperti yang Allah Bapa di sorga kehendaki.

Kenapa demikian?, karena dunia saat ini akan hilang lenyap, tetapi setiap orang percaya yang hidup sesuai kehendak Allah Bapa di sorga, akan dipersiapkan untuk menerima warisan yang tidak dapat binasa, yaitu Kerajaan Allah Bapa di sorga, dimana di dalam Kerajaan itulah, kita akan ikut memerintah bersama-sama dengan Kristus yang telah menjadi Raja diatas segala raja, sampai selama-lamanya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga Renungan :

Sabar Menanti Waktu Tuhan Tiba

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: , ,

Related For MENGENAL YESUS DAN MENJADI ANAK ALLAH