MENGIKAT HUBUNGAN YANG BENAR DENGAN TUHAN

RENUNGAN HARIAN 2796 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianMengikat Hubungan Yang Benar Dengan Tuhan. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita hari ini adalah; Mengikat Hubungan Yang Benar Dengan Tuhan.

Saudaraku, sangat penting bagi orang percaya untuk memiliki hubungan yang eksklusif dengan Tuhan. Artinya setiap orang percaya yang benar-benar percaya kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus, harus mengikat hubungan yang benar dengan Tuhan.

Kita tidak boleh memiliki hubungan yang lain yang lebih intim atau yang lebih erat, melebihi hubungan kita dengan Tuhan. Firman Tuhan katakan di dalam;

Matius  6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Kalau firman Tuhan katakan demikian, itu artinya kita harus memilih. Apakah kita mau tetap mengikat hubungan dengan dunia, atau dengan Tuhan. Bila kita memilih untuk mengikat hubungan dengan Tuhan, itu berarti kita harus memutuskan hubungan kita dengan dunia.

Memutuskan hubungan dengan dunia, berarti harus mematikan setiap keinginan hati dan pikiran kita, terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia, yang selama ini kita sukai, dan kita ingini. Mulai dari hobi, kesukaan, apa yang kita pandang itu menyenangkan, sehingga hal itu dipandang bisa membuat kita menikmati hidup. Namun apabila semuanya itu tidak membuat kita semakin melekat dengan Tuhan, kita harus lepaskan. Dan tentu hal ini tidak mudah.

Itulah kenapa seringkali saya katakan, selama kita hidup di dunia ini, apa yang kita perbuat harus memiliki nilai kekal. Jika kita melakukan sesuatu hanya karena hal itu menyenangkan bagi kita, tetapi tidak membuat kita dekat kepada Tuhan, maka kita telah menyia-nyiakan waktu hidup yang Tuhan berikan kepada kita.

Kesempatan hidup di dunia ini hanya satu kali. Dan selama kita hidup di dunia ini, itu adalah kesempatan untuk kita belajar mengerti apa yang menjadi kehendak Allah. Dengan belajar mengerti kehendak Allah, sama dengan kita sedang mempersiapkan masa depan kehidupan kita di kekekalan. Walaupun itu belum nyata. Tetapi kita tahu, dibalik kehidupan di dunia ini, ada kehidupan yang lain yaitu kehidupan kekal, dan itulah kehidupan yang sesungguhnya.

Mengikat Hubungan Yang Benar Dengan Tuhan

Renungan Harian Kristen : Mengikat Hubungan Yang Benar Dengan Tuhan | renunganhariini.com

Satu hal yang harus terus kita sadari adalah, seringkali kita lebih menghargai sesuatu yang sifatnya hanya sementara atau fana, lebih dari pada kita menghargai Tuhan. Hal itu tentu saja bisa dibuktikan dengan mudah, kalau kita mau jujur melihat seluruh gerak hidup kita setiap hari.

Misalnya, untuk sebuah hobi atau kesenangan, kita rela membuang waktu berjam-jam hanya untuk melakukan dan menikmati hal itu. Sebaliknya saat memberi waktu untuk membangun hubungan dengan Tuhan, kita hanya memberikan waktu mungkin tidak lebih dari 5 menit untuk berdoa. Tidak lebih dari 30 menit untuk memuji menyembah Tuhan dan membaca firman Tuhan. Dan itu artinya kita belum menghargai Tuhan sebagaimana mestinya.

Sebagai orang percaya, kita harus menyadari bahwa Tuhan lebih berharga dari apapun dan siapapun, bahkan lebih berharga dari nyawa kita sekalipun. Menghargai Tuhan lebih dari apapun, memiliki nilai hidup yang kekal, yang tidak dapat diberikan oleh dunia kepada kita.

Orang percaya yang mau merubah cara hidupnya, hanya mengingini Tuhan saja, lebih dari apapun dan siapapun, maka baginya dunia dengan segala kesenangan hidupnya sama sekali sudah tidak bernilai apa-apa. Bila diungkapkan dengan bahasa gaul sehari-hari, maka dunia baginya sudah menjadi kartu mati.

Orang yang mau mengikat hubungan yang benar dengan Tuhan, artinya ia memberi diri sepenuhnya menjadi milik Tuhan, dan akan di didik oleh Tuhan, untuk belajar mengerti pikiran dan perasaan Tuhan. Itulah kenapa firman Tuhan dengan tegas mengatakan di dalam;

Lukas 14:26 “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Jadi, Tuhan bukan saja dijadikan sebagai kekasih hati kita yang abadi, tetapi ikatan kita dengan Tuhan juga adalah ikatan seorang guru dengan murid. Menjadi murid berarti bersedia untuk diajar setiap hari. Dari proses belajar setiap hari inilah, kita semakin mengerti, dan semakin memiliki kepekaan terhadap kehendak Tuhan, sehingga setiap tindakan hidup kita, itu bisa menyenangkan Tuhan.

Harus sedalam apa hubungan eksklusif kita dengan Tuhan?. Kita harus memiliki hubungan dengan Tuhan sampai kita bisa berkata seperti pemazmur berkata, “selain Engkau tidak ada yang ku ingini di bumi. Dan itu dikatakan di dalam;

Mazmur 73:25 Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. 73:26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

Kalau kita bisa sampai di titik ini, maka kita hampir tiba di puncak hidup sebagai orang percaya yang dinamakan kesempurnaan. Mencapai kesempurnaan hidup seperti yang dikehendaki Allah harus menjadi sebuah tujuan hidup kita.

Kiranya kebenaran ini semakin membuat kita menyadari, betapa pentingnya memiliki hubungan yang eksklusif dengan Tuhan. Dan itulah kenapa kita harus mengikat hubungan yang benar dengan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga : Mengasihi Tuhan Lebih Dari Segalanya

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For MENGIKAT HUBUNGAN YANG BENAR DENGAN TUHAN