ORANG YANG PATUT DISEBUT ANAK-ANAK ALLAH

RENUNGAN HARIAN 1484 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Harian – Orang Yang Patut Disebut Anak-Anak Allah. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita saat ini adalah; Orang Yang Patut Disebut Anak-Anak Allah.

Saudaraku, selama ini ada begitu banyak orang percaya atau orang kristen yang begitu mudahnya mengkleim diri mereka sebagai anak-anak Allah. Hal itu terjadi, karena mereka merasa sudah percaya kepada Allah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, maka secara otomatis telah menjadi anak-anak Allah. Firman Tuhan katakan di dalam;

Yohanes 1:11 – 13

1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Menjadi anak-anak Allah adalah kasih karunia, tetapi yang menjadi persoalannya sekarang adalah, sudah patutkah kita menyebut diri sebagai anak-anak Allah?. Sebab dengan menyebut diri kita sebagai anak-anak Allah, maka dalam seluruh gerak hidup kita, yang diperagakan dalam sikap, tindakan, perkataan, perbuatan, sampai kepada pikiran dan perasaan, itu semua harus menunjukan  karakter sebagai anak-anak Allah.

Perlu kita sadari, menjadi anak-anak Allah itu bukan hanya statusnya, tetapi harus benar-benar memiliki kepribadian atau berkeadaan seperti Allah. Dalam hal ini harus menjadi pribadi yang sama dengan Tuhan Yesus, supaya kita layak disebut sebagai anak-anak Allah. Sebab oleh korban Tuhan Yesus Kristuslah maka kita dimungkinkan menjadi anak-anak Allah. Inilah anugerah yang kita terima dari Allah.

Oleh sebab itu sebagai orang percaya kita harus memeriksa seluruh keberadaan hidup kita saat ini, apakah kita sudah layak dan patut disebut sebagai anak-anak Allah atau belum?. Sebab untuk menjadi anak-anak Allah yang sah, yang diakui oleh Allah sendiri sebagai anak-anak-Nya, standarnya adalah standar hidup Tuhan Yesus Kristus.

Jadi menjadi anak-anak Allah itu tidak cukup dengan mengaku percaya kepada Allah di dalam nama Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat hidup kita. Ingat apa yang firman Tuhan katakan di dalam;

1 Yohanes 2:6

2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Kalau firman Tuhan katakan wajib, itu artinya kita harus ikuti. Sebab kalau kita tidak mengikuti apa yang firman Tuhan katakan, itu berarti kita tidak menuruti perintah Allah. Dan tidak menuruti perintah Allah, itu sama dengan memberontak kepada Allah. Bagaimana mungkin orang yang memberontak kepada Allah bisa disebut sebagai anak-anak Allah.

Kita perlu ingat, Lucifer dibuang oleh Allah keluar dari Kerajaan sorga karena ia memberontak kepada Allah, sebab ia ingin menyamai Allah. Adam di usir oleh Allah karena memberontak kepada Allah, dengan cara memakan buah yang dilarang oleh Allah.

Lalu bagaimana mungkin kita bisa menyebut diri kita anak-anak Allah, kalau cara hidup kita masih sama dengan Lucifer atau sama dengan Adam yang memberontak kepada Allah saat itu.

Apa yang dilakukan oleh Lucifer atau Adam berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus, dimana Tuhan Yesus dalam keadaan-Nya sebagai manusia biasa, Ia berjuang untuk tetap taat melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga. Prinsip hidup-Nya seperti apa yang firman Tuhan katakan di dalam;

Yohanes 4:34

4:34 Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Ingat sekali lagi, Tuhan Yesus hidup dalam ketaatan penuh melakukan kehendak Allah Bapa di sorga, bukan dalam keadaan sebagai orang yang berkuasa atau sebagai anak Allah yang memerintah sebagai Raja. Sebab saat Ia datang ke dunia ini, Ia mengosongkan dirinya dari segala kekuasaan-Nya sebagai Raja, dan menjadi sama dengan manusia. Firman Tuhan katakan di dalam;

Filipi 2: 7 – 8

2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Orang Yang Patut Disebut Anak-Anak Allah

Renungan Harian : Orang Yang Patut Disebut Anak-Anak Allah | Renunganhariini.com

Itulah kenapa menjadi pribadi seperti Tuhan Yesus adalah satu-satunya pribadi yang berkenan kepada Allah Bapa di sorga. Karena ketaatan Tuhan Yesus dalam melakukan kehendak Allah Bapa di sorga, maka Ia begitu dikasihi oleh Allah Bapa di sorga. Firman Tuhan katakan di dalam;

Matius 17: 5

17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”

Kalau dikatakan “dengarkanlah Dia” itu sama artinya dengan apa yang Tuhan Yesus katakan, apa yang Tuhan Yesus lakukan, cara hidup seperti itulah yang harus kita ikuti.

Bila melihat kepada perjalanan hidup Tuhan Yesus selama Tuhan Yesus masih ada di dunia ini, maka untuk menjadi taat kepada Allah Bapa dalam melakukan segala kehendak-Nya tidaklah mudah. Sebab dalam keadaan sebagai manusia biasa Tuhan Yesus pun di goda dengan berbagai kesenangan hidup dunia. Hal itu terjadi saat iblis mencobainya;

Matius 4:8 – 10

4:8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,

4:9 dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”

4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Saat semua kemegahan dunia itu ditawarkan oleh iblis, Tuhan Yesus tidak tergiur dengan apa yang ditawarkan. Dan apa yang Tuhan Yesus katakan “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Perkataan Tuhan Yesus ini membuktikan bahwa Tuhan Yesus lebih memilih taat kepada Allah Bapa di sorga, dari pada menerima tawaran menikmati kesenangan hidup dunia dengan kemegahannya yang hanya sementara.

Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana dengan hidup kita sekarang?. Sebab saat ini iblis tidak datang seperti pada waktu ia datang kepada Tuhan Yesus dan menawarkan semua kemegahan dunia saat itu.

Kita harus sadar bahwa dunia ini di dalam kekuasaan iblis, dan secara tidak langsung setiap saat kita diperhadapkan kepada berbagai tawaran-tawaran kenikmatan hidup dunia yang begitu menggiurkan.

Kalau mau jujur, tanpa kita sadari ada begitu banyak diantara kita yang setiap saat telah menerima tawaran iblis, yaitu dengan cara membiarkan diri tenggelam dalam berbagai kenikmatan hidup dunia saat ini, sekalipun kita menganggapnya sebagai realitas hidup yang wajar. Padahal sesungguhnya tidak. Sebab hidup yang wajar bagi orang percaya adalah ketika kita hidup hanya melakukan kehendak Allah Bapa di sorga, walaupun cara hidup seperti ini dianggap tidak wajar bagi orang-orang dunia.

Memberi diri hidup menikmati kesenangan dunia sama dengan memberi diri jatuh dalam percintaan dengan dunia. Dan orang yang bergaul dengan dunia, bersahabat dengan dunia, hidup dalam percintaan dengan dunia, sama dengan menjadikan dirinya musuh Allah. Firman Tuhan katakan di dalam;

Yakobus 4:4

4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Sekarang yang menjadi pertanyaan yang harus kita jawab dengan jujur adalah, pantaskah kita menyebut diri kita sebagai anak-anak Allah?, padahal kita hidup memberontak kepada Allah dengan cara memberi diri terikat dengan hidup dalam percintaan dunia.

Pantaskah orang yang telah menjadikan dirinya musuh Allah seperti yang firman Tuhan katakan, lalu dengan bangga bisa mengkleim bahwa dirinya adalah anak-anak Allah?.

Ingat sekali lagi, standar hidup sebagai anak Allah adalah standar hidup-Nya Tuhan Yesus Kristus. Sebab standar hidup Tuhan Yesus itulah yang menjadi standar hidup yang Allah Bapa di sorga kehendaki, dimana dengan hidup sama seperti Tuhan Yesus telah hidup, maka kita akan digiring sampai pada kesempurnaan yang Allah Bapa di sorga kehendaki. Apabila kita tidak sungguh-sungguh hidup sama seperti Tuhan Yesus telah hidup maka, seharusnya kita malu mengkleim diri sebagai anak-anak Allah.

Orang yang akan diakui sebagai anak-anak Allah adalah orang yang memberi seluruh hidupnya hanya untuk melakukan semua kehendak Allah Bapa di sorga, dalam ketaatan penuh, tunduk dalam kedaulatan Allah. Dan itulah yang telah Tuhan Yesus peragakan selama Ia masih hidup di dunia ini. Orang-orang seperti inilah yang disebut sebagai pemenang atau lebih dari pemenang. Dan orang-orang seperti inilah yang akan di layakkan masuk dalam Kerajaan Allah Bapa di sorga. Firman Tuhan katakan di dalam;

Wahyu 21: 7

21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

Kebenaran firman Tuhan ini seharusnya menyadarkan kita bahwa, kita harus berjuang dengan sungguh-sungguh hidup melakukan kehendak Allah Bapa di sorga supaya kita pantas disebut sebagai anak-anak Allah.

Orang-orang yang pada akhirnya tidak diakui oleh Allah sebagai anak-anak-Nya, maka seperti yang firman Tuhan katakan, mereka akan dibuang ke dalam lautan api yang menyala-nyala.

Wahyu 21:8

21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”

Periksalah seluruh keberadaan hidup kita saat ini saudaraku, jika hidup kita belum sama seperti hidup-Nya Tuhan Yesus, maka bertobatlah, kembalilah kepada Allah, hiduplah takut akan Allah dan lakukanlah semua yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga, supaya hidup kita berkenan dihadapan-Nya dan kita layak disebut sebagai anak Allah yang sah. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua.Amin.

Baca juga : Berjuang Untuk Masuk Kerajaan Sorga

Renungan oleh Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2017 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: , ,

Related For ORANG YANG PATUT DISEBUT ANAK-ANAK ALLAH