ORANG PERCAYA YANG TERPILIH MENJADI ANAK-ANAK ALLAH

RENUNGAN HARIAN 1600 Kali Dibaca

Renungan Harian Kristen Orang Percaya Yang Terpilih Menjadi Anak-Anak Allah. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Tema renungan hari ini adalah, orang percaya yang terpilih menjadi anak-anak Allah.

Tidak banyak orang percaya yang berpikir serius untuk hal yang satu ini yaitu, panggilan untuk menjadi anak-anak Allah di zaman kasih karunia yang diberikan Allah kepada semua manusia.

Pada akhirnya ada begitu banyak orang yang menolak, mengambil kesempatan untuk masuk dalam proses didikan Allah Bapa, yang bertujuan supaya setiap orang percaya bisa mengambil bagian hidup dalam kekudusan Allah, padahal proses inilah yang pada akhirnya membuat setiap orang yang mau masuk dalam didikan Bapa, mendapat pengakuan dari Allah Bapa si sorga menjadi anak yang sah.

Baca Juga Renungan :

Proses Menjadi Anak-Anak Allah

Banyak orang percaya menolak akan hal yang satu ini, karena mereka terjebak pada prinsip sekali selamat tetap selamat. Dan inilah yang membuat ada begitu banyak orang percaya lebih memilih untuk hidup menikmati dunia ini dengan segala kesenangannya.

Tahukah saudara bahwa memilih untuk hidup menikmati dunia dengan segala kesenangannya sama halnya dengan menolak kasih karunia Allah?. Bahkan di zaman dulu Esau pernah melakukan hal yang sama, dimana demi sepiring makanan (kejadian 25) ia rela menjual hak kesulungannya.

Orang Percaya Yang Terpilih Menjadi Anak-Anak Allah

Renungan Harian Kristen | Orang Percaya Yang Terpilih Menjadi Anak-Anak Allah | renunganhariini.com

Ibrani 12:16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. 12:17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Sekalipun Esau mencucurkan air mata, ia tidak beroleh kesempatan lagi untuk memperbaiki dirinya, yang pada akhirnya ia kehilangan berkat yang harus ia terima. Ini sama halnya dengan kasih karunia anugerah keselamatan yang Allah berikan bagi orang percaya, dimana bila sebagai orang percaya kita tidak menghargainya maka akan menjadi sia-sia kasih karunia tersebut.

Keselamatan yang sudah Allah berikan merupakan berkat yang tak ternilai, karena harus dibayar dengan darah yang mahal, darah yang kudus oleh pengorbanan Tuhan Yesus Kristus. Oleh sebab itu sebagai orang percaya kita harus menghargai kasih karunia ini. Itulah kenapa dikatakan dalam firman Tuhan kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar.

Baca Juga Renungan :

Bertubuh Dalam Kasih Karunia

Kalau saat ini sebagai orang percaya kita diberi kesempatan untuk masuk dalam gelanggang pertandingan dan harus berjuang dalam perlombaan yang diwajibkan, supaya pada akhirnya kita bisa keluar sebagai pemenang dan akan menerima hadiah yaitu kemuliaan yang disediakan oleh Allah Bapa di sorga, dimana kita akan menerimanya bersama-sama dengan Tuhan Yesus yang menjadi yang sulung diantara banyak saudara, ini adalah suatu penghargaan yang luar biasa.

Orang-orang yang menang inilah yang akan menjadi orang-orang yang namanya masuk dalam daftar kitab kehidupan dan dilayakkan untuk tinggal dalam Kerajaan Bapa di sorga.

Saudaraku sadarlah bahwa tidak ada kesempatan yang lebih berharga dari kesempatan ini, yaitu kesempatan untuk menjadi anak-anak Allah yang sah, yang akan dimuliakan bersama-sama dengan Kristus.

Kalau untuk sebuah kesempatan kerja dengan nilai gaji yang cukup tinggi, kita akan berjuang mati-matian supaya bisa diterima dalam pekerjaan tersebut, maka seharusnya untuk hal yang bernilai kekal ini kita harus meresponinya lebih dari apapun.

Kita harus memandang ini sebagai sebuah kehormatan dimana diberi kesempatan untuk bisa menjadi anak-anak Allah. Dan untuk menjadi bagian dari umat pilihan Allah, itu memiliki pertaruhan yang sangat mahal.

Itulah kenapa sebagai orang percaya kita harus menerima kesempatan yang Allah berikan ini dengan ucapan syukur yang tak putus-putusnya. Namun sekali lagi saya harus tegaskan bahwa kesempatan untuk memiliki “hak” menjadi anak-anak Allah ini harus dikerjakan dengan takut dan gentar, karena ini menyangkut kehidupan kekal.

Baca Juga Renungan :

Kedahsyatan Kekekalan

Efesus 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 1:6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

Menjadi umat yang dipilih untuk masuk dalam perlombaan yang diwajibkan itu sebuah penghargaan yang luar biasa, dan disinilah kita harus berjuang mati-matian, untuk mengerjakan keselamatan tersebut.

Kenapa saya katakan demikian?. Karena firman Tuhan katakan “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.” (Matius 22:14).

Saudaraku ingat, perjalanan Bangsa Israel menuju tanah Kanaan, sejak mereka keluar dari mesir?. Ini adalah Bangsa yang dipilih oleh kedaulatan Allah, jadi bukan karena perbuatan mereka, tetapi oleh kasih karunia Allah, dan hal ini tidak dapat dibantah oleh siapapun.

Dalam perjalanan mereka menuju tanah Kanaan pada akhirnya tidak semua mereka berhasil masuk kesana, akibat dari pemberontakan mereka terhadap Allah, maka Allah bertindak atas mereka, dan pada akhirnya hanya beberapa generasi yang tersisa saja yang berhasil masuk sampai ke tanah yang dijanjikan Allah kepada Mereka.

Hal ini juga akan berlaku sama pada umat pilihan di zaman Perjanjian Baru ini, artinya bila ada orang percaya yang tidak sungguh-sungguh meresponi kesempatan yang Allah berikan lewat kasih karunia ini, maka ia tidak akan menjadi bagian dari orang-orang yang dipilih menjadi anak-anak Allah yang sah.

Tahukah saudara bahwa dengan menjadi umat pilihan, itu sama halnya dengan memiliki karunia sulung Roh. Esau memiliki kesempatan itu tetapi ia menganggap rendah hak kesulungannya yang pada akhirnya ia kehilangan kesempatan berharga untuk menerima berkat tersebut.

Bagi setiap kita orang percya, kesempatan ini harus benar-benar dijadikan sebagai kesempatan terindah di dalam hidup kita. Karena bila tidak, maka hal itu sama dengan kita menyia-nyiakan keselamatan yang telah di berikan oleh Allah. Dan tentu kesalahan ini akan berujung pada kebinasaan kekal.

Baca Juga Renungan :

Kesempatan Berharga

Saudaraku, jangan sia-siakan waktu yang masih ada ini. Kalau selama ini kita masa bodoh dengan kesempatan yang Tuhan berikan ini, maka sekarang berbaliklah kepada Allah dan berikan dirimu untuk masuk dalam proses didikan Allah.

II Korintus 5:9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. 5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Itulah kenapa kita harus menjaga seluruh gerak hidup kita supaya didapatkan terus berkenan dihadapan Allah. Sebab bila kita tidak berkenan dihadapanNya, sama halnya dengan kita tidak akan mungkin di akui sebagai anak-anak Allah, dan dengan demikian tidak akan mendapat bagian hidup di dalam KerajaanNya.

Ubalah cara hidup kita mulai saat ini, dan jadilah orang percaya yang terpilih menjadi anak-anak Allah dengan mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Artikel by Frankt Tutu | Copyright © 2015 – Original Content | renunganhariini.com

tags: ,

Related For ORANG PERCAYA YANG TERPILIH MENJADI ANAK-ANAK ALLAH