MENINGGALKAN KESENANGAN DUNIA DAN HIDUP MENIKMATI TUHAN

RENUNGAN HARIAN 2011 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianMeninggalkan Kesenangan Dunia Dan Hidup Menikmati Tuhan. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan hari ini adalah, meninggalkan kesenangan dunia dan hidup menikmati Tuhan.

Saudaraku, orang yang berani mengambil keputusan hidup untuk meninggalkan segala kesenangan dunia, maka ia akan bisa menikmati Tuhan dengan lebih murni. Sebaliknya orang yang tetap mengikatkan dirinya dengan segala kesenangan dunia yang ia miliki maka ia tidak akan bisa menikmati Tuhan dengan benar.

Selama ini banyak orang selalu berpikir bahwa Tuhan tidak bisa dinikmati secara riil, dan hanya kesenangan dunia saja yang bisa dinikmati, itulah yang membuat ada begitu banyak orang percaya menjalankan kehidupan kerohaniannya hanya sebagai rutinitas, artinya bagi mereka yang penting hari minggu ke gereja atau tengah minggu mengikuti ibadah persekutuan doa, komsel, atau sesekali mengikuti KKR, bagi orang-orang seperti ini hal itu sudah cukup mewakili keberadaan mereka sebagai orang kristen atau orang percaya.

Pertanyaannya sekarang, apakah hidup kekristenan yang benar hanya demikian?

Saya harus menjawab dengan jujur bahwa hidup kekristenan yang benar bukan demikian, karena apabila orang percaya hanya menggantungkan suasana hatinya lebih utama terhadap segala sesuatu yang ia miliki dan itu dipandang bisa memberi kesenangan dan kenikmatan hidup selama ia masih hidup didunia ini, maka ia tidak akan mungkin bisa menikmati Tuhan, bahkan ia tidak akan dapat menikmati damai sejahtera Tuhan dengan murni.

Hanya orang-orang yang mau menempatkan Tuhan ditempat terutama dalam hidupnya yang akan bisa menikmati damai sejahtera Tuhan secara murni. Yang dimaksudkan dengan damai sejahtera yang murni artinya damai sejahtera yang dirasakan itu permanen, artinya dalam keadaan apapun dan bagaimanapun, baik itu susah, ataupun senang, orang-orang seperti ini akan tetap menikmati Tuhan, dan tidak takut terhadap keadaan hidupnya.

Meninggalkan Kesenangan Dunia Dan Menikmati Tuhan

Renungan Harian Kristen : Meninggalkan Kesenangan Dunia Dan Menikmati Tuhan

Sebaliknya orang yang mengikatkan dirinya dengan apapun yang dimilikinya menjadi kesenangan, hal itu sama dengan pemberhalaan, atau dengan kata lain kesenangan dunia menjadi berhala bagi hidupnya.

Orang seperti ini kalaupun dikatakan bisa menikmati damai sejahtera Tuhan, maka damai sejahtera Tuhan yang dirasakannya adalah damai sejahtera yang semu, atau bisa juga dikatakan menikmati Tuhan secara mistis, maksudnya orang seperti ini akan menikmati Tuhan hanya saat berada di dalam ibadah, jadi sifatnya hanya situasional atau sementara, sebab biasanya setelah selesai ibadah maka semua itu akan hilang.

Kenapa demikian?, karena fokus hidupnya kembali tertuju kepada berbagai kesenangan dunia. Jadi Tuhan hanya dijadikan sebagai kesukaan yang sementara, dan hal itu sama dengan sebuah penghianatan atau dapat dikatakan telah berhianat terhadap Tuhan.

Saudaraku kalau kita benar-benar mau menikmati Tuhan, maka tidak ada cara lain selain kita harus meninggalkan semua kesenangan dunia dan menempatkan Tuhan sebagai kebutuhan terutama dalam hidup kita, bahkan kebutuhan akan Tuhan harus menjadi kebutuhan yang sangat mendesak melebihi apapun, dengan prinsip hidup tanpa Tuhan maka kehidupan kita menjadi sia-sia, artinya kita bisa hidup tanpa apapun dan siapapun, tetapi kita tidak akan bisa hidup tanpa persekutuan dengan Tuhan, inilah prinsip hidup kekristenan yang benar, dan hal inilah yang dimaksudkan firman Tuhan di dalam;

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Orang-orang yang mau selalu mendahul ukan Tuhan dalam hidupnya, maka hidupnya tidak akan bergantung terhadap keadaan apapun, karena Tuhan akan selalu menjadi sumber damai sejahtera dan kebahagiaan bagi hidup mereka.

Orang-orang seperti ini akan selalu mengarahkan fokus hidupnya kepada Kerajaan Allah dan kebenarannya, karena mereka sadar benar bahwa itulah tujuan hidup yang bernilai kekal.

Jadi bagi orang-orang seperti ini persoalan makan, minum, dan pakai hanyalah tambahan saja dan bukan sesuatu yang utama, sebab orang yang mengutamakan Tuhan mereka tahu benar bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan mereka. Inilah iman yang benar dan percaya yang benar kepada Tuhan.

Jadi orang-orang yang selalu memiliki prinsip hidup bahwa Tuhan adalah kebutuhan terutama dan sangat mendesak, adalah orang-orang yang mendahulukan Kerajaan Allah dan kebenarannya.

Saudaraku, kita harus memperhatikan hal yang satu ini dengan serius, karena ini merupakan pola hidup kekristenan yang benar, konsep hidup kekristenan yang benar, dimana kebenaran Allah yang harus menguasai seluruh gerak hidup kita, karena kebenaran Allah itulah yang akan memerdekakan kita, seperti yang firman Tuhan katakan di dalam;

Yohanes 8:31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Kalau kita sudah memiliki prinsip hidup seperti ini, maka dunia sama sekali tidak akan pernah kita pikirkan lagi, karena kita tahu benar bahwa dunia ini tidak pernah memberi jaminan kehidupan kekal, tetapi kebenaran Allah yang diam di dalam kita, akan membuat kita hidup seturut kehendak Allah, dan hanya orang yang hidup melakukan kehendak Allah yang diterima didalam Kerejaan Allah.

Disini perlu ada keputusan yang kita ambil dalam hidup untuk melepaskan atau meninggalkan semua kesenangan dunia dan hanya mau hidup menikmati Tuhan saja. Kalau kita berani mempertaruhkan hidup kita hanya untuk hal yang satu ini maka kesulitan hidup bukan lagi menjadi hal yang menakutkan bagi kita, karena dalam segala keadaan kita akan tetap bisa menikmati damai sejahtera Tuhan, damai sejahtera dari pada Tuhan itulah yang akan membuat kita kuat menghadapi segala persoalan hidup, dan kita akan bisa memiliki prinsip hidup seperti yang firman Tuhan katakan di dalam;

Habakuk 3:17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, 3:18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

Jadi yang kita pandang bukan lagi kehidupan hari ini, bukan kesenangan hari ini, bukan damai sejahtera yang sementara hari ini, tetapi pandangan hidup kita telah tertuju kepada kesenangan kehidupan kekal dan damai sejahtera kekal yang tidak dapat dirusak oleh apapun.

Oleh sebab itu, dalam segala keadaan hidup ini, kita harus menjaga seluruh gerak hidup kita supaya tetap kudus dan berkenan dihadapan Tuhan, sama seperti apa yang firman Tuhan katakan di dalam;

I Petrus 1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Jadi sebagai orang percaya kita harus berani untuk memiliki gaya hidup berbeda dengan dunia yaitu meninggalkan kesenangan dunia dan hidup menikmati Tuhan. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.

Baca juga Renungan :

Berjaga-jaga Dan Berdoa Supaya Tidak Jatuh Dalam Pencobaan

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2015 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For MENINGGALKAN KESENANGAN DUNIA DAN HIDUP MENIKMATI TUHAN