PRESTASI HIDUP YANG BERNILAI KEKAL

RENUNGAN HARIAN 1410 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianPrestasi Hidup Yang Bernilai Kekal. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan hari ini adalah, prestasi hidup yang bernilai kekal.

Saudaraku, semua manusia pada umumnya akan memandang bahwa yang dinamakan prestasi hidup itu jika seseorang bisa sukses dalam studi, pekerjaan, karier yang artinya perkembangan atau kemajuan, juga memiliki jabatan, dan lain sebagainya. Semuanya ini yang dianggap paling bernilai dimata manusia, sehingga hal inilah yang membuat seseorang dihargai atau di hormati.

Kalau kita mau melihat arti yang sesungguhnya dari kata prestasi ini, maka kata prestasi ini berarti “hasil yang telah dicapai, dilakukan atau dikerjakan.

Pertanyaannya sekarang adalah, sebagai orang percaya prestasi hidup apa yang telah kita capai, yang telah kita lakukan atau yang telah kita kerjakan?. Kenapa saya tanyakan ini?. Karena prestasi hidup bagi orang percaya itu memiliki perbedaan yang sangat jauh berbeda dengan prestasi hidup menurut pandangan manusia dunia pada umumnya, bahkan perbedaannya itu bagaikan langit dan bumi.

Kalau prestasi hidup menurut dunia akan membuat seseorang bisa sangat dihargai,sangat dihormati, bahkan sangat dikagumi, oleh banyak orang-orang dunia pada umumnya, maka hal ini akan sangat jauh berbeda dengan prestasi hidup yang harus dicapai oleh setiap orang percaya, sebab prestasi hidup bagi setiap orang percaya tidak perlu bernilai dimata manusia pada umumnya, tetapi harus benar-benar bernilai dimata Allah.

Inilah yang saya katakan sebagai prestasi hidup yang bernilai kekal. Karena apabila orang percaya memiliki prestasi hidup yang bernilai dimata Allah, itu artinya apa yang kita lakukan semuanya sesuai dengan keinginan Allah. Sekarang, sebagai orang percaya mari kita berpikir dengan pikiran yang jernih supaya kita bisa menemukan jawaban, apakah selama ini kita sudah memiliki prestasi hidup yang bernilai kekal dimata Allah atau belum.

Saya katakan ini, karena kalau seseorang hanya hidup untuk mencapai prestasi menurut manusia pada umumnya, maka cukup dengan belajar yang tekun sehingga bisa menyelesaikan pendidikan sampai ke jenjang sarjana, bekerja, atau mulai membangun usaha sendiri, diurus dengan baik usahanya maka suatu saat akan mencapai kesuksesan, dan inilah prestasi hidup yang dikejar oleh banyak manusia atau orang-orang dunia pada umumnya. Apa yang didapatkan dari semua kesuksesannya itu?, yang didapatkan dari kesuksesan itu adalah pengakuan atau penghormatan dari orang-orang dunia bahwa orang tersebut hebat dan sukses.

Hal ini berbeda dengan kita sebagai orang percaya, sebab sebagai orang percaya perjuangan untuk mencapai prestasi hidup menurut pengakuan Allah itu sangat berat, dan itu harus dilakukan seumur hidup kita. Jadi tidak cukup hanya seperti jenjang sekolah dari SD sampai SMA 12 tahun, kemudian kuliah 4 tahun lalu meraih gelar sarjana. Prestasi hidup orang percaya baru akan dicapai dan dilihat hasilnya setelah berada dibalik kematian, jadi harus dikejar seumur hidup.

Prestasi Hidup Yang Bernilai Kekal

Renungan Harian Kristen : Prestasi Hidup Yang Bernilai Kekal

Prestasi hidup orang percaya itu harus sama seperti apa yang sudah Tuhan Yesus lakukan selama Ia hidup di dunia ini yaitu hidup dalam ketaatan, bahkan taat sampai mati. Itulah yang firman Tuhan katakan di dalam;

Filipi 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Dari kebenaran ini kita bisa menangkap sebuah pesan yaitu, untuk mencapai sebuah prestasi hidup yang bernilai kekal, kita tidak perlu mendapat pengakuan dari manusia. Karena setiap kita sebagai orang percaya yang mau hidup dalam ketaatan sama seperti Kristus telah taat, maka kita akan hidup sama seperti Krisutus telah hidup yaitu hidup merendahkan diri dan taat sampai mati.

Merendahkan diri artinya tidak hidup lagi untuk mencari puji-pujian dari manusia, tetapi bagaimana seluruh gerak hidup kita diarahkan supaya selaras dengan keinginan Allah, atau sesuai dengan selera Allah. Saya sering memakai istilah untuk hal yang satu ini yaitu, tidak lagi hidup suka-suka sendiri, tetapi hidup menurut suka-sukanya Allah.

Ada jenjang kehidupan yang harus dicapai oleh kita sebagai orang percaya, supaya kita bisa mendapatkan pengakuan Allah sebagai anak-anakNya, sebagai orang-orang yang layak menerima warisan yang merupakan janji-janji Allah yaitu, kita harus hidup hanya untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga. Inilah gaya hidup yang sudah Tuhan Yesus lakukan, dan itu harus menjadi contoh bagi setiap kita. Firman Tuhan katakan didalam;

Yohanes 4:34 Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Dari kebenaran ini kita bisa melihat bahwa, tidak ada sedikitpun keinginan hidup dari Tuhan Yesus untuk menikmati dunia ini, selain melakukan kehendak Bapa di sorga dan menyelesaikan pekerjaanNya.

Inilah yang harus kita lakukan dan harus kita capai, selama kita masih hidup di dunia ini, dan inilah jenjang pendidikan yang sebenarnya bagi setiap kita sebagai orang percaya, dan bila kita gagal dalam jenjang pendidikan yang satu ini, maka dengan sendirinya kita akan gagal meraih prestasi hidup yang bernilai kekal seperti yang Allah Bapa di sorga kehendaki. Gagal mencapai hal yang satu ini berarti hidup kita akan menuju kebinasaan setelah berada dibalik kematian.

Itulah kenapa saya selalu ingatkan bahwa standar hidup orang percaya itu, yaitu hidup sama seperti Kristus telah hidup, sebab kalau kurang dari itu maka kita akan menjadi orang yang gagal.

Orang percaya yang gagal hidup sama seperti Kristus telah hidup, maka ia akan gagal juga untuk masuk kedalam Kerajaan Allah Bapa di sorga. Sebab kalau kita tahu bahwa sebagai orang percaya kita memiliki panggilan sorgwi, maka panggilan sorgawi itu untuk hal yang satu ini, yaitu hidup melakukan kehendak Allah dan menyelesaikan pekerjaanNya.

Orang yang mau hidup melakukan apa yang menjadi kehendak Allah, sama dengan hidup melayani Tuhan, dan orang-orang yang hidup melayani Tuhan bukan saja akan tinggal bersama-sama dengan Kristus di dalam KerajaanNya, tetapi orang-orang seperti akan dihormati oleh Allah Bapa di sorga. Firman Tuhan katakan di dalam;

Yohanes 12:26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Bila setiap orang percaya bisa mencapi jenjang pendidikan kehidupan yang satu ini, maka ia akan menjadi orang yang paling berbahagia, tetapi bila gagal maka hidupnya akan tersiksa selamanya di kekekalan.

Mengerti akan kebenaran ini, seharusnya kita semakin sadar dan mengambil keputusan yang tepat untuk kehidupan kita yang sesungguhnya di kekekalan nanti yaitu dengan cara, meninggalkan semua cara hidup dunia, dan mengarahkan fokus hidup hanya untuk hidup melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga, sebab ini adalah prestasi hidup yang bernilai kekal, karena itulah yang dikehendaki Allah.

Dan yang perlu kita ingat adalah bila hari-Nya sudah tiba, maka setiap kita akan mempertanggungjawabkan semua gerak hidup kita selama kita hidup di dunia ini dihadapan takhta pengadilan Allah. Disitulah setiap orang akan menerima bagiannya dari apa yang sudah diperbuatnya selama hidup di dunia, baik ataupun jahat. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.

Jangan Lupa Baca Juga Renungan :

Merindukan Tuhan Seumur Hidup

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2015 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: , ,

Related For PRESTASI HIDUP YANG BERNILAI KEKAL