PERTUMBUHAN MANUSIA ROHANI

RENUNGAN HARIAN 2661 Kali Dibaca

Renungan Harian – Jumat, 6 Fbruari 2015. Pertumbuhan Manusia Rohani

Pertumbuhan manusia rohani kita sebagai orang percaya tidaklah berbeda dengan kehidupan seorang anak balita yang baru mulai tumbuh. Sejak kecil kita sudah dibawah kegereja, diajar untuk mengenal Tuhan lewat sekolah minggu, beranjak ke ibadah remaja, terus beranjak lagi mengikuti ibadah pemuda, lalu dalam proses pembelajaran ini kita mulai mengenal siapa itu Tuhan Yesus, apa yang sudah Tuhan Yesus lakukan sampai kepada pengorbanan-Nya untuk menebus kita dari segala dosa.

Sampai dititik ini kita diberikan pengertian bahwa ternyata pengorbanan Tuhan Yesus itu karena Ia ingin menyatakan betapa Ia mengasihi kita sebagai umat ciptaan Allah, dan Ia tidak ingin ada seorang manusiapun yang binasa.

Dalam proses pembelajaran kita mengenal Tuhan, dengan semakin bertumbuhnya iman percaya kita kepada Tuhan, maka dalam doapun kita memanggil nama Tuhan dengan sebutan Bapa. Ini artinya iman percaya kita telah menyatakan disuatu sisi Ia adalah Allah yang layak disembah, namun disisi yang lain hati kita juga mengakui bahwa Allah adalah orang tua kita. Ini membuktikan bahwa pertumbuhan manusia rohani kita semakin bertumbuh ke arah yang benar.

Dari dua gambaran ini maka seharusnya kita mulai mengerti bahwa ternyata ada sebuah sinergi antara pertumbuhan manusia secara jasmani dengan pertumbuhan manusia rohani kita, yang keduanya memiliki sebuah muara yang sama yaitu menjadi dewasa.

Bila ternyata dalam perjalanan kehidupan ini yang kita temukan adalah, terdapat sebuah ketidak seimbangan dalam pertumbuhan kehidupan manusia jasmani kita dengan pertumbuhan manusia rohani kita atau dapat dikatakan manusia batiniah kita, maka kesimpulannya pasti ada kesalahan dalam masa pendidikan tersebut.Kesalahan itu biasanya datang dari pengaruh lingkungan dimana kita hidup.

Yang selalu menjadi korban adalah pendidikan rohani kita yang salah sehingga manusia batiniah kita tetap seperti bayi. Padahal usia masa pendidikannya sama dengan usia pendidikan umum yang kita jalani mulai sejak balita.

Pendidikan rohani yang salah disini, bisa datang dari dalam keluarga, atau dari pergaulan hidup, atau bisa juga dari berbagai pengajaran yang disampaikan lewat mimbar gereja, majalah rohani, buku rohani, traktat, renungan harian, dan berbagai media lainnya yang membuat kita akhirnya juga terlanjur memberi nilai yang salah terhadap keberadaan Tuhan, dan itu yang membuat manusia batiniah kita tidak pernah dibaharui atau tidak bertumbuh ( 2Korintus 4:16).

Lalu bagaimana kita bisa melihat bahwa ternyata manusia batiniah kita ini tidak pernah bertumbuh, atau tetap seperti seorang bayi ?. Salah satu ciri yang paling jelas adalah kita belum menaruh percaya kita sepenuhnya kepada Tuhan.

Sampai kepada pernyataan ini saya berharap saudara tidak menaruh curiga kepada apa yang saya kemukakan, sebab apa yang saya kemukakan ini adalah gambaran dari sikap hidup kita sebagai orang percaya yang masih tetap ingin menjadi seperti seorang bayi yang selalu diberi susu oleh orang tuanya setiap saat, padahal dari ukuran umur kita sudah tidak lagi anak-anak, remaja, atau pemuda, tetapi kita telah masuk dalam ketegori orang dewasa, dan sudah terbiasa dengan makan makanan yang keras, bahkan sudah menerima predikat baru dengan sebutan orang tua.

Coba sejenak kita bayangkan bila ada orang yang sudah tua tapi masih bertingkah laku seperti anak-anak.

Firman Tuhan katakan didalam, Ibrani 5:12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. 5:13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. 5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Coba kita jujur mengoreksi hati nurani kita saat ini, apa yang saat ini kita sedang harapkan dari Tuhan ?. Bila kita harus berkata jujur maka semua yang kita harapkan dari Tuhan saat ini hanya bermuara kepada kepentingan pribadi kita dan bukan kepada kepentingan Tuhan.

Contoh sederhana:

  1. Bila saat ini kita sedang menderita sakit penyakit, maka yang kita harapkan saat ini adalah mujizat Tuhan supaya kita disembuhkan, dan kita tidak pernah berpikir bahwa kalau kita menderita sakit, itu akibat dari cara hidup kita yang salah dalam menjaga kesehatan.
  2. Bila saat ini rumahnya masih ngontrak maka yang kita pikirkan atau kita inginkan kalau boleh Tuhan berikan berkat supaya bisa beli rumah sendiri.
  3. Yang sudah punya motor, masih memiliki keinginan untuk membeli mobil.
  4. Dll.
Pertumbuhan Manusia Rohani

Ilustrasi : Renungan Harian – Pertumbuhan Manusia Rohani | renunganhariini.com

Ini sama persis dengan gambaran diatas dimana seorang anak yang masih balita tidak pernah mau berpikir besok dia makan apa, pakai pakaian apa, sepatu apa dan sebagainya. Sebab yang dia tahu hanya nangis untuk minta diberikan susu oleh ibunya.

Pertanyaannya kenapa dia harus nangis ? ya karena belum bisa berbicara. Tetapi saat dia nangis seorang ibu sudah mengerti apa yang anaknya mau.

Saat anak ini sudah bisa berbicara ceritanya akan menjadi lain lagi. Contohnya, tukang balon yang lewat didepan rumah, dia akan nangis meminta supaya orang tuanya membeli balon itu, tanpa pernah berpikir orang tuanya punya uang atau tidak. Tetapi karena kasih orang tua kepada anaknya, walaupun uangnya pas-pasan dia akan tetap membeli balon itu kepada anaknya.

Kalau kenyataan ini yang masih ditemukan dalam kehidupan kerohanian kita, yang menjadi pertanyaannya adalah kapan rohani kita bisa bertumbuh menjadi dewasa ?. Artinya diumur kita yang sudah dewasa secara jasmani, kita masih tetap merengek kepada Tuhan supaya selalu mengerti keadaan kita, padahal kita harus sadar bahwa kehidupan yang sudah Tuhan anugerahkan kepada kita adalah merupakan tanggung jawab kita. (Kejadian 3:17-19).

Tidak dewasa berarti masih seperti anak kecil, dan apabila masih terus seperti anak kecil berarti kita terus membiarkan diri kita untuk tidak memahami kebenaran, seperti apa yang firman Tuhan katakan diatas.

Mengenal kebenaran disini tentunya kebenaran Tuhan, dimana kita seharusnya sudah mampu untuk membedakan mana yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Dan untuk sampai pada tingkat ini kita harus sungguh-sungguh belajar firman Tuhan, supaya semakin hari kita bisa belajar mengerti kehendak Tuhan.

Sampai dititik ini seharusnya fokus hidup kita sudah tidak lagi kepada dunia saat ini dengan segala kesenangannya, tetapi fokus hidup kita hanya tertuju pada satu kesenangan yaitu menjadikan Tuhan sebagai kesenangan kita satu-satunya.

Kalau rohani kita tidak bertumbuh dewasa maka kita tidak akan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Sebab hanya orang yang dewasa yang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, dan itu yang firman Tuhan katakan. Bila kita tidak bisa membedakan yang baik dan jahat, maka kita akan binasa.

Kalau rohani kita tidak pernah bertumbuh menjadi dewasa dan kita tidak pernah mengerti kebenaran Allah, maka jangan pernah berharap untuk menjadi mempelainya Tuhan, sebab Tuhan hanya mau mempersunting orang-orang yang sepikiran dan seperasaan dengan Tuhan dimana dalam seluruh hidupnya ia hanya mau untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan.

Bila kita mengerti kebenaran seperti ini, barulah kita bisa menyadari bahwa ternyata hidup kekristenan itu tidak mudah. Mengikut Kristus itu ternyata perlu perjuangan, karena didalam Dia kita tidak pernah diajar untuk memiliki dunia ini dengan segala isinya, tetapi sebaliknya kita diajar untuk tidak mempertahankan sesuatu menjadi milik kepunyaan kita sendiri, karena ada sebuah kesadaran bahwa hidupku ini sepenuhnya milik Tuhan.

Mengerti kebenaran ini, akan membawa kita kepada sebuah titik kesadaran bahawa ternyata kita tidak pernah berbuat apa-apa untuk Tuhan apalagi sampai pada memberi sesuatu untuk Tuhan, Sebab apa yang dapat kita berikan untuk Tuhan kalau ternyata semua yang kita miliki ini adalah milik Tuhan.

Mari pikirkan dan renungkan kebenaran ini dan katakan kepada Tuhan “ajarku ya Tuhan supaya manusia batiniahku semakin bertumbuh dewasa didalam Engkau, supaya ku mengerti apa yang menjadi kehendakMu”.

Jangan lupa untuk simak juga : Memahami Kebenaran Batiniah

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: , ,

Related For PERTUMBUHAN MANUSIA ROHANI