MERINDUKAN TUHAN SEUMUR HIDUP

RENUNGAN HARIAN 1950 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianMerindukan Tuhan Seumur Hidup. Syalom saaudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan hari ini adalah, merindukan Tuhan seumur hidup.

Saudaraku, kalau kita mau jujur dan memeriksa hari-hari hidup kita, maka di sepanjang hari-hari hidup yang kita lewati ada begitu banyak kerinduan yang mengisi ruang hati kita, baik itu kerinduan hati terhadap orang-orang yang kita kasihi, kerinduan hati untuk memiliki sesuatu yang kita inginkan, kerinduan hati untuk memiliki pekerjaan yang lebih baik, kerinduan hati untuk memiliki rumah sendiri, mobil, motor, dan masih banyak lagi kerinduan hati yang lainnya yang terus memenuhi ruang hati kita setiap hari.

Yang menjadi persoalannya sekarang adalah, kita seringkali tidak pernah menyadari bahwa hampir semua kerinduan hati yang kita miliki itu sama sekali tidak memiliki nilai kekal, atau tidak memiliki dampak untuk kehidupan kita di kekekalan. Namun kita tidak pernah mau memikirkan hal itu dengan serius, karena kita selalu berpikir bahwa apa yang kita rindukan itu, apa yang kita inginkan itu adalah hal yang wajar, karena kita masih hidup di dunia. Hal inilah yang membuat ada begitu banyak orang percaya terjebak didalamnya dan memiliki potensi besar untuk jatuh didalam percintaan dunia.

Kalau semua kerinduan hati itu, kita anggap wajar karena alasannya kita ini masih hidup di dunia, maka yang menjadi pertanyaannya sekarang sebagai orang percaya, seberapa rindunya kita kepada Tuhan?.

Pertanyaan ini harus kita jawab dengan jujur, karena bila hati sudah dipenuhi dengan kerinduan terhadap berbagai perkara-perkara dunia, maka dapat dipastikan Tuhan sama sekali tidak lagi mendapat tempat didalam hati kita, dan kalau ini yang sedang terjadi dalam hidup kita sebagai orang percaya, atau sebagai anak-anak Tuhan, maka saya mau katakan bahwa kehidupan kita sedang berada dalam bahaya.

Merindukan Tuhan Seumur Hidup

Renungan Harian Kristen : Merindukan Tuhan Seumur Hidup

Kenapa demikian?, karena kita telah menempatkan Tuhan pada posisi yang salah dalam hidup kita, dimana tanpa kita sadari dengan memiliki berbagai kerinduan terhadap perkara-perkara dunia, itu artinya perkara-perkara dunia inilah yang menjadi tujuan hidup kita, lalu untuk mendapatkan semuanya itu kita menjadikan Tuhan sebagai jawaban, artinya pada akhirnya Tuhan hanya dimanfaatkan untuk bisa memenuhi setiap kerinduan hati kita terhadap perkara-perkara dunia tersebut.

Kalau ada orang percaya yang memiliki pola hidup seperti ini maka saya harus berkata, itu cara hidup yang konyol dan licik, dan orang-orang seperti ini, seperti yang saya katakan tadi bahwa hidupnya sedang berada dalam bahaya, dan sedang berjalan menuju kebinasaan.

Saudaraku, sebagai orang percaya yang benar-benar hidup dari kasih karunia Tuhan, maka seharusnya tidak boleh ada di hati kita kerinduan yang lain yang bisa mengalahkan kerinduan hati kita kepada Tuhan, sebab kalau ada kerinduan yang lain di hati kita lebih dari pada kita merindukan Tuhan maka hal itu sama dengan penyembahan berhala. Pemazmur berkata di dalam;

Mazmur 42:2 Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. 42:3 Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?

Orang percaya harus memiliki kerinduan kepada Tuhan seperti ini, bahkan seperti yang saya katakan pada judul renungan ini, kita itu harus merindukan Tuhan seumur hidup, sebab tanpa Tuhan, semua kehidupan kita tidak berarti apa-apa.

Sekarang cobalah kita berdiam diri sejenak dan pikirkan ini, apakah kita bisa menambah sedetik saja nafas hidup kita?. Ternyata tidak, kita tidak punya kuasa untuk menambah waktu hidup ini walaupun hanya sedetik saja, itulah kenapa pemazmur berkata “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah”

Kenapa kebenaran ini diungkapkan dengan sebuah ungkapan, seperti rusa merindukan sungai yang berair?. Kalau kita mau melihat lebih dalam lagi maka kebenaran ini sedang berbicara tentang sebuah kebutuhan hidup yang benar, dimana air menjadi tujuan dari apa yang rusa rindukan, dan begitupun dengan manusia, karena tidak ada seorangpun manusia yang bisa hidup tanpa air.

Dari kebenaran ini seharusnya kita bisa menangkap betapa dalamnya kesadaran sang pemazmur yang benar-benar memiliki kerinduan terhadap Tuhan, bahwa Tuhanlah satu-satunya air kehidupan yang ia butuhkan. Ia sadar benar bahwa hanya Tuhanlah yang dapat memuaskan dahaga jiwanya. Itulah kenapa ia berkata “jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup”.

Disini ada sebuah kerinduan hati yang digambarkan oleh pemazmur bahwa dihatinya tidak ada kerinduan yang lain selain kerinduannya kepada Allah, dan hal itu dapat dilihat dalam kalimat terakhir dari kalimat yang ia ucapkan “bilakah aku boleh datang melihat Allah”.

Orang-orang yang mau mengarahkan fokus hidupnya hanya kepada Tuhan dan menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya kerinduan hatinya, tidak akan pernah ditinggalkan Tuhan, sebab Dia Allah yang setia kepada janjiNya. Firman Tuhan katakan di dalam;

Yesaya 46:4 Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

Saudaraku, membaca kebenaran ini seharusnya kita menyadari akan cara hidup kita yang salah selama ini, karena dari kebenaran ini kita bisa menangkap bahwa hidup yang kita jalani ini begitu singkat, dimana firman Tuhan katakan, sampai masa tuamu, dan sampai putih rambutmu. Itu artinya manusia lahir kedunia menjalani hidup, sejak kanak-akan sampai masa tua dan kemudian mati, namun kalau kita perhatikan ayat firman Tuhan ini, maka ada janji Tuhan luar biasa yaitu “Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu”.

Persoalannya adalah Tuhan hanya akan menyelamatkan orang-orang yang selama hidup di dunia ini, hanya hidup melakukan KehendakNya. Itulah kenapa setiap saat di dalam setiap renungaan, saya selalu ingatkan supaya kita tidak lagi memiliki keinginan atau kerinduan yang lain, selain merindukan Tuhan saja. Saya katakan ini karena kita tidak selamanya akan hidup di dunia ini. Firman Tuhan katakan di dalam;

Mazmur 90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

Kalau cuma tujuh puluh tahun, bahkan seringkali ada yang tidak sampai mencapai tujuh puluh tahun sudah dipanggil Tuhan, ini adalah sebuah waktu hidup yang singkat sekali bila dibandingkan dengan kehidupan yang sesungguhnya di kekekalan.

Itulah kenapa saat ini kita harus mulai serius mempersiapkan diri kita, untuk menantikan Tuhan, dan firman Tuhan gambarkan dimana kita harus menjadi perawan suci bagi Tuhan, artinya seluruh gerak hidup kita harus ditemukan Tuhan tidak bercacat tidak bercela.

Seharusnya kerinduan hati kita saat ini hanya diarahkan kepada perkara yang satu ini, dan tidak ada lagi kerinduan yang lain, artinya kita harus mulai belajar hanya merindukan Tuhan sepanjang umur hidup kita sampai waktu Tuhan tiba bagi kita. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.

Jangan Lupa Baca Juga Renungan :

Mengingini Tuhan Lebih Dari Apapun

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2015 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: , , ,

Related For MERINDUKAN TUHAN SEUMUR HIDUP