PERJUMPAAN PRIBADI DENGAN TUHAN

RENUNGAN HARIAN 4460 Kali Dibaca

Renungan Harian Kristen – Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, “Perjumpaan Pribadi Dengan Tuhan” akan menjadi tema renungan kita hari ini. Selama ini kita sering mendengar kesaksian-kesaksian dari orang lain atau dari hamba-hamba Tuhan yang menyaksikan perjumpaan mereka secara pribadi dengan Tuhan.

Terkadang dari kesaksian yang kita dengar tersebut kita akan berpikir bahwa itu sesuatu yang luar biasa atau hamba Tuhan tersebut luar biasa sehingga bisa mempunyai pengalaman perjumpaan pribadi dengan Tuhan, bahkan yang lebih ekstrim lagi seringkali kita akhirnya memandang orang tersebut atau hamba Tuhan tersebut sebagai orang yang di urapi Tuhan atau dipakai oleh Tuhan.

Benarkah demikian?. Seharusnya sebagai orang percaya kita menyadari bahwa Tuhan itu selalu ada buat semua orang yang mau datang dan senantiasa mau mencari Dia. Tuhan senantiasa mau berjumpa dengan orang-orang yang sungguh-sungguh haus akan Dia, jadi secara pribadi kita juga bisa memiliki pengalaman perjumpaan pribadi dengan Tuhan.

Lalu kenapa orang lain bisa memiliki perjumpaan pribadi dengan Tuhan dan kita tidak ?. Jawabannya sederhana, karena kita tidak sungguh-sungguh mencari Dia, kita tidak sungguh-sungguh menyediakan waktu untuk berjumpa secara pribadi dengan Tuhan. Kalaupun kita datang kepada Tuhan seringkali yang kita bawa hanyalah beban hidup kita, persoalan kita, masalah kita, dan yang kita minta hanyalah apa yang menjadi kebutuhan kita supaya Tuhan cukupi.

Dengan sikap seperti ini menunjukan bahwa sesungguhnya kita tidak memiliki rasa hormat yang pantas kepada Tuhan, padahal sebagai orang percaya kita harus tunduk sepenuhnya dalam pengaturan Tuhan, bukan sebaliknya kitalah yang mengatur Tuhan sesuka hati kita.

Sebagai orang percaya yang ingin memiliki perjumpaan pribadi dengan Tuhan maka tidak ada cara lain selain kita harus memiliki rasa lapar dan haus akan kebenaran Tuhan, dan itulah yang dikatakan dalam Matius 5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

Jadi dalam hari-hari hidup yang kita jalani, kerinduan kita akan perjumpaan dengan Tuhan harus lebih dari apapun, oleh sebab itu setiap hari kita harus menyediakan waktu yang khusus untuk berjumpa dengan Tuhan, kita harus membangun mezbah secara pribadi untuk membawa ucapan syukur kita kepada Tuhan, didalam pujian dan penyembahan kita secara pribadi.

Firman Tuhan katakan dalam Ibrani 13:15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.

Perjumpaan Pribadi Dengan Tuhan

Ilustrasi : Renungan Harian Kristen – Perjumpaan Pribadi Dengan Tuhan

Jadi disini kita harus belajar untuk menghargai Tuhan secara benar sebagai pribadi yang Agung dan yang Maha kudus. Saat membangun mezbah pribadi dengan Tuhan ini, kita harus belajar untuk merendahkan diri sepenuhnya dalam hadirat Tuhan, artinya kita tidak datang untuk membawa beban hidup kita, tetapi kita mau datang dengan membawa ucapan syukur kepada Allah, sehingga disaat seperti itulah kita boleh merasakan kehadiran Tuhan, kita boleh mengalami Tuhan, saat kita diam dan merenung akan kebenaran-kebenaran firmanNya.

Kalau hal ini kita lakukan setiap hari, maka rasa haus dan lapar akan Tuhan akan mendominasi segenap hati dan pikiran kita, dan itu tak dapat digantikan dengan apapun, sehingga setiap saat kerinduan kita untuk berjumpa dengan Tuhan dalam hadiratNya akan terus mendorong kita untuk datang kepada Tuhan.

Orang yang terus membangun persekutuan dengan Tuhan setiap hari, akan mampu untuk merasakan kehadiran Tuhan setiap saat dalam hidupnya, walaupun kehadiran Tuhan itu tidak secara riil atau secara nyata, tetapi ia akan memiliki kepekaan roh untuk merasakan kehadiranNya, sehingga dimanapun ia berada, selalu ada ucapan syukur yang terucap “terima kasih Tuhan untuk kehadiranMu”.

Persekutuan dengan Tuhan seperti inilah yang dimaksudkan oleh firman Tuhan Yohanes 20:29 Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Jadi pengalaman perjumpaan pribadi dengan Tuhan tidak harus karena kita bisa melihat kehadiran Tuhan dengan mata jasmani kita, tetapi dari dalam hati kita akan mampu melihat kehadiran Tuhan dengan mata batin kita, dan ini yang disebut sebagai mengalami Tuhan setiap hari.

Ingat saudaraku, Dia selalu ada untuk kita setiap saat. Persoalannya maukah kita mencari Dia dengan segenap hati kita dengan tidak membawa kepentingan diri tetapi hanya membawa korban ucapan syukur yang memuliakanNya?.

Jangan lupa untuk simak juga : Selain Engkau Tidak Ada Yang Ku Ingini Di Bumi

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: ,

Related For PERJUMPAAN PRIBADI DENGAN TUHAN