MENUAI KEBINASAAN

RENUNGAN HARIAN 1460 Kali Dibaca

Renungan Harian Kristen – Selasa 10 Maret 2015. Menuai Kebinasaan.

Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, “Menuai Kebinasaan” menjadi tema renungan kita hari ini. Dari judul ini sebagai orang percaya seharusnya kita menyadari bahwa hidup kita ini masih memiliki potensi yang besar untuk binasa dalam kekekalan, karena ternyata bila kita tidak menjaga seluruh hidup kita supaya didapatkan kudus dan berkenan dihadapan Allah maka itu artinya kita tetap tinggal di dalam dosa, dan inilah yang yang menjadi potensi besar untuk menuai kebinasaan dalam kekekalan.

Ini sudah sering saya sebutkan sebagai sebuah kengerian yang sangat luar biasa, tetapi ternyata seringkali ada begitu banyak orang percaya atau anak-anak Tuhan yang tidak perduli dengan hal ini, bahkan terkesan masa bodoh, sehingga mereka tetap hidup mengikuti segala keinginan hati mereka yang lebih didominasi oleh keinginan daging.

Pada kesempatan ini saya ingin mengingatkan kita semua bahwa apa yang terjadi satu menit didepan kita, tidak ada seorangpun yang tahu. Jika demikian kenapa saat ini kita tidak serius untuk mengoreksi keadaan hidup kita dan memperbaiki diri dengan cara mengarahkan segenap kehidupan kita ini hanya untuk melakukan apa yang Tuhan kehendaki.

Ingat kalau kita terus hidup mengikuti keinginan dan kemauan kita yang semuanya hanya dipenuhi dengan keinginan daging maka itu sama dengan kita sedang mempermainkan Tuhan, dan firman Tuhan katakan Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan.

Firman Tuhan katakan di dalm Galatia 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Kebenaran firman Tuhan ini dimulai dengan sebuah peringatan yaitu jangan sesat”. Peringatan ini harus membuat kita menyadari bahwa jika kita tetap hidup dalam segala keinginan hawa nafsu diri yang merupakan keinginan daging, maka sesungguhnya kita sedang tersesat.

Lalu pada kalimat selanjutnya dikatakan “Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan” Seperti yang sudah saya sebutkan diatas bahwa bila kita terus hidup dalam keinginan daging kita, ini artinya kita sedang mempermainkan Tuhan.

Pertanyaan sekarang, seberapa kuat kita ini, seberapa hebat kita ini, seberapa supernya kita ini sehingga kita tetap hidup mempermainkan Tuhan, dan tidak pernah mau menyadari bahwa akibat dari cara hidup kita yang mengikuti keinginan diri sendiri akan membuat kita pada akhirnya menuai kebinasaan.

Menuai Kebinasaan

Ilustrasi : Renungan Harian Kristen – Menuai Kebinasaan | renunganhariini.com

Firman Tuhan katakan pada kalimat selanjutnya “Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” disinilah letak keadilan Allah, jadi keselamatan yang sudah Allah berikan lewat kasih karunia-Nya yang besar dengan jalan mengorbankan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal, menjadi sia-sia hanya karena keinginan diri kita sendiri.

Jadi jangan pernah berpikir “saya ini kan orang kristen, saya ini kan anak Tuhan, saya ini kan sudah menerima kasih karunia dan pasti diselamatkan jadi boleh hidup mengikuti keinginan diri saya dan menikmati apa yang saya mau” ini adalah pola pikir yang salah, bahkan harus keras saya katakan kepada kita semua kalau ada orang kristen yang masih memiliki pola pikir seperti ini, maka itu adalah sebuah kobodohan.

Allah tidak membiarkan diriNya dipermainkan artinya, Dia akan tetap setia pada diriNya sendiri, yang dimaksudkan dalam hal ini adalah Allah tidak dapat menyangkal haketNya, Allah tidak dapat melanggar hakekatNya sebagai Allah yang adil, yang akan memberikan hukuman terhadap apa yang disebut dosa.

Jadi sekalipun kita telah menerima kasih karunia tetapi tetap hidup dalam keinginan diri sendiri yang merupakan keinginan daging yang selalu membuahkan dosa, maka yang akan kita tuai pada akhirnya adalah maut, atau kebinasaan kekal.

Firman Tuhan katalkan di dalam Galatia 6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.

Jadi kalau kita masih ingin diselamatkan di dalam kekekalan nanti, maka bertobatlah saat ini juga dan jangan menunggu, karena seperti yang sudah saya katakan diatas tadi, satu menit kedepan kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi.

Mulailah untuk memaksa diri kita dan memberi diri kita hidup dalam pimpinan Roh yaitu dalam pimpinan Roh Kudus, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kita bisa mematikan setiap keinginan diri yaitu keinginan daging yang menguasai hati dan pikiran kita, dan mulai hidup hanya untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Allah.

Inilah yang dimaksudkan oleh firman Tuhan “tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu”

Jadi sekali lagi jika kita masih ingin diselamatkan dalam kekekalan, maka bertobatlah sekarang juga.

Jangan lupa untuk membaca juga renungan : HIDUP BERTAHAN DALAM PENCOBAAN.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

 

tags: ,

Related For MENUAI KEBINASAAN