MENJADI MANUSIA ALLAH

RENUNGAN HARIAN 2048 Kali Dibaca

Renungan Harian KristenMenjadi Manusia Allah. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Tema renungan hari ini adalah, Menjadi Manusia Allah.

Kalau selama ini kita hanya mengerti bahwa setiap orang percaya adalah umat pilihan Allah, maka saat ini sebagai umat pilihan Allah kita harus memikirkan dengan serius untuk menjawab satu pertanyaan ini yaitu, “untuk apa kita dipilih oleh Allah?”.

Allah tidak mungkin memilih kita tanpa tujuan yang dikehendakiNya. Allah memilih dan memanggil orang-orang yang dikehendakiNya supaya menjadi manusia Allah.

Namun setelah dipilih, orang percaya tidak bisa lagi hidup sesuai dengan keinginan diri sendiri, akan tetapi harus hidup sesuai dengan kehendak Allah, karena orang yang dipilih itu ditentukan untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Baca Juga Renungan :

Memiliki Pribadi Kristus

Roma 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Ini artinya jika sebagai orang percaya kita tidak mau hidup sesuai dengan kehendak Allah, maka hal itu sama dengan kita menolak untuk menjadi orang-orang pilihan Allah. Menolak untuk menjadi orang-orang pilihan Allah berarti kita tidak berada dipihak Allah, dan orang yang tidak berada di pihak Allah berarti tidak dapat mengakui dirinya sebagai orang percaya, apalagi sampai mengkleim dirinya sebagai anak-anak Allah.

Menjadi Manusia Allah

Ilustrasi : Renungan Harian Kristen | Menjadi Manusia Allah | renunganhariini.com

Kenapa demikian?. Karena sebagai anak-anak Allah, kita harus hidup menggambarkan kepribdian Allah nyata di dalam hidup kita, sama seperti apa yang Tuhan Yesus sudah nyatakan dalam hidupNya.

Itulah kenapa fiman Tuhan katakan diatas tadi, Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.

Penting untuk memahami akan hal ini, supaya kita bisa memeriksa dan menyadari siapa diri kita sebenarnya saat ini, apakah kita tergolong sebagai orang pilihan Allah atau tidak. Sebab bagi orang-orang pilihan Allah maka cara hidupnya harus menggambarkan pribadi yang Allah kehendaki yaitu hidup sebagai manusia Allah.

Hidup sebagai manusia Allah berarti kita tidak boleh membiarkan diri kita terikat dengan cara hidup dunia, dimana apa yang kita kejar hanyalah segala sesuatu yang merupakan keinginan hati dan hawa nafsu dunia. Itulah kenapa firman Tuhan katakan jauhilah semuanya itu.

Kenapa sebagai manusia Allah kita harus menjauhi cara hidup dunia?.

Karena cara hidup dunia bukanlah cara hidup yang Allah kehendaki, dan itu tidak boleh dimiliki oleh setiap orang percaya, atau orang-orang yang benar-benar mau hidup sebagai anak-anak Allah.

I Timotius 6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. 6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. 6:11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

Perhatikan ayat firman Tuhan yang saya garisbawahi diatas, pada (I tomotius 6:11) Allah mau supaya kita menjauhi semuanya itu. Jadi kalau sampai saat ini kita belum bisa melepaskan diri dari segala keterikatan dengan cara hidup dunia, itu artinya kita belum bisa berkata bahwa kita adalah orang-orang pilihan Allah, atau kita adalah anak-anak Allah.

Baca Juga Renungan :

Apa Gunanya Harta Jika Jiwa Binasa

Hidup sebagai manusia Allah itu, target yang kita kejar berbeda dengan target yang dikejar oleh orang-orang dunia pada umumnya. Kalau orang dunia mengejar apa yang menjadi keinginan hati yang sarat dengan hawa nafsu dunia, maka sebagai manusia Allah yang harus kita kejar yaitu, keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran serta kelembutan.

Cara hidup seperti inlah yang Allah kehendaki harus nyata dalam kepribadian kita sebagai orang-orang pilihan Allah, dan inilah gaya hidup yang sudah Tuhan Yesus nyatakan.

Kebenaran ini akan membuat kita semakin mengerti bagaimana kita harus hidup sebagai orang percaya. Dan tentu menjalankan hidup yang benar sebagai orang percaya itu merupakan sebuah pertandingan bagi kita, dimana akhir dari pertandingan tersebut kita harus keluar sebagai pemenang.

I Timotius 6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

Jadi jelas bagi kita sekarang bahwa menjalankan hidup sebagai orang percaya, atau sebagai orang-orang pilihan Allah merupakan sebuah pertandingan iman yang harus kita hadapi, dan itu artinya kita tidak dapat menghindarinya.

Baca Juga renungan :

Pertandingan Yang Diwajibkan

Akhir dari pertandingan iman itulah yang akan membawa kita untuk merebut hidup kekal dan menerima mahkota kemuliaan yang telah disediakan Allah bagi orang-orang yang menang, yaitu orang-orang yang hidup takut akan Allah.

Kiranya kebenaran ini menyadarkan kita bahwa sesungguhnya hidup sebagai manusia Allah, adalah hidup idalam melakukan semua kehendak Allah Bapa di sorga.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Artikel by Frank Tutu | Copyright © 2015 – Original Content | renunganhariini.com

tags: ,

Related For MENJADI MANUSIA ALLAH