MENJADI SEMPURNA SEPERTI BAPA DI SORGA

RENUNGAN HARIAN 781 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Harian – Menjadi Sempurna Seperti Bapa Di Sorga. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita saat ini adalah; Menjadi Sempurna Seperti Bapa Di Sorga.

Saudaraku, kita harus sadar bahwa, hidup sebagai orang pecaya itu memiliki tuntutan yang sangat berat. Kenapa saya katakan demikian?. Karena menjalani kehidupan sebagai orang percaya tidaklah cukup dengan berkata kita percaya kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Menjalanai kehidupan sebagai orang percaya, itu artinya kita dituntut untuk menjadi sempurna sama seperti Allah Bapa di sorga.

Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Menjadi sempurna sama seperti Allah Bapa di sorga, bukan berarti kita harus menyamai Allah. Tetapi yang dimaksudkan dengan menjadi sempurna seperti Allah Bapa di sorga adalah, kualitas hidup kita, kualitas moral kita, harus sama seperti Allah.

Tentu hal ini tidak mudah, dan itulah yang seringkali saya katakan, menjadi orang kristen yang benar itu tidak gampang, karena harus terus berjuang supaya bisa mencapai kesempurnaan seperti yang Allah Bapa di sorga kehendaki.

Perjuangan yang kita lakukan itu memiliki tujuan yaitu supaya kita bisa berubah. Dan kita harus serius memperkarakan ini, sebab untuk merubah diri itu tidak mudah. Jadi untuk merubah diri itu harus diperjuangkan dengan sangat serius. Sebab ada hal yang haruss kita capai yaitu sempurna sama seperti Allah Bapa di sorga. Tetapi sekali saya harus tetakkan bahwa menjadi sempurna bukan berarti kita harus menyamai Tuhan.

Petanyaannya sekarang adalah, bagaimana caranya supaya kita bisa menjadi sempurna sama seperti Allah Bapa di sorga yang adalah sempurna?.

Tidak ada cara lain untuk menjadi sempurna selain, kita harus memiliki pikiran dan perasaan yang juga terdapat di dalam Kristus. Firman Tuhan katakan di dalam;

Filipi 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

Kenapa kita harus memiliki pikiran dan perasaan Kristus?. Tujuannya adalah supaya kita bisa memiliki frekuensi yang sama dengan Allah. Kita bisa nyambung dengan Allah. Moral kita juga bisa sama seperti Allah. Inilah takaran kesempurnaan yang dikehendaki oleh Allah Bapa di sorga.

Jadi dengan memiliki pikiran dan perasaan Kristus dalam hidup kita, maka hal ini menunju pada kualitas moral yang dimiliki oleh Allah Bapa di Sorga. Sebab seluruh gerak pikiran dan perasaan Tuhan Yesus itu menunjuk kepada apa yang Allah Bapa di sorga pikirkan dan apa yang Allah Bapa di sorga rasakan. Tentu tujuannya hanya satu yaitu supaya kita bisa menyatu dengan Allah, sehingga apa yang terlihat dari kehidupan kita adalah gaya hidup Tuhan Yesus. Itulah kenapa dalam doa Tuhan Yesus dikatakan;

Yohanes 17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Orang percaya yang mau sungguh-sungguh berjuang untuk hal yang satu ini, adalah orang-orang yang benar-benar rindu menjadi pribadi yang dikembalikan seperti rancangan Allah semula.

Menjadi Sempurna Seperti Bapa Di Sorga

Renungan Harian Kristen : Menjadi Sempurna Seperti Bapa Di Sorga | Renunganhariini.com

Disini yang perlu kita ingat adalah, setiap orang percaya memiliki panggilan untuk menjadi sempurna sama seperti Allah Bapa di sorga yang adalah sempurna. Menyadari panggilan kita untuk menjadi sempurna, itu artinya pikiran kita sudah tidak boleh lagi terbelah atau bercabang untuk perkara-perkara duniawi.

Kita harus sadar bahwa tujuan hidup kita itu hanya satu yaitu untuk memperagakan segala sesuatu yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga. Jadi kalau pikiran kita masih terbelah untuk perkara yang lain, itu artinya kita tidak bisa menyatu dengan Tuhan.

Kalaupun ada yang lain seperti bekerja, bisnis, usaha, dan lain sebagainya, yang masih kita lakukan, maka semuanya itu hanya sarana untuk melengkapi pencarian kita kepada Allah. Jadi itu bukan tujuan utama. Firman Tuhan katakan di dalam;

Filipi 3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.

Jadi kalau kita sudah ditangkap oleh Tuhan Yesus, maka kita harus berjuang, kita harus mengejar, dan menangkap apa yang Allah kehendaki, apa yang Allah mau, selera-Nya seperti apa, keinginan-Nya seperti apa, supaya kita bisa menangkap semuanya itu, lalu kita hidup melakukan semua yang menjadi kehendak-Nya itu.

Melakukan segala sesuatu sesuai selera Tuhan, atau sesuai keinginan Tuhan, itu menunjukan bahwa kita memiliki pikiran dan perasaan yang sama dengan Tuhan. Itulah kenapa firman Tuhan katakan supaya kita harus hidup sama seperti Kristus telah hidup. Kalau fokus hidup kita hanya diarahkan kepada kehendak Tuhan, maka kita pada akhirnya akan mencapai apa yang dinamakan kesempurnaan.

Oleh sebab itu fokus hidup kita tidak boleh membias, sebab kalau fokus kita masih membias maka tidak mungkin kita bisa mencapai kesempurnaan.

Orang yang mau mengarahkan hidupnya supaya mencapai kesempurnaan yang Tuhan kehendaki, maka sudah tidak boleh lagi memiliki keinginan, selera, atau gairah untuk segala sesuatu yang masih berhubungan dengan dunia.

Orang seperti ini akan melihat keindahan dunia sudah tidak lagi menarik bagi dirinya. Jadi semua keindahan dunia sudah menjadi pudar dimatanya. Keinginannya hanya satu melakukan kehendak Bapa dan hidup menyukakan dan menyenangkan hati Allah Bapa di sorga. Dan itulah yang Tuhan Yesus lakukan selama Ia masih hidup di dunia ini.

Kita harus ingat, orang yang sungguh-sungguh mengejar kesempurnaan saja masih nyaris tidak mungkin melakukan hal ini jika fokusnya masih membias, apalagi orang yang tidak sungguh-sungguh mau mengejar kesempurnaan seperti yang Allah kehendaki.

Itulah kenapa untuk mencapai kesempurnaan seperti yang Allah kehendaki, maka kita harus memiliki prinsip hidup yang benar yaitu, mencari Tuhan itu segalanya dan tidak perlu yang lain.

Ingat tadi saya sudah katakan, kalau ada yang lain yang harus kita kerjakan, itu hanya berguna untuk mendukung pencarian kita akan Tuhan. Jadi tidak boleh dibalik, dengan bekerja untuk menikmati kenyamanan hidup, lalu mencari Tuhan hanya tambahan saja.

Pncarian kita akan Tuhan, akan membuat kita menjadi berbeda dengan dunia ini. Dan itulah yang Tuhan kehendaki. Jadi mencari Tuhan bukan untuk memanfaatkan Tuhan, tetapi sebaliknya mencari Tuhan supaya kita bisa mengerti apa yang diinginkan Tuhan, lalu kita hidup melakukan semua keinginan-Nya. Inilah kekristenan yang benar.

Kekristenan yang benar menuntut kita untuk melepaskan diri dari segala ikatan dengan dunia, dan kita mengarahkan fokus hidup kita mengikuti jejak hidupnya Tuhan Yesus yaitu melakukan kehendak Allah Bapa di sorga.

Kalau kita mau sungguh-sungguh menjadi sempurna maka Allah telah memetraikan Roh Kudus di dalam kita. Roh Kudus akan menolong kita, Roh Kudus akan mengerami kita, menuntun kita, dan membawa kita kepada kebenaran sampai kita bisa lahir baru.

Kalau sudah lahir baru maka tujuan hidup kita sudah tidak lagi tertuju kepada kehidupan sebelum kematian, akan tetapi tujuan hidup kita sudah tertuju pada kehidupan dibalik kematian. Itulah yang sering saya sebutkan sebagai mempersiapkan masa depan hidup kita di kekekalan.

Ingat, tanpa kelahiran baru seseorang tidak akan selamat. Tetapi konyolnya banyak orang saat ini merasa sudah lahir  baru, padahal belum, sebab gaya hidupnya masih sama dengan dunia. Orang-orang seperti ini akan merasa sudah bertobat, padahal pertobatan mereka bukan pertobatan yang Tuhan kehendaki, sebab pertobatan yang Tuhan kehendaki adalah merubah kita dan membawa kita kepada kesempurnaan, sama seperti Tuhan Yesus. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga : Belajar Mengerti Apa Yang Tuhan Kehendaki

Renungan oleh Pdt Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2017 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: , ,

Related For MENJADI SEMPURNA SEPERTI BAPA DI SORGA