PERCAYA KEPADA ALLAH

Renunganhariini.com – Renungan Harian: Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Menjadi orang percaya yang benar-benar percaya kepada Allah bukanlah suatu hal yang mudah. Sebab ketika kita berkata kita percaya kepada Allah, itu artinya kita menyerahkan seluruh hidup kita kepada Allah.

Percaya itu artinya penurutan akan kehendak Allah. Dengan demikian, ketika kita mengaku percaya kepada Allah itu berarti kita tidak boleh lagi hidup dalam pemerintahan diri sendiri. Kalau kita mau periksa kembali seluruh gerak hidup kita, maka selama ini sebenarnya kita masih hidup dalam pemerintahan diri kita sendiri, artinya banyak hal yang kita lakukan selama ini, tanpa kita sadari kita masih melakukan apa yang menjadi keinginan diri kita sendiri.

Ketika Tuhan Yesus mengajarkan doa Bapa Kami, sesungguhnya Tuhan Yesus hendak mengajarkan kepada kita percaya kepada Allah dengan benar, dimana kita tidak boleh lagi hidup dalam pemerintahan diri sendiri tetapi sudah harus membiasakan diri untuk hidup dalam pemerintahan Tuhan. Hal ini seperti yang ditulis dalam;

Matius 6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Artinya sekalipun kita masih hidup di dunia ini, cara hidup kita sudah harus seperti hidup dalam pemerintahan Allah, dimana bukan kehendak kita lagi yang kita turuti, tetapi semua yang kita lakukan harus merupakan kehendak Allah.

Belajar dari cara hidup Tuhan Yesus, sesungguhnya itulah cara hidup percaya kepada Allah secara benar, sebab apa pun yang Tuhan Yesus lakukan selama Ia masih hidup di dunia ini, semua yang dilakukan-Nya adalah merupakan kehendak Allah Bapa di sorga. Itulah kenapa Tuhan Yesus berkata; “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. (Yohanes 4:34).

Percaya Kepada Allah
Renungan Harian: Percaya Kepada Allah

Percaya kepada Allah secara benar itu berarti kita harus hidup tanpa keinginan diri sendiri, sebab semua keinginan kita harus merupakan keinginan Allah. Semua cita-cita kita juga harus merupakan cita-citanya Allah, visi dan misi kita pun haruslah visi misi Allah yang kita jalankan, jadi sepenuhnya hidup kita ada dalam pemerintahan Allah.

Saat Tuhan Yesus hidup di dunia ini, Ia hidup penuh ketaatan dalam kedaulatan Allah Bapa di Sorga. Artinya Ia tidak lagi memikirkan keadaan diri-Nya sendiri, sekali pun Ia tahu benar bahwa dalam menjalankan misi Bapa-Nya di Sorga, hal itu akan membawa-Nya kepada penderitaan yang luar biasa. Itulah kenapa saat Ia berdoa di taman Getsemani Ia berkata;

Matius  26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Dari kalimat doa-Nya kita bisa melihat dan mengerti ada kegentaran yang luar biasa, karena Tuhan Yesus harus menghadapi beban yang begitu berat, dimana Ia tahu akan masuk dalam penderitaan yang luar biasa, tetapi karena ketaatan-Nya kepada Allah Bapa, Ia tetap memikul beban penderitaan itu di pundak-Nya dan tetap berkata “jadilah seperti yang Engkau kehendaki ya Bapa”. Hal itu menunjukkan betapa Tuhan Yesus benar-benar percaya kepada Allah Bapa.

Bagaimana dengan hidup kita selama ini?, pernahkah kita berkata kepada Allah jadilah kehendak-Mu ya Bapa. Selama ini kita hanya menuntut supaya Allah mau menuruti dan menyelesaikan apa yang menjadi keinginan kita. Dengan kata lain kita selalu meminta supaya Allah menuruti keinginan diri kita, kehendak diri kita. Dan itu artinya kita tidak pernah hidup dalam pemerintahan Allah.

Tidak hidup dalam pemerintahan Allah sama dengan kita tidak percaya kepada Allah. Oleh sebab itu, kita harus menyadari cara hidup kita yang salah selama ini, kita harus bertobat, dan dengan jujur kita mau berkata kepada Allah “apa pun yang Engkau mau, perbuatlah bagiku seturut kehendak-Mu”. Kiranya kebenaran ini menyadarkan kita untuk hidup benar-benar percaya kepada Allah. Amin. Renungan oleh: Pdt.Franky Tutuhatunewa 

You might like

About the Author: RHI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *