ORANG PERCAYA HARUS BERBUAH

RENUNGAN HARIAN 3329 Kali Dibaca

Renunganhariini.com: Renungan Harian – Orang Percaya Harus Berbuah. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita saat ini adalah; Orang Percaya Harus Berbuah.

Saudaraku, sebagai orang percaya kita harus menyadari bahwa, setiap kita dituntut supaya berbuah. Yang dimaksudkan dengan berbuah disini, bukan sekedar kita bisa mengajak orang lain pergi ke gereja, lalu kita merasa bahwa kita sudah berbuah sesuai dengan kehendak Allah.

Jadi dalam hal ini kita harus tahu, buah seperti apa yang dikehendaki oleh Allah. Sebab kalau buah yang kita hasilkan bukanlah buah yang dikehendaki oleh Allah, maka buah itu menjadi sia-sia, karena buah itu menjadi tidak berkenan dihadapan Allah.

Pertanyaannya sekarang, buah seperti apa yang dikehendaki oleh Allah?. Buah Yang dikehendaki oleh Allah adalah, Bagaimana lewat hidup kita orang lain bisa tergiring hingga mereka bisa memiliki karakter yang sama dengan Tuhan Yesus Kristus. Ini adalah buah yang dikehendaki oleh Allah.

Jadi dalam hal ini kita tidak boleh menganggap dan berbangga, bahwa dengan membawa orang lain untuk hadir dalam sebuah ibadah, baik itu di gereja, atau di persekutuan doa, atau ibadah seperti kebaktian kebangunan rohani, dan berbagai kegiatan kerohanian lainnya, lalu kita berpikir bahwa itu artinya kita sudah berbuah.

Kalau kita berpikir seperti itu, maka kita telah terjebak dalam pola pikir yang salah. Sebab apalah artinya kita bisa mengajak orang lain ke gereja, tetapi orang tersebut tidak mengalami perubahan atau pembaharuan dalam gaya hidupnya.

Oleh sebab itu supaya kita bisa berbuah, dan buahnya itu adalah buah seperti yang dikehendaki oleh Allah, maka buah itu harus nyata dulu, terlihat dari setiap gerak hidup kita. Terlihat dari perkataan kita, perbuatan kita, tindakan kita, sikap hati kita, pola pikir kita, bahkan seluruh aspek kehidupan kita harus menunjukan buah seperti yang Allah kehendaki, yaitu memiliki karakter, atau pribadi yang sama seperti Tuhan Yesus.

Jadi kalau hanya sekedar mengajak orang ke gereja, itu belum bisa dijadikan ukuran bahwa kita sudah menghasilkaan buah. Sebab buah yang kita hasilkan harus seperti yang dikehendaki oleh Allah.

Itulah kenapa dalam hal ini, gereja memiliki tanggung jawab yang besar untuk mengubah setiap jemaatnya supaya menjadi buah-buah seperti yang dikehendaki oleh Allah. Gereja tidak boleh berpuas diri hanya dengan memiliki jumlah jemaat yang banyak. Untuk apa gereja memiliki jumlah jemaat hingga puluhan ribu, jikalau mereka tidak bisa diubah menjadi buah yang dikehendaki oleh Allah.

Saat ini kita bisa melihat ada fenomena, dimana gereja berlomba-lomba berjuang untuk memperbanyak jumlah jemaatnya dengan berbagai cara. Bisa dengan cara mendatangkan artis-artis terkenal, lalu melakukan berbagai promosi, supaya banyak jemaat yang hadir dalam ibadah. Tetapi hanya sampai disitu saja, karena jemaat kemudian tidak pernah diajar untuk berbuah seperti yang dikehendaki oleh Allah.

Bahkan saat ini, ada begitu banyak pengajaran yang membuat jemaat merasa nyaman dengan kehidupannya sebagai orang percaya. Sebab yang diajarkan adalah, didalam Tuhan pasti diberkati, asal percaya saja pasti selamat, karena keselamatan itu adalah anugerah.

Dengan pola pengajaraan seperti ini, maka jemaat Tuhan tidak lagi memiliki gairah untuk mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh, dan belajar mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan yang harus dilakukan.

Orang Percaya Harus Berbuah

Renungan Harian Kristen : Orang Percaya Harus Berbuah | Renunganhariini.com

Oleh sebab itu gereja Tuhan harus menyadari bahwa, isi dari tujuan pelayanan adalah bagaimana membawa dan mengubah setiap orang percaya, supaya bisa memiliki nurani seperti Tuhan Yesus Kristus. Kalau kita tidak bisa menggiring jemaat Tuhan sampai mereka berubah dan memiliki nurani seperti Tuhan Yesus Kristus, maka pelayanan kita menjadi sia-sia.

Kenapa demikian?. Karena buah yang dihasilkan itu, harus benar-benar berkenan kepada Allah. Kalau tidak berkenan kepada Allah maka akan dibuang oleh Allah. Ibarat pohon, kita ini adalah cabang yang dicangkokkan. Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang yang asli, terlebih lagi cabang yang hanya dicangkokkan. Firman Tuhan katakan di dalam;

Roma 11:21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu. 11:22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.

Firman Tuhan diatas selaras dengan kebenaran firman Tuhan yang ditulis di dalam;

Yohanes 15:1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

Kalau firman Tuhan katakan tetap dalam kemurahan-Nya artinya kita harus menyadari bahwa anugerah keselamatan yang sudah Allah berikan kepada kita, itu harus dikerjakan. Dan untuk mengerjakan keselamatan yang sudah kita terima itu perlu perjuangan, supaya kita bisa memiliki buah seperti yang dikehendaki Allah.

Oleh sebab itu, kita harus mulai memiliki prinsip hidup untuk hidup benar-benar, benar. Hidup benar disini adalah hidup sesuai dengan kehendak Allah. Jadi dalam hal ini, kalau kita mau benar-benar menjadi buah seperti yang dikehendaki oleh Allah, maka apapun yang bukan kehendak Allah tidak boleh kita lakukan.

Oleh sebab itu kita harus mulai mengambil keputusan untuk meninggalkan semua cara hidup kita, yang selama ini kita anggap itu menyenangkan dan membahagiakan. Kalau hal-hal itu tidak sesuai dengan kehendak Allah, maka kita harus tinggalkan, kita harus lepaskan, supaya kita bisa hidup seperti Kristus telah hidup, yaitu hanya menyukakan dan menyenangkan hati Bapa-Nya di Sorga.

Itulah kenapa gereja harus mengajarkan kebenaran firman Tuhan yang murni seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Dari pengajaran yang murni inilah, setiap pelayan Tuhan, mulai dari pendeta, pengerja, dan semua yang terlibat dalam pelayanan gereja, harus bisa memperagakan gaya hidup Tuhan Yesus Kristus. Hidup dalam kesalehan, hidup dalam kesucian dan kekudusan Allah, supaya jemaat juga tergarami dan tergiring untuk berbuah seperti yang Allah kehendaki.

Memiliki gaya hidup seperti Tuhan Yesus, adalah satu-satunya gaya hidup atau merupakan buah yang Allah Bapa di Sorga kehendaki. Itulah kenapa kita harus serius berjuang untuk memiliki standar hidup seperti Tuhan Yesus. Karena akan menjadi mustahil untuk hidup sama seperti Tuhan Yesus, kalau kita tidak mau berjuang. Orang yang tidak mau berjuang maka ia tidak mungkin bisa hidup sama seperti gaya hidup Tuhan Yesus.

Disini kita harus menyadari tuntutan hidup sebagai orang percaya. Dimana semua orang percaya dituntut harus berbuah. Menolak untuk berbuah berarti, menolak keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus, dan buah itu adalah memiliki karakter seperti Tuhan Yesus Kristus.

Oleh sebab itu yang dituntut adalah tanggung jawab kita sebagai orang percaya, yaitu kita harus berbuah, dan buah itu harus terlihat nyata dalam kehidupan kita. Jadi sebelum buah itu nyata dalam kehidupan kita, maka mustahil kita bisa berbuah dengan menggiring orang lain untuk memiliki karakter seperti Tuhan Yesus Kristus.

Satu hal yang perlu dicatat adalah, memiliki karakter Kristus itu mutlak atau harga mati yang harus  di bayar oleh setiap orang yang mengaku percaya kepada Allah. Sebab dengan memiliki karakter Kristus, maka pada titik tertentu kita akan menjadi sempurna sama seperti Allah Bapa di sorga yang adalah sempurna.

Saat ini ada begitu banyak orang percaya yang tidak berbuah, dan mereka tidak menyadari akan hal itu. Padahal berbuah itu adalah mutlak bagi setiap orang percaya, sebab jika kita tidak berbuah, maka kita akan terbuang dari hadapan Allah. Tidak berbuah artinya tidak memiliki karakter Kristus, dan itu artinya tidak menjadi serupa dengan Kristus. Padahal kita dituntut untuk hidup sama seperti Kristus telah hidup.

I Yohanes 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Itulah kenapa dalam hidup yang kita jalani saat ini, kita harus mengenakan Yesus sebagai perlengkapan senjata terang, supaya terang itu bisa menerangi setiap langkah kehidupan kita, selama kita masih hidup di dunia ini.

Satu hal yang perlu kita ingat adalah, setelah kita menerima keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus, kita harus sadar bahwa kita adalah orang berhutang kepada Roh, supaya kita hidup menurut pimpinan Roh.

Banyak orang percaya yang tidak menyadari bahwa mereka adalah orang berhutang. Sebaliknya mereka berpikir, dengan percaya kepada Tuhan Yesus, maka mereka bisa menuntut segala sesuatu dari Tuhan. Padahal sebagi orang berhutang, kita harus hidup sesuai dengan kehendak Tuhan dan bukan menuntut Tuhan mengikuti apa yang menjadi keinginan dan kehendak hati kita.

Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana supaya kita bisa berbuah?. Orang percaya yang mau hidupnya berbuah dan terus berbuah, maka ia harus menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya kesenangan hidupnya.

Menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya kesenangan hidup akan membuat seluruh hidup kita bisa menyukakan dan menyenangkan hati Tuhan. Tidak mungkin kita bisa menyukakan dan menyenangkan hati Tuhan, kalau kita tidak menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya kesenangan hidup kita. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga Renungan : Mengikat Hubungan Yang Benar Dengan Tuhan

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

 

tags: ,

Related For ORANG PERCAYA HARUS BERBUAH