MENIKMATI KESENANGAN DUNIA ITU SIA-SIA

RENUNGAN HARIAN 1405 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Harian – Menikmati Kesenangan Dunia Itu Sia-Sia. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan kita saat ini adalah; Menikmati Kesenangan Dunia Itu Sia-Sia.

Saudaraku, ada begitu banyak orang-orang kaya dimuka bumi ini yang bisa menikmati hidup ini, penuh dengan segala kesenangan dunia. Tetapi sesungguhnya apa yang bisa mereka nikmati sebagai kesenangan dunia, semuanya itu adalah sia-sia. Hanya saja orang-orang ini tidak pernah menyadarinya.

Kalau saya katakan kenikmatan hidup dunia itu adalah sia-sia, bukan tanpa alasan. Sebab jauh sebelum orang-orang kaya yang sekarang ini ada, Salomo adalah orang yang paling kaya, yang pernah ada di muka bumi ini. Ia juga adalah seorang raja yang terhormat dan terpandang, penuh dengan hikmat yang luar biasa. Jadi dapat dibayangkan seberapa besar kesenangan hidup yang bisa ia nikmati.

Di zaman itu, sebagai seorang raja ia hidup diatas kemewahan dan kelimpahan yang dapat dikatakan tak tertandingi. Dan semua yang ia miliki, membuat ia bisa menikmati segala kesenangan hidup dunia tanpa batas.

Pertanyaannya sekarang, apakah dengan semua kesenangan hidup yang dimiliki oleh Salomo membuat ia bahagia?. Mari kita lihat apa yang ia katakan tentang semuanya itu.

Pengkhotbah 1:16 Aku berkata dalam hati: “Lihatlah, aku telah memperbesar dan menambah hikmat lebih dari pada semua orang yang memerintah atas Yerusalem sebelum aku, dan hatiku telah memperoleh banyak hikmat dan pengetahuan.” 1:17 Aku telah membulatkan hatiku untuk memahami hikmat dan pengetahuan, kebodohan dan kebebalan. Tetapi aku menyadari bahwa hal ini pun adalah usaha menjaring angin, 1:18 karena di dalam banyak hikmat ada banyak susah hati, dan siapa memperbanyak pengetahuan, memperbanyak kesedihan.

Jadi, kalau kita mau membaca dan meneliti kebenaran firman Tuhan lebih dalam lagi, maka kita akan menemukan dan mengerti bahwa, semua kesenangan dunia ini sudah dinikmati oleh Salomo, tetapi kemudian ia berkata bahwa semua itu sia-sia, bahkan seperti usaha menjaring angin. Jadi hal ini dapat digambarkan dengan sebuah kalimat yaitu; menikmati kesenangan dunia itu sama sekali tidak memberi kebahagiaan.

Menikmati Kesenangan Dunia Itu Sia-Sia

Renungan Harian Kristen : Menikmati Kesenangan Dunia Itu Sia-Sia | Renunganhariini.com

Mari kita lihat, di saat ia berusaha untuk mencoba, atau menguji seberapa besar kenikmatan sebuah kesenangan hidup, maka pada akhirnya ia harus berkata bahwa semua itu sia-sia, dan itu tergambar dari apa yang firman Tuhan katakan di dalam;

Pengkhotbah 2:1 Aku berkata dalam hati: “Mari, aku hendak menguji kegirangan! Nikmatilah kesenangan! Tetapi lihat, juga itu pun sia-sia.”

Sekarang semakin jelas bagi kita sebagai orang percaya bahwa, semua kesenangan dunia yang kita kejar saat ini, yang kita impikan, yang kita harapkan, itu semua adalah kesia-siaan. Artinya semua kesenangan dunia yang bisa kita nikmati saat ini sama sekali tidak bernilai dan tidak berarti apa-apa.

Namun demikian, saat ini kita tetap bisa melihat masih ada begitu banyak orang, termasuk orang-orang percaya yang masih terus berjuang dan mempertaruhkan hidup mereka, baik waktu, pikiran, tenaga, hanya untuk mengejar apa yang mereka anggap itu bisa memberi kesenangan, dan memuaskan hasrat hati mereka. Dan mereka tidak pernah mau menyadari bahwa apa yang mereka kejar adalah kesia-siaan.

Orang-orang seperti inilah yang digambarkan oleh firman Tuhan sebagai orang-orang yang tidak setia. Artinya mereka hanya mengaku percaya kepada Kristus tetapi mereka memberikan hati mereka kepada dunia. Terikat dengan dunia dan bersahabat dengan dunia.

Yakobus  4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Kalau sekarang kita mengerti bahwa mengikat persahabatan dengan dunia, itu akan menjadikan diri kita musuh Allah, tetapi kita tetap tidak mau menyadari akan hal ini, maka saya mau katakan dengan jujur, kita telah membiarkan diri kita menjadi orang yang bodoh, bahkan orang yang paling bebal.

Belajar dari pengalaman hidup raja Salomo, dimana ia hidup diatas kelimpahan, kemewahan, kehormatan, dan bisa menikmati kesenangan dunia tanpa batas dengan apa yang ia miliki, tetapi ia katakan semua itu sia-sia. Itu semua yang ia ungkapkan dalam kitab pengkhotbah. Dan pada akirnya ia berkata, seperti yang ditulis di dalam;

Pengkhotbah 12:13 Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.

Sebagai orang percaya kita harus menyadari akan hal ini. Sebab kita tahu bahwa dunia ini bukan tujuan hidup kita yang sesungguhnya. Hidup yang sesungguhnya itu hanya ada di kekekalan, dan itulah yang harus kita kejar.

Kalau saat ini kita masih terus mengejar semua yang menjadi hasrat hati dan ambisi yang penuh dengan kesenangan diri, dan berharap apa yang kita kejar itu bisa memuaskan hasrat hati dengan berbagai kesenangan hidup yang kita inginkan, maka inilah yang firman Tuhan katakan, kita masih mencintai nyawa.

Yohanes  12:25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

Oleh sebab itu, kita harus menyadari mulai saat ini, bahwa yang terpenting dalam perjuangan hidup kita saat ini bukan semata-mata hanya persoalan makan, minum, pakai dan pemenuhan berbagai kebutuhan jasmani saja. Tetapi jauh lebih penting dari itu semua, yang harus kita kejar adalah kesenangan hidup di dunia yang akan datang, yaitu kesenangan hidup di langit baru dan bumi yang baru. Sebab kenikmatan hidup di dunia ini hanya sementara, tetapi di langit baru dan bumi yang baru, itu adalah kesenangan kekal.

Baca juga : Kenikmatan Hidup Di Dunia Itu Singkat

Pada akhirnya kita menemukan sebuah jawaban dari kebenaran firman Tuhan ini adalah, menikmati kesenangan dunia itu sia-sia. Jadi untuk apa kita mau mempertaruhkan hidup kita, hanya untuk sebuah kehidupan yang sia-sia. Itulah kenapa firman Tuhan ingatkan kita di dalam;

Efesus  5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,

Kalau kita membiarkan diri kita menjadi seperti orang bebal, itu berarti kita tidak menginginkan hidup kekal dan tidak menghargai keselamatan yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Dan orang yang tidak menghargai keselamatan yang sudah Tuhan berikan akan terbuang ke dalam kegelapan abadi. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.

Baca juga : Kristen Yang Sejati

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For MENIKMATI KESENANGAN DUNIA ITU SIA-SIA