PERTOBATAN YANG BENAR

RENUNGAN HARIAN 9984 Kali Dibaca

Dalam perjalanan kehidupan ini seringkali kita menjumpai ada orang-orang yang mengambil keputusan untuk meninggalkan cara hidupnya yang lama yaitu meninggalkan hidup yang penuh dengan percintaan dunia dan bertobat kembali kepada Tuhan, dan memiliki kehidupan yang baru.

Hal semacam ini biasanya kadang terjadi karena orang tersebut baru saja melewati sebuah keadaan hidup dimana ia melihat pertolongan Tuhan yang dinyatakan atas hidupnya, baik itu mengalami mujizat disembuhkan dari sakit yang parah, atau bahkan kembali kepada Tuhan karena usahanya yang bangkrut, dll.

Setelah bertobat kemudian ia memiliki sebuah kehidupan yang baru, misalnya yang tadinya suka clubing sekarang tidak clubing lagi, yang suka merokok, sekarang tidak merokok lagi, yang suka mabuk, sekarang tidak mabuk lagi, yang tidak pernah ke gereja lalu sekarang setiap minggu ke gereja, dan masih banyak lagi.

Disisi lain ada juga orang-orang yang bertobat karena mendengar khotbah bahwa ini sudah akhir zaman dan Tuhan sudah segera datang, atau pada akhirnya ia mau bertobat karena takut menghadapi kematian, dan semua ini hanya sebuah alasan yang bisa membuat seseorang mengambil keputusan untuk bertobat.

Pertanyaannya sekarang apakah pertobatan ini adalah pertobatan yang benar . . ?. Sebab kalau seseorang bertobat hanya karena ia takut mati, atau ingin dipulihkan usahanya oleh Tuhan, atau karena mengalami mujizat disembuhkan dari sakit, dan berbagai macam alasan lainnya, ini belum menjadi sebuah bukti bahwa itu adalah pertobatan yang benar.

Kita harus mengerti bahwa pertobatan seorang anak Tuhan atau pertobatan kristiani bukan hanya sampai kepada berhenti berbuat dosa yang merupakan pelanggaran-pelanggaran moral secara umum, ini bukan pertobatan kekristenan yang sesungguhnya, sebab pertobatan itu adalah pembaharuan pikiran.

Firman Tuhan katakan didalam Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Kebenaran firman Tuhan ini mengandung sebuah peringatan atau perintah Tuhan untuk setiap orang percaya berubah atau bertobat namun memerlukan proses perjalanan yang panjang, karena untuk mengalami pembaharuan pikiran dalam waktu yang sangat singkat itu tidak mudah seperti kita membalik telapak tangan, apalagi kalau pertobatan itu terjadi hanya karena alasan-alasan tertentu seperti yang sudah diungkapkan diatas.

Lalu bagaimana pertobatan yang benar itu . . ?. Pertobatan yang benar sesuai dengan kebenaran firman Tuhan diatas adalah pertobatan yang harus terjadi atau berlangsung setiap hari secara terus menerus dalam sepanjang langkah kehidupan setiap orang percaya sehingga setiap orang percaya pada akhirnya bisa memiliki pikiran dan perasaan Kristus.

Jadi untuk memiliki pikiran dan perasaan Kristus sehingga seseorang pada akhirnya bisa membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna, perlu waktu yang panjang, artinya tidak hanya berhenti melakukan perbuatan pelanggaran moral umum saja, tetapi setiap orang percaya harus masuk dalam proses belajar akan kebenaran firman Tuhan, membangun persekutuan yang intim dengan Tuhan hari lepas hari secara terus menerus.

Didalam proses inilah baru kita akan mengerti apa yang menjadi isi hati Bapa, apa yang menjadi kehendakNya, apa yang menjadi kerinduanNya, lalu pada akhirnya yang timbul dalam hati setiap kita sebagai orang percaya adalah memiliki kerinduan untuk berjumpa dengan Bapa di sorga melebihi segala-galanya yang ada didunia ini.

Keadaan ini akan membuat hati kita akan semakin bergairah untuk menanti-nantikan Tuhan dengan penuh rasa rindu. Kenapa . . ?, karena firman Tuhan katakan dalam Matius 24:36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.”

Jadi pertobatan yang terjadi dalam kehidupan orang percaya bukan karena takut kiamat, bukan karena takut mati, bukan karena sekedar mau berhenti melakukan perbuatan melanggar moral umum, namun pertobatan orang percaya yang sesungguhnya adalah ketika ia menyadari bahwa hidupnya sepenuhnya milik Tuhan, dan Tuhan berhak atas hidupnya, sehingga ia akan belajar terus menerus sepanjang sisa hari hidupnya untuk mengerti pikiran dan perasaan Allah Bapa di sorga, dan menjalani hidup ini dengan mengenakan pikiran Kristus.

Kiranya kebenaran ini membuka pikiran kita sebagai orang percaya dan membawa kita kepada pertobatan yang sesungguhnya didalam Tuhan kita Yesus Kristus. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: ,

Related For PERTOBATAN YANG BENAR