MENJADI UTUSAN TUHAN

RENUNGAN HARIAN 3615 Kali Dibaca

Doa : Ya Bapa, kami sungguh menyadari saat ini bahwa kami adalah utusanMu, oleh sebab itu mampukan kami untuk melakukan segala sesuatu selama kami berada didunia ini, sesuai dengan kehendakMu, supaya kami didapatkan berkenan sebagai utusanMu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

Ayat Firman Tuhan: Yohanes 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” 20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.

Selama ini seringkali setiap kita tidak pernah menyadari bahwa sesungguhnya menjalani kehidupan sebagai orang percaya, sebagai orang kristen, sebagai anak-anak Tuhan adalah sebuah perjalanan kehidupan seorang utusan. Dan kalau dikatakan utusan, berarti sebagai orang percaya kita harus pergi, kita harus berangkat, kita harus keluar untuk melaksanakan tugas yang diberikan sebagai seorang utusan yaitu, menyampaikan berita atau pesan dari orang yang mengutus kita.

Pertanyaannya sekarang sudahkah kita melaksanakan tugas yang diberikan kepada kita sebagai seorang utusan . . ?. Sebab kalau harus jujur, selama ini kita menjalani hidup bukan sebagai seorang utusan, tetapi sebaliknya yaitu cara hidup kita tidak berbeda seperti seorang pecundang, yang kerjaannya hanya menghasut, menipu demi untuk mencari sebuah kesenangan diri dan menikmati apa yang disebut percintaan dunia saat ini.

Padahal sebagai anak-anak Tuhan, sebagai orang percaya, sebagai orang kristen, seharusnya kita menyadari sungguh, bahwa tidak banyak orang yang mendapatkan kesempatan untuk menjadi seorang utusan dari Maha Raja, yang berkuasa atas seluruh isi langit dan bumi ini yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Kalau kita baca dengan teliti kebenaran Firman Tuhan didalam Yohanes 20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”, seharusnya kita ada pada sebuah kesadaran bahwa sebelum Tuhan Yesus memberikan Tugas kepada kita sebagai seorang utusan, Ia sudah terlebih dahulu memberikan upah-Nya kepada setiap orang yang akan diutusnya, yaitu apa yang selama ini dicari oleh banyak manusia dimuka bumi ini, dan yang dicari itu adalah “Damai sejahtera”.

menjadi utusan Tuhan

Kita juga harus menyadari sungguh bahwa damai sejahtera yang Tuhan berikan itu berbeda dengan damai sejahtera yang dunia berikan, karena damai sejahtera yang dunia berikan, kesenangan yang dunia berikan adalah sementara, tetapi damai sejahtera yang Tuhan Yesus Kristus berikan senantiasa bersifat kekal.

Disnilah letak kesalahan cara hidup orang percaya selama ini dimana kita lupa bahwa selama kita masih hidup di dunia ini berarti kita sedang hidup sebagai seorang utusan, dan tugas seorang utusan baru selesai jika ia telah menyampaikan pesan dari orang yang mengutusnya, kepada orang lain yang mau menerima pesan itu, dan sebenarnya pesan yang dibawah oleh seorang utusan kepada orang lain itu adalah pesan yang sama yang Tuhan Yesus bawa dari Bapa-Nya di Sorga yaitu damai sejahtera, kepada setiap orang yang mau menerima Dia sebagai Tuhan dan juruselamat.

Kita juga tidak pernah menyadari bahwa yang datang untuk mengutus kita sebagai seorang utusan itu adalah satu Pribadi yang paling mulia, pribadi yang paling dihormati dan yang paling berkuasa, dibumi maupun di Sorga, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Kalau kita mau sedikit saja membuka mata hati dan pikiran kita, lalu melihat keadaan diri kita sebagai manusia, siapakah kita ini sehingga Allah yang maha kudus didalam Tuhan Yesus Kristus mau berkenan datang untuk menjumpai kita yang adalah manusia berdosa, dan bukan saja datang tetapi datang membawah damai sejahtera, dan mempercayakan setiap orang yang mau percaya kepadaNya sebagai utusanNya.

Kalau kita baca terus dalam Yohanes 20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Ini artinya saat kita diutus kita tidak dibiarkan untuk pergi sendiri, berjalan sendiri, karena Tuhan tahu benar kalau kita berjalan sendiri kita tidak akan mampu untuk menghadapi godaan dunia yang begitu hebat, karena Tuhan tahu benar bahwa dunia ini ada dalam genggaman kuasa kegelapan. Oleh sebab itu Ia mempersenjatai setiap utusanNya dengan suatu pribadi yang mulia yaitu Roh-Nya yang Kudus yaitu Roh Kudus.

Tuhan memberi pendamping yang setia, yang akan selalu menemani kita dimanapun kita berada, dan Roh Kudus yang diberikan itu akan selalu menghadirkan sukacita dan damai sejahtera dari Allah, sehingga dalam keadaan apapun, baik itu susah, senang, sengsara, bahkan penderitaan sekalipun yang kita hadapi selama kita berada didunia ini, damai sejahtera-Nya akan selalu menyertai kita, sehingga dalam segala keadaan dan dalam segala hal kita mampu mengucap syukur kepada Allah, dan tetap berkata Dia Allah yang luar biasa, Dia Bapa yang baik, yang tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya.

Hanya orang-orang yang mau taat dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang utusan, merekalah yang akan menjadi sekutu Allah, dan sebaliknya setiap orang yang tidak mau taat menjalankan tugas mulia sebagai seorang utusan, maka mereka telah menjadikan diri mereka sebagai musuh Allah, sebagai seteru salib Kristus.

Itulah sebabnya mengapa dalam Filipi 3:17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. 3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. 3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. 3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, 3:21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

Kebenaran ini kembali mengingatkan kita, bahwa kalau kita hidup di dunia ini pikiran kita hanya semata-mata tertuju kepada perkara-perkara duniawi maka sesungguhnya kita telah menjadikan diri kita seteru salib Kristus.

Dengan kata lain kita diingatkan bahwa kalau kita tidak mau menjadi seterunya Tuhan, tidak mau menjadi musuhnya Tuhan, maka tidak ada cara lain selain kita harus hidup sama seperti cara hidup Kristus, sebab kurang dari itu berarti kita menjadi musuh-Nya, dan menjadi musuh Allah berarti kesudahannya pasti binasa didalam kekekalan.

Mari tanamkan beberapa hal ini didalam hati dan pikiran kita:

  1. Menjadi seorang utusan dari yang Maha Agung Tuhan Yesus Kristus, itu artinya menjadi bagian dari orang-orang pilihan, menjadi orang-orang yang berhak menerima kepercayaan dari yang Maha Tinggi untuk melaksanakan perintahNya. Menjadi orang-orang yang bisa membawa damai sejahtera kepada setiap orang yang ada disekitar kita setiap hari.
  2. Tidak banyak orang yang punya kesempatan untuk dijumpai oleh Tuhan secara pribadi yang datang membawa damai sejahtera dan memberikan Roh-Nya yang Kudus untuk setiap saat ada menemani kita dimanapun kita berada. Jadi bila saat ini engkau membaca kebenaran ini, itu artinya Tuhan sedang datang kepadamu dan mau mengingatkan engkau bahwa engkau adalah utusan-Nya.
  3. Orang yang tidak taat melakukan perintahNya sebagai seorang utusan telah menjadikan diriNya musuh Allah, dan apabila ia tidak menyadarinya itu berarti kesudahannya ialah kebinasaan.

Kiranya kebenaran ini kembali menyadarkan kita bahwa sesungguhnya selama kita masih hidup di dunia ini, kita ini adalah utusanNya Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Jika engkau merasa diberkati dengan renungan ini, maka berbagilah dengan orang-orang yang engkau kasihi, link renungan ini: renunganhariini.com. Amin.

tags: ,

Related For MENJADI UTUSAN TUHAN