PANGGILAN ISTIMEWA DARI TUHAN

RENUNGAN HARIAN 1680 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianPanggilan Istimewa Dari Tuhan. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan kita saat ini adalah, Panggilan Istimewa Dari Tuhan.

Saudaraku, sebagai orang percaya kita harus mengerti bahwa kita memiliki panggilan istimewa dari Tuhan. Persoalannya seberapa banyak diantara kita yang mau benar-benar meresponi panggilan yang istimewa dari Tuhan tersebut.

Orang percaya yang mau menerima panggilan yang istimewa dari Tuhan, bukan berarti perjalanan hidupnya tanpa risiko apa-apa. Sebaliknya bagi orang-orang yang menolak panggilan Tuhan, juga bukan berarti hidupnya tanpa risiko. Sebab hidup yang kita jalani selama kita masih hidup di dunia ini semuanya memiliki atau ada risikonya yang harus kita tanggung.

Kita harus menyadari bahwa karya keselamatan yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus Kristus diatas kayu salib, adalah merupakan panggilan bagi setiap manusia yang mau percaya kepada-Nya. Sebab apa yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus Kristus merupakan anugerah keselamatan yang diberikan oleh Allah Bapa di sorga, supaya barang siapa percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal. Semuanya itu diberikan, karena betapa Allah mengasihi dunia ini dan manusia ciptaan-Nya.

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Setiap orang yang mau menerima panggilan istimewa dari Tuhan, maka ia harus membayar harga dari panggilan itu dengan mempersembahkan segenap hidupnya hanya bagi Tuhan. Sebab menerima panggilan istimewa dari Tuhan berarti kita memberi diri untuk hidup dalam penguasaan dan dominasi Tuhan sepenuhnya. Jadi dalam hal ini semua gaya hidup yang lama, yaitu hidup mengikuti kehendak diri sendiri harus ditanggalkan.

Orang yang menerima panggilan Tuhan tetapi masih hidup mengikuti keinginan diri sendiri yang penuh dengan hawa nafsunya, maka ia tidak akan mungkin berkenan kepada Tuhan. Sebab dengan menerima panggilan Tuhan, itu berarti seluruh hidup kita harus selaras dengan keinginan Tuhan saja dan tidak ada yang lain.

Abraham saat dipanggil oleh Tuhan untuk keluar meninggalkan urkasdim, ia memilih untuk hidup taat dalam pengendalian Tuhan. Ketaatan Abraham bukan tanpa risiko sebab ia harus keluar dari urkasdim meninggalkan kampung halamannya, bahkan meninggalkan semua orang-orang yang dikasihinya, lebih dari itu ia juga harus meninggalkan semua kesenangan hidup yang ia miliki selama tinggal dikampung halamannya.

Ketaatan Abraham untuk hidup dalam dominasi Allah memang bukan tanpa risiko, tetapi ketaatannya telah membawanya menjadi bapa sejumlah besar bangsa, seperti yang firman Tuhan katakan di dalam;

Kejadian 17:3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: 17:4 “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 17:5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

Panggilan Istimewa Dari Tuhan

Renungan Harian Kristen : Panggilan Istimewa Dari Tuhan | Renunganhariini.com

Jadi sebagai orang percaya kita harus menyadari bahwa, Allah memanggil kita untuk hidup di dalam-Nya bukan tanpa tujuan. Setiap orang yang menerima panggilan Allah pasti ada di dalam rencana Allah. Disinilah kita harus berjuang untuk menemukan apa yang dikehendaki Allah dalam hidup kita.

Seringkali begitu sulit bagi kita untuk benar-benar hidup di dalam panggilan Allah. Hal ini karena kita masih mau mempertahankan cara hidup kita yang lama, padahal semua kehidupan kita yang lama bila dipertahankan maka akan membawa kita kepada kebinasaan. Firman Tuhan katakan di dalam;

Efesus 4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Kalau sekarang kita mengerti bahwa panggilan Tuhan yang begitu istimewa akan membaharui hidup kita, supaya pada akhirnya kita tidak binasa di dalam kekekalan, masih maukah kita untuk mempertahankan kehidupan kita yang lama hanya karena ingin memuaskan hati dengan berbagai keinginan dan hawa nafsu diri yang akan membawa kita kepada kebinasaan?.

Hanya orang-orang yang bodoh saja yang mau mempertahankan cara hidup yang lama, yaitu hidup mengikuti kehendak diri sendiri, atau dapat dikatakan hidup mengikuti cara hidup dunia yang akan membawa dirinya kepada kebinasaan.

Saudaraku, kalau kita tahu bahwa mengikut Tuhan dan hidup dalam pimpinan-Nya ada risikonya, dan tetap hidup dalam cara hidup dunia juga ada risikonya, maka kita harus menentukan pilihan hidup yang tepat, bukan untuk hidup kita hari ini, tetapi untuk masa depan kehidupan kita di kekekalan nanti.

Tujuh puluh tahun kita hidup di dunia ini adalah waktu hidup yang sangat singkat bila dibandingkan dengan waktu hidup kita di kekekalan nanti. Buah dari risiko hidup yang kita pilih saat ini baru akan nyata setelah kita ada dibalik kematian.

Kalau saat ini kita memilih untuk menerima panggilan Tuhan yang begitu istimewa, itu artinya risikonya kita harus menanggalkan semua cara hidup kita yang lama, keinginan akan dunia ini dengan segala kesenangannya harus ditanggalkan dan dimatikan dari dalam diri kita, dan kita hidup dalam kehidupan yang baru, yaitu hidup dalam pimpinan Roh Kudus, melakukan semua kehendak Allah Bapa di sorga, tetapi pada akhirnya dibalik kematian nanti, Allah telah menyediakan bagi kita kemuliaan kekal yang tak dapat dibandingkan dengan apapun juga yang ada di dunia ini.

Kalau saat ini kita tetap mengeraskan hati, dan tetap mempertahankan cara hidup kita yang lama dengan mengikuti cara hidup dunia, maka semua kenikmatan hidup dunia itu akan bertahan hanya seumur hidup kita di dunia ini, namun pada akhirnya dibalik kematian nanti yang kita tuai adalah kebinasaan kekal dalam api neraka.

Pertanyaannya sekarang, mana yang akan kita pilih?. Tetap hidup dengan cara hidup dunia yang akan menuai kebinasaan di kekekalan nanti, atau kita mau menerima panggilan Tuhan yang begitu istimewa yang akan membuat kita menuai kemuliaan di kekekalan nanti.

Setiap manusia memiliki kehendak bebas, tetapi sebagai hamba Allah, saya hanya ingin ingatkan dan katakan kepada, jangan sia-siakan masa depan hidupmu di kekekalan nanti, hanya karena kenikmatan hidup dunia yang tidak lebih dari tujuh puluh tahun selama kita hidup di dunia ini.

Kiranya kebenaran ini semakin membuat kita mengerti betapa panggilan Tuhan itu begitu berharga bagi kehidupan kita di kekekalan nanti, sebab Allah tidak ingin melihat kita binasa di dalam api neraka. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca juga Renungan : Hidup Dalam Pertobatan Yang Benar

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: , ,

Related For PANGGILAN ISTIMEWA DARI TUHAN