MENJADI ANAK ALLAH TIDAK OTOMATIS

renungan hari ini

Renunganhariini.com: Renungan Harian – Saudaraku, pada umumnya setiap orang percaya akan berpikir bahwa ketika kita telah ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus, maka secara otomatis kita telah menjadi anak-anak Allah.

Pertanyaannya adalah apakah benar demikian?. Sebab menjadi anak Allah itu artinya kita ikut mengambil bagian dalam kekudusan Allah. Dan untuk bisa mengambil bagian dalam kekudusan Allah maka kita harus masuk dalam proses didikan Allah.

Kenapa kita harus masuk dalam proses didikan Allah?, supaya kita bisa memiliki karakter diri dan menjadi pribadi seperti yang Allah kehendaki. Satu-satunya pribadi yang Allah kehendaki yaitu pribadi yang sama seperti Tuhan Yesus. Dengan kata lain kita harus berjuang untuk menjadi pribadi seperti Tuhan Yesus, supaya kita bisa diakui sebagai anak Allah yang sah.

Jadi kalau kita hanya menjadi orang percaya saja lalu kita merasa sudah menjadi anak Allah, ini keliru, ini salah. Kalaupun selama ini kita mengaku diri sebagai anak Allah, itu kan pengakuan kita saja, karena kita merasa sudah menjadi orang Kristen, apalagi menjadi Kristen sejak lahir, tetapi kita belum tahu apakah Allah mengakui kita sebagai anak-Nya atau tidak.

Ingat kita akan mengetahui apakah kita ini anak-anak yang sah atau tidak yaitu ketika kita telah berada dibalik kematian, dan di situlah Tuhan Yesus akan berterus terang apakah Ia mengenal kita sebagai anak-Nya atau tidak. Kalau pada akhirnya ditolak oleh Tuhan Yesus maka itu membuktikan bahwa kita bukan anak Allah yang sah, atau anak yang tidak diakui.

Pertanyaannya adalah, apakah orang Kristen yang mengaku diri sebagai anak-anak Allah masih bisa ditolak oleh Allah?. Jawabannya sederhana, “bisa”. Jangankan orang kristen biasa yang hanya mengaku diri sebagai anak Allah, orang kristen yang telah melayani Tuhan sekalipun tetap punya potensi ditolak oleh Allah, jika ia tidak hidup sesuai kehendak Allah.

Matius 7:21-23

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Dari kebenaran firman Tuhan ini kita bisa mengerti sekarang bahwa ternyata untuk menjadi anak Allah yang sah itu tidak mudah, sebab memerlukan perjuangan. Dan perjuangan itu adalah dengan cara, kita harus bersedia memberi diri untuk masuk dalam didikan Tuhan, supaya karakter kita terus dibentuk hingga menjadi pribadi yang sama seperti Tuhan Yesus.

Jadi jangan bangga kalau hanya menjadi orang Kristen yang hanya tercatat di KTP saja, sebab itu bukan jaminan menjadi anak-anak Allah yang sah. Satu-satunya jaminan untuk menjadi anak-anak Allah yang sah adalah dengan cara, selama masih hidup di dunia ini kita tidak lagi memberi diri untuk hidup mengikuti keinginan dunia, tetapi sepanjang hidup ini, kita hanya mau berjuang untuk hidup melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di Sorga.

Itulah kenapa pada renungan sebelumnya saya sudah sampaikan bahwa kita harus belajar untuk mematikan setiap keinginan diri kita, supaya semua keinginan yang ada dalam diri kita adalah merupakan keinginan Allah yang harus kita lakukan.

Kalau kita hidup saat ini kita mau berjuang terus merubah diri menjadi pribadi seperti Allah kehendaki, maka pada akhirnya dibalik kematian nanti kita akan menjadi orang-orang yang menang sesuai dengan apa yang firman Tuhan katakan dalam;

Wahyu  21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

Oleh sebab itu kita harus sungguh-sungguh berjuang untuk hidup terus dalam kekudusan Allah dengan tidak bercacat tidak bercela, supaya pada akhirnya Allah menemukan kita menjadi pribadi seperti yang Ia kehendaki. Tuhan Yesus memberkati kita semua.Amin.

You might like

About the Author: RHI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *