ORANG PERCAYA YANG BENAR-BENAR PERCAYA

RENUNGAN HARIAN 2859 Kali Dibaca

Seringkali ketika berada didalam tekanan hidup, didalam persoalan, kita tidak akan mampu melihat rencana Tuhan karena kita selalu melihat kepada keadaan diri kita, apa yang sedang terjadi, apa yang sedang kita alami, lalu pada akhirnya kita mulai menyalahkan Tuhan seakan-akan Tuhan tidak menolong, Tuhan tidak mengadakan muziat.

Hal yang sering kali terjadi dalam hidup kita sebagai orang percaya adalah kita tidak pernah percaya akan janji Tuhan, walaupun kita sudah sering membaca firman Tuhan dan kita tahu bahwa Tuhan akan selalu menolong tepat pada waktuNya dan tidak pernah terlambat, tetapi tidak juga terlalu cepat.

Satu pelajaran berharga bisa kita petik dari kisah Abraham yang saat itu masih bernama Abram, dan kisah ini ditulis didalam Kejadian 15:1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.” 15:2 Abram menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.” 15:3 Lagi kata Abram: “Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku.”

Abhram yang saat itu sudah tua memandang kepada keadaan dirinya lalu ia akhirnya berpikir dengan pikirannya sebagai manusia dan samasekali ia tidak mampu melihat akan rencana Tuhan yang akan Tuhan kerjakan didalam hidupnya.

Ketika Abraham melihat keadaan dirinya, ia seakan-akan mempersalahkan Tuhan bahwa Tuhan tidak memberikan kepadanya keturunan, lalu ia berpikir pada akhirnya harta kekayaannya akan diwarisi oleh hambanya saat itu yaitu Eliezer.

Keadaan seperti ini juga yang sering terjadi dalam kehidupan kita sebagai orang percaya, dimana seringkali kita hanya memandang keadaan diri kita, memndang persoalan kita, sehingga kita tidak mampu melihat lagi bahwa kita ini adalah orang-orang yang telah menerima janji akan penyertaan Tuhan.

Saat orang percaya mulai memandang pada keadaan dirinya, mulai memandang kepada persoalan yang sedang dialaminya, maka mereka tidak akan pernah melihat mujizat Tuhan, karena memandang kepada keadaan diri sendiri artinya maka yang ia lihat hanyalah ketidakmampuannya dan keterbatasannya sebagai manusia biasa yang tidak akan mampu berbuat apa-apa, apalagi kalau umur hidupnya sudah semakin tua.

orang percaya yang benar-benar percaya

Dengan memandang kepada diri sendiri maka yang akan ditemukan hanyalah keputusasaan, ketidakberdayaan, dan inilah yang membuat mata iman kita sebagai orang percaya tertutup sehingga tidak akan mampu melihat apa yang menjadi rencana Tuhan yang besar dalam hidup setiap kita sebagai orang percaya.

Saat Abraham mulai mengeluh kepada Tuhan bahwa Tuhan tidak memberikan kepadanya keturunan sehingga yang nanti akan menjadi ahli warisnya adalah orang lain, maka Tuhan menyatakan apa yang akan Tuhan kerjakan dalam hidupnya.

Hal ini diungkapkan dalam Kejadian 15:4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: “Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu.”

Kalau kita berkeadaan seperti Abraham saat itu, sebagai manusia biasa mungkin saja kita berpikir mana mungkin ?, apalagi kalau kita melihat keadaan diri kita yang sudah tua dan tidak punya pengharapan lagi. Tetapi kalau orang percaya mau membuka mata hatinya dan tetap memandang Tuhan dengan iman, maka ketika perkataan yang Tuhan katakan kepada Abraham itu ditujukan kepada kita, disitulah kita percaya bahwa Ia sanggup melakukan segala perkara.

Firman Tuhan katakan selanjutnya dalam Kejadian 15:5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” 15:6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Sebagai orang Kristen, sebagai anak-anak Tuhan, seharusnya kita belajar menanti waktu Tuhan, kita belajar percaya kepada janji Tuhan sebab Ia adalah Allah yang senantiasa menepati janjiNya, dan janjiNya adalah ya dan amin. Kalau kita hanya katakan bahwa kita ini orang percaya karena kita kristen dan bukan percaya karena iman yang tertuju kepada Tuhan maka sesungguhnya kita sedang tidak percaya kepada Tuhan.

Ketika Allah berkata demikian dan Abraham percaya maka percaya itulah yang diperhitungkan Tuhan sebagai kebenaran dan iman itulah yang mampu menggerakkan hati Tuhan untuk menyatakan mujizat, jadi yang dibutuhkan oleh orang percaya adalah tindakan iman yang benar-benar percaya bahwa Dia adalah Allah yang sanggup melakukan segala hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, dan yang tidak ada menjadi ada.

Tetapi ingat mujizat yang Tuhan akan kerjakan dalam hidup setiap orang percaya bukan untuk kepentingan diri sendiri, yang akan membuat kita bisa menikmati dunia ini dengan segala kesenangannya.

Mujizat yang Tuhan nyatakan dalam kehidupan orang percaya adalah bagian dari rencana Allah, supaya orang percaya mampu berdiri dan menjadi saksi bagi banyak orang, menjadi berkat bagi banyak orang, supaya lewat hidup setiap orang percaya hari lepas hari kebenaran Tuhan terus dinyatakan dan banyak jiwa boleh dijangkau datang kepada Tuhan dan percaya kepad Tuhan.

Oleh sebab itu jadilah orang percaya yang benar-benar percaya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: ,

Related For ORANG PERCAYA YANG BENAR-BENAR PERCAYA