PENYESATAN DALAM HIDUP ORANG PERCAYA

RENUNGAN HARIAN 1266 Kali Dibaca

Renungan Harian Kristen Penyesatan Dalam Hidup Orang Percaya. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Tema renungan hari ini adalah, Penyesatan Dalam Hidup Orang Percaya.

Selama ini banyak orang percaya tidak pernah menyadari bahwa sesungguhnya ada penyesatan dalam kehidupan orang percaya yang sudah berlangsung begitu lama, bahkan mungkin sudah ratusan tahun.

Penyesatan yang dimaksudkan disini adalah banyak orang percaya yang begitu mudahnya mengkleim dirinya berstatus sebagai anak Allah. Bahkan hal ini sudah seperti mendarah daging dalam kehidupan setiap orang percaya.

Tentu hal ini terjadi karena ada pengajaran-pengajaran yang disampaikan, yang memberi kesan secara tidak langsung maupun secara langsung, bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat maka secara otomatis telah menjadi anak-anak Allah.

Hal inilah yang membuat banyak orang percaya atau banyak orang kristen yang merasa begitu mudahnya masuk sorga, atau paling tidak mereka merasa berhak masuk sorga karena sudah berstatus sebagai anak-anak Allah, padahal untuk mendapatkan pengakuan dari Allah bapa ada proses yang harus di lewati.

Baca Juga Renungan :

Proses Menjadi Anak-Anak Allah

Setiap orang percaya yang ingin menerima pengesahan sebagai anak-anak Allah itu bukan secara otomatis, tetapi harus melewati proses, yaitu menjalankan hidup didalam kekudusan Allah. Persoalannya adalah apakah ia mau mengambil bagian untuk hidup di dalam kekudusan Allah atau tidak.

Mengambil bagian dalam kekudusan Allah sama dengan mengenakan kodrat ilahi, atau sama dengan memiliki karakter seperti Kristus, dan dengan demikian orang percaya dapat membangun hubungan persekutuan dengan Allah serta dapat berinteraksi dengan Allah Bapa di sorga.

Jadi untuk menjadi anak-anak Allah itu bukan sekedar percaya, karena yang dinamakan percaya itu tidak sesederhana itu. Sebab percaya bukan hanya berdasarkan pengaminan akali atau persetujuan pikiran, yang membuat seseorang dapat berkata “aku percaya”, akan tetapi percaya kepada Kristus berarti setiap orang percaya harus hidup melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga.

Penyesatan Dalam Hidup Orang Percaya

Renungan Harian Kristen | Penyesatan Dalam Hidup Orang Percaya | renunganhariini.com

Kita bisa melihat Tuhan Yesus sendiri dalam menjalankan misi Bapa-Nya di sorga, Ia memilih taat untuk melakukan kehendak Bapa-Nya di sorga, dan barulah di usiaNya tiga puluh tahun, Ia mendapat pengesahan dari Bapa di sorga.

Matius 3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Jadi bagi orang percaya yang benar-benar mau menjadi anak-anak Allah yang di akui oleh Allah Bapa di sorga sebagai anak-Nya, maka harus masuk dalam proses didikan sebagai anak-anak Allah.

Ibrani 12:5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; 12:6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” 12:7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? 12:8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.

Kalau kita tidak mau masuk dalam didikan Allah Bapa lewat proses perubahan dari anak gampang “anak tidak sah(Yun: nothos)”, menjadi “anak yang sah (Yun : huios)” supaya kita bisa mengerti apa yang menjadi kehendak Allah, maka kita tidak akan mungkin berkenan kepada Allah Bapa di sorga.

Keadaan inilah yang saya sebutkan sebagai penyesatan dalam hidup orang percaya. Namun selama ini ada begitu banyak orang percaya atau orang kristen yang tidak menyadari akan hal ini. Dan malangnya lagi, ada orang-orang yang merasa bahwa mereka sudah sah menjadi anak-anak Allah, hanya karena percya kepada Yesus.

Keadaan ini akan membuat begitu banyak orang percaya yang tidak pernah menyadari bahwa ada perlombaan yang diwajibkan bagi setiap orang percaya.

Ibrani 12 :1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Baca Juga Renungan :

Pertandingan Yang Diwajibkan

Jadi percaya kepada Yesus berarti dalam menjalankan hidup ini yang harus kita pandang adalah cara hidup Yesus, seperti yang firman Tuhan katakan, “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan” Disinilah perlombaan yang diwajibkan kepada setiap kita sebagai orang percaya.

Baca Juga Renungan

Kesetiaan Dalam Iman Percaya Kepada Allah

Mengerti akan kebenaran ini, hendaklah kita sebagai orang percaya tidak dengan mudah lagi mengaku sebagai anak Allah yang sah, dan dengan begitu mudahnya bisa masuk sorga. Sebab orang yang tidak mau menyerahkan diri untuk masuk dalam proses perubahan dari anak gampang menjadi anak yang sah, maka ia tidak akan diakui oleh Allah sebagai anak-Nya.

Oleh sebab itu kalau sekarang kita sudah mengerti bahwa untuk menjadi anak-anak Allah itu perlu perjuangan, maka ambillah keputusan sekarang juga untuk masuk dalam didikan Allah sebelum terlambat dan kita tidak punya kesempatan lagi untuk merubah diri.

Ingat penyesatan dalam hidup orang percaya akan membuat, orang-orang yang tidak menyadari akan hal ini terbuang dalam kebinasaan. Oleh sebab itu sadarlah mulai sekarang jangan biarkan diri kita disesatkan oleh berbagai pengajaran yang akan menggiring kita kepada kebinasaan, sebab bila saatnya tiba Allah akan menghakimi semua orang menurut perbuatannya, tanpa memandang muka.

Kiranya kebenaran ini mengubah pola pikir kita yang salah selama ini tentang pengakuan diri sebagai anak-anak Allah. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Artikel by Frank Tutu | Copyright © 2015 – Original Content | renunganhariini.com

tags: ,

Related For PENYESATAN DALAM HIDUP ORANG PERCAYA