MENUJU YERUSALEM BARU

RENUNGAN HARIAN 2620 Kali Dibaca

Renungan Harian – Minggu, 8 Februari 2015. Menuju Yerusalem Baru.

Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Seperti sebuah perjalanan menuju suatu tempat maka bila ada yang bertanya “mau pergi kemana ?” dengan cepat kita akan menjawab nama tempat yang akan kita tuju. Hidup orang percayapun harus mempunyai kepastian tujuan. Kalau saat ini masih ada orang percaya yang belum memiliki kepastian tujuan hidup, itu karena fokus hidupnya masih terikat dengan dunia ini, padahal orang percaya sesungguhnya sudah harus tahu bahwa tujuan terakhirnya hanya satu yaitu, menuju Yerusalem Baru.

Orang yang hendak pergi ke suatu tempat, misalnya keluar negeri maka segala sesuatu yang diperlukan selama perjalanan akan dipersiapkan dengan baik, tetapi hal terpenting yang tidak boleh dilupakan adalah paspor. Keadaan ini juga tidaklah berbeda dengan persiapan kita sebagai orang-orang percaya untuk menuju Yerusalem Baru.

Pertanyaannya adalah “apa yang harus dipersiapkan orang percaya untuk menuju Yerusalem Baru?”. Untuk bisa masuk ke Yerusalem Baru yang merupakan Kerajaan yang keindahannya tiada taranya itu, maka setiap orang percaya harus juga memiliki paspor kehidupan yaitu, hidupnya ditemukan berkenan dihadapan Allah dalam melakukan kehendak Bapa di sorga.

Firman Tuha katakan didalam, Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Jadi nama dari paspor yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya supaya bisa datang dan tinggal di Kerajaan Yerualem Baru adalah “hidup melakukan kehendak Bapa di sorga”.

Kebenaran ini sesungguhnya menjadi sebuah kunci, dimana kunci itu dapat kita pakai untuk membuka pintu kerajaan sorga. Dan untuk mendapatkan kunci itu maka dalam hari-hari hidup kita sebagai orang percaya harus diwarnai dengan gaya hidup melakukan kehendak Bapa di sorga, sama seperti Tuhan Yesus Kristus telah melakukannya.

Untuk melakukan kehendak Allah Bapa di sorga, maka kita harus berjuang dengan tekun, dimana pandangan hidup kita sudah harus diubah arahnya, artinya pandangan hidup kita sudah tidak lagi hanya tertuju kepada persoalan makan minum dan pakai, serta persoalan-persoalan hidup lain yang kita anggap itu memberi kesenangan bagi diri kita, tetapi sekarang pandangan hidup kita sudah harus ditujukan kepada perjuangan untuk melakukan kehendak Allah Bapa di sorga.

Menuju Yerusalem Baru

Ilustrasi : Renungan Harian – Menuju Yerusalem Baru | renunganhariini.com

Sebagian orang mungkin akan berpikir bahwa masih cukup banyak waktu yang ada, jadi saat ini mereka masih mengarahkan fokus hidup mereka untuk menikmati dunia dengan segala kesenangannya. Tetapi saat ini saya mau katakan kepada kita semua bahwa waktu itu tidak banyak lagi, waktu itu sudah semakin singkat, bahkan waktu itu sudah didepan mata.

Kenapa saya katakan waktu itu sudah didepan mata?. Karena tidak pernah ada seorangpun yang tahu kapan waktu itu datang, sebab kalau orang bisa berkata “bukankah firman Tuhan katakan waktu hidup kita 70 tahun?” ya firman Tuhan mengatakan demikian, bahkan kalau kita kuat bisa sampai delapan puluh tahun akan tetapi kesukaannya adalah kesukaran dan penderitaan.

Sesungguhnya kita tidak boleh menunggu dengan alasan apapun, jadi kita harus mulai mengarahkan hidup saat ini hanya untuk melakukan kehendak Bapa di sorga, karena itu paspor yang harus kita miliki sebelum waktu Tuhan tiba, dan jangan menunggu hari-hari terakhir barulah kita mau berjuang memiliki paspor kehidupan tersebut, sebab terkadang waktu kita tinggal sesaat lagi dan harus dipangil menghadap Allah Bapa di sorga.

Orang percaya yang masih menyia-nyiakan waktu hidupnya saat ini hanya untuk mengejar kesenangan dunia dan tidak melakukan kehendak Bapa di sorga, dan tidak sungguh-sungguh untuk mempersiapkan paspor kehidupannya untuk menuju Yerusalem Baru maka ia akan menyesal dan penyesalan itu tidak dapat mengubah segala sesuatu.

Firman Tuhan katakan didalam Matius 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Kebenaran ini sesungguhnya harus menjadi cambuk yang memaksa kita untuk mulai serius saat ini juga, berjuang mengarahkan hidup kita supaya didapatkan berkenan dihadapan Bapa di sorga, sebab bila Tuhan berterus terang pada akhirnya dan berkata “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan”. Keadaan inilah yang membuat penyesalan kita tiada artinya, meskipun penyesalan itu dengan menangis dihadapan Allah Bapa di sorga, bahkan mengeluarkan air mata darah sekalipun tidak akan sanggup mengubah keputusan Allah yang mengatakan “Aku tidak pernah mengenal kamu!”

Berjuanglah mulai saat ini saudarku, tinggalkan sekarang juga, bahkan detik ini juga, sekali lagi saya mau katakan dengan tegas, tinggalkan dunia ini dengan segala kesenangannya dan kejarlah kekudusan Allah, lakukanlah kehendak Bapa, supaya kita didapatkan berkenan dihadapanNya sehingga layak memperoleh paspor kehidupan untuk menuju Yerusalem Baru, yaitu Kerajaan kekal yang tiada duanya.

Jangan lupa untuk menyimak juga : Pergunakan Waktu Yang Ada

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: , ,

Related For MENUJU YERUSALEM BARU