MENGERTI KEBENARAN

RENUNGAN HARIAN 1577 Kali Dibaca

Renungan hari ini 30 Desember 2013 adalah “MENGERTI KEBENARAN”. Baiklah sebelum membaca renungan ini kita mau berdoa terlebih dahulu.

Doa: Tuhan Yesus saat kami membaca akan kebenaran FirmanMu, berilah kami mengerti akan kebenaranMu sesuai dengan kehendakMu ya Tuhan, penuhi kami dengan hikmatMu ya Tuhan, supaya oleh hikmat dari padaMu kami boleh mengerti akan kebenaran yang benar sesuai dengan pikiran Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, Haleluya. Amin.

Sebagai orang percaya atau orang kristen, kita harus sungguh-sunguh belajar akan kebenaran Tuhan dengan benar, karena kebenaran Tuhan tidak bisa dipandang hanya sebagai kebenaran umum sesuai dengan hukum yang tertulis. Bagi orang percaya kebenaran tidak bisa atau tidak boleh dipahami hanya berdasarkan pemahaman pikiran kita sebagai manusia biasa, karena bila dipahami dengan cara demikian maka pemahaman seperti itu tidaklah berbeda dengan pemahaman-pemahaman kebenaran yang dipahami oleh setiap manusia pada umumnya dari berbagai agama yang berbeda.

Hal ini saya kemukakan karena selama ini orang akan melihat sebuah pelanggaran terhadap hukum Allah hanya apabila seseorang tidak menjalankan hidupnya sesuai dengan hukum-hukum yang tertulis sebagai norma-norma agama yang tidak boleh dilanggar oleh setiap orang yang memeluk agama tersebut.

Kekristenan harus melihat pelanggaran terhadap hukum Allah dari sudut pandang yang berbeda, artinya pelanggaran terhadap hukum Allah tidak boleh hanya dilihat dari  perbuatan melanggar hukum-hukum yang tertulis, tetapi pelanggaran terhadap hukum Allah harus dilihat dari seluruh gerak hidup kita, baik itu tindakan, pikiran, perkataan, perbuatan, sikap hati, pendengaran, pandangan mata, dan lain sebagainya.

Pada jaman taurat orang akan melihat pelanggaran terhadap hukum Allah yaitu apabila seseorang tidak menyelenggarakan hidupnya sesuai dengan hukum taurat yang tertulis, yaitu hukum yang diberikan Tuhan kepada Musa untuk diterapkan dalam kehidupan bangsa Israel pada saat itu, tetapi yang sesungguhnya kalau kita mau melihat kebenaran Tuhan dengan murni maka kita akan menemukan bahwa ternyata yang Tuhan mau semua orang yang percaya kepadaNya tidak boleh hanya terikat dengan hukum yang tertulis, tetapi yang benar adalah setiap orang yang percaya kepada Allah harus mengarahkan seluruh hidupnya dengan mata yang tertuju kepada pribadi Tuhan sehingga ia bisa hidup sepikiran dengan Tuhan, atau harus terikat dengan Tuhan.

Satu contoh sederhana yaitu pada saat Musa meminta supaya Tuhan mengeluarkan air kepada umat Israel yang saat itu bersungut-sungut karena tidak ada air, dan kebenaran ini dicatat dalam Bilangan 20:7 TUHAN berfirman kepada Musa: 20:8 “Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya.” 20:9 Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya. 20:10 Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: “Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?” 20:11 Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum. 20:12 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: “Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka.”

Mari kita lihat bentuk kebenaran Tuhan yang harus dipahami bukan saja sesuai dengan hukum yang tertulis tetapi juga harus sesuai dengan gerak pikiran Tuhan dan perintah Tuhan. Pada (Bilangan 20:8) untuk mengeluarkan air dari bukit batu supaya umat Israel dan ternak mereka bisa minum,  maka Tuhan memberikan tiga perintah kepada Musa dan Harun yaitu:

  1. Ambillah tongkatmu itu
  2. Harus menyuruh umat itu berkumpul
  3. Katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya.

Sekarang kita lihat apa yang Musa dan Harun lakukan seperti yang ditulis dalam (Bilangan 20:9-11) yaitu:

  1. Pada (ayat 9) Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan Tuhan, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya. Dalam hal ini musa melakukan tindakan yang sesuai dengan perintah Tuhan, yaitu mengambil tongkat. Jadi untuk perintah Tuhan yang pertama Musa melakukannya dengan benar.
  2. Pada (ayat 10) dikatakan, Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, samapai disini tindakan Musa juga benar sesuai perintah Tuhan artinya Musa dan Harun menyuruh uamat Israel berkumpul didepan bukit batu itu. Tetapi kalimat selanjutnya dikatakan berkatalah ia kepada mereka: “Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?”. Disini bisa dilihat bahwa tindakan Musa sudah tidak sesuai perintah Tuhan, karena Tuhan tidak menyuruh Musa untuk marah serta mengatakan bahwa umat itu adalah orang-orang durhaka, dan ini bisa menggambarkan bahwa Musa sudah melakukan perintah Tuhan menurut pikirannya, yang penuh dengan amarah.
  3. Kemudian pada (ayat:11) dikatakan, Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, dalam hal inipun Musa melakukan pelanggaran, karena tidak sesuai dengan apa yang Tuhan perintahkan, sebab yang Tuhan perintahkan pada perintah yang ketiga adalah, Musa cukup katakan didepan mata umat itu, supaya bukit batu itu mengeluarkan air, tetapi yang musa lakukan adalah memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali.

Inilah yang saya maksudkan bahwa sebagai orang percaya kita tidak boleh mengerti pelanggaran terhadap hukum Tuhan hanya sesuai dengan hukum yang tertulis, tetapi kita harus belajar mengerti dengan benar bahwa pelanggaran itu bisa terjadi kalau kita melakukan segala sesuatu tidak sesuai dengan perintah Tuhan, tidak sesuai dengan pikiran dan perasaan Tuhan. Sebab bila kita hanya terkurung dengan pemahaman bahwa yang merupakan pelanggaran hanyalah bila kita melanggar hukum yang tertulis maka, bisa dipastikan akan ada banyak pelanggaran yang kita buat sepanjang hidup kita tanpa kita menyadarinya, dan ini bisa berakibat fatal, karena semua pelanggaran dihadapan Tuhan adalah dosa.

Kalau sudah dikatakan dosa maka ada hukumannya, seperti apa yang musa lakukan berakibat pada hukuman Allah yaitu musa tidak diizinkan Tuhan untuk masuk ke tanah perjanjian. Kita bisa lihat di Bilangan 20:12 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: “Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka.

Yang lebih mencengangkan lagi ketika Tuhan berkata kepada Musa dan harun bahwa Musa dan harun tidak percaya kepada Tuhan, dan bukan hanya itu saja sebab apa yang Musa lakukan dianggap sebagai sebuah tindakan yang tidak menghormati kekudusan Tuhan. Ini sebuah kenyataan yang tidak pernah dipikirkan oleh Musa dan harun. Oleh sebab itu dari kebenaran ini betapa kita sebagai orang percaya harus benar-benar memiliki sikap hidup yang bukan saja sesuai hukum-hukum Tuhan yang tertulis yang merupakan perintah Tuhan, tetapi seluruh gerak hidup kita harus sesuai pikiran perasaan Tuhan, itulah sebabnya kenapa saya terus menerus katakan bahwa mulailah curigai setiap gerak hidup kita apakah ini yang Tuhan mau atau tidak, bisa menyenangkan Tuhan atau tidak, tindakan kita bisa dinikmati Tuhan atau tidak.

Jadi mengerti kebenaran Tuhan itu bukan suatu hal yang mudah, tetapi sebaliknya adalah perkara yang sulit, olehnya setiap orang percaya dituntut untuk benar-benar serius dalam berurusan dengan Tuhan dan ingat selalu bahwa berurusan dengan Tuhan itu ada harga yang harus dibayar dan harganya mahal artinya saya harus katakan sekali lagi bahwa harganya yaitu segenap hidup kita harus dipertaruhnkan untuk belajar mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan.

Jadi dalam hal ini saya harus katakan dengan jujur bahwa sesungguhnya menyelenggarakan hidup sebagai orang yang percaya atau orang kristen tidak bisa dilihat sebagai hal yang mudah, dimana kita hanya mengenal Allah hanya sebatas Allah yang penuh kasih dan berkuasa untuk memberkati setiap orang yang meminta kepada-Nya, sebab kristen yang benar adalah ketika seseorang tidak lagi berharap apa-apa dari Tuhan selain ia mau untuk seluruh gerak hidupnya bisa menyukakan Tuhan dan bisa dinikmati oleh Tuhan. Kristen yang benar bukan tinggal dalam kenyamanan hidup, tetapi bagaimana seluruh hidupnya harus dipecahkan menjadi roti yang terpecah dan anggur yang tercurah untuk menjadi berkat bagi banyak orang, supaya Bapa di Sorga dipermuliakan.

Ingat pesan ini:

  1. Belajarlah terus mengerti akan kebenaran Tuhan, bukan sekedar bertumpuh pada apa yang tertulis, tetapi harus mengerti apa yang ada dipikiran Tuhan dan persaaan Tuhan.
  2. Dosa itu bukan saja pelanggaran terhadap hukum yang tertulis, tetapi seluruh gerak hidup yang meleset, artinya semua tindakan yang tidak sesuai keinginan Tuhan itu dosa.
  3. Kekristenan bukan hal yang mudah, tetapi merupakan hal yang sulit, lihat apa yang Musa dan Harun lakukan sepertinya sumuanya itu sudah sesuai perintah Tuhan tetapi ternyata salah dihadapan Tuhan bahkan dianggap sebagai, tidak percaya kepada Tuhan dan tidak menghormati kekudusan Tuhan, dan apa yang diperbuat Musa dan harun berakibat pada hukuman yang harus diterimanya.

Jika engkau diberkati dengan kebenaran ini maka berikanlah link renungan ini kepada semua orang yang engkau kasihi, renunganhariini.com

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

tags: , , , ,

Related For MENGERTI KEBENARAN