PROSES MENJADI ANAK-ANAK ALLAH

RENUNGAN HARIAN 2039 Kali Dibaca

Renungan Harian KristenProses Menjadi Anak-Anak Allah. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Tema renungan hari ini adalah, proses menjadi anak-anak Allah.

Saudaraku, ada begitu banyak orang percaya yang berpikir praktis dimana mereka beranggapan bahwa dengan menjadi orang percaya, sudah terima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, sudah pergi ke gereja setiap hari minggu, maka secara otomatis mereka sudah menjadi anak-anak Allah.

Pemikiran seperti ini seharusnya dibuang jauh-jauh dari cara berpikir kita sebagai orang percaya, sebab dengan cara berpikir seperti ini maka sebenarnya kita sedang “membodohkan diri sendiri”.

Kenapa demikian? Karena kita harus menyadari bahwa untuk menjadi anak-anak Allah itu tidak instant, tidak secara otomatis. Menjadi anak-anak Allah itu butuh proses, bahkan prosesnya sangat panjang. Dapat dikatakan bahwa proses untuk menjadi anak-anak Allah itu sepanjang umur hidup kita.

Hal ini bukan tanpa alasan, sebab pengakuan Allah Bapa di sorga apakah kita layak menjadi anak-anakNya, itu baru akan kita ketahui nanti setelah kita berada dibalik kematian, jadi sekarang ini adalah saat dimana kita harus masuk dalam proses tersebut.

Ibarat seorang anak yang masih sekolah, ia perlu proses pembelajaran, supaya lewat proses ini dari tahun ke tahun ia akan terus naik kelas dan pada akhirnya akan sampai pada puncak dari proses pembelajaran itu yaitu, ia harus menghadapi ujian akhir.

Dalam proses pembelajaran inilah sebagai seorang murid ia memiliki tanggung jawab, yaitu belajar sungguh-sungguh supaya bila menghadapi ujian akhir bisa dinyatakan lulus. Setelah dinyatakan lulus ujian barulah anak tersebut atau siswa tersebut berhak menerima ijasah sebagai simbol pengakuan bahwa ia telah berhasil menyelesaikan proses pendidikannya dengan baik.

Hal ini tidaklah berbeda dengan keadaan orang percaya, dimana setiap kita harus masuk dalam proses pendidikan, yaitu setiap orang percaya harus belajar mengerti akan kehendak Allah lewat injil Kristus.

Proses Menjadi Anak-Anak Allah

Renungan Harian Kristen | Proses Menjadi Anak-Anak Allah | renunganhariini.com

Didalam proses inilah kita akan diajar dan di pimpin oleh Roh Kudus untuk mengerti apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga, lalu kita hidup setiap hari hanya untuk melakukan kehendak-Nya.

Baca Juga Renungan :

Bertumbuh Sesuai Kehendak Bapa

Proses inilah yang membuat setiap orang percaya bisa lahir baru kembali. Orang yang lahir baru itu bukan hanya sekedar merubah kebiasaan lama saja, seperti yang biasanya suka mabuk, sekarang sudah tidak mabuk-mabukan lagi, biasanya clabing, sekarang sudah tidak clabing lagi, biasanya merokok, sekarang sudah tidak merokok lagi, biasanya tidak pernah ke gereja, sekarang jadi rajin ke gereja. Ini semua belum cukup untuk bisa menggambarkan sebuah kelahiran baru seperti yang Allah kehendaki.

Kelahiran baru tidak dapat digambarkan hanya dengan hal-hal seperti itu, sebab kelahiran baru itu harus terlihat nyata dari cara hidup seseorang yang benar-benar serius belajar untuk mengerti akan kehendak Allah. Firman Tuhan katakan di dalam;

I Petrus 1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.

Jadi untuk menjadi anak-anak Allah setiap orang harus dilahirkan kembali, dengan cara belajar akan injil Kristus, kebenaran Kristus, supaya lewat proses ini kita akan mengerti apa yang menjadi kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Masuk dalam proses untuk menjadi anak-anak Allah adalah merupakan proses menuju kekekalan. Oleh sebab itu hal ini harus menjadi hal yang paling serius, hal utama dan dapat dikatakan hal yang terutama untuk diperhatikan oleh setiap kita sebagai orang percaya yang benar-benar merindukan pengakuan Allah Bapa di sorga, bahwa kita adalah anak-anakNya.

Disini perlu ada keputusan yang harus diambil oleh setiap kita sebagai orang percaya, apakah kita mau mempergunakan waktu yang ada ini untuk mempersiapkan hidup menikmati keindahan kekekalan yang Allah sediakan, atau membiarkan waktu ini berlalu begitu saja dengan terus menikmati dunia ini dengan segala kesenangannya, tetapi pada akhirnya akan menuai kebinasaan yang luar biasa.

Orang percaya seharusnya bersyukur karena berada di zaman kasih karunia Allah, dimana Roh Kudus dimetraikan dalam kehidupan kita supaya kita hidup didalam pimpinan kuat kuasa Roh Kudus yang menuntun kita setiap saat untuk mengerti akan injil Kristus, dan lewat injil Kristus inilah, kita bisa mengerti apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga. Itulah kenapa firman Tuhan katakan, Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.

Roma 1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

Baca Juga Renungan :

Injil Adalah Kekuatan Allah Yang Menyelamatkan

Kasih karunia Allah sudah diberikan kepada semua manusia yang mau percaya kepada-Nya, akan tetapi disini setiap orang percaya harus mengambil keputusan, apakah mau masuk dalam proses pembelajaran ini atau tidak.

Saat ini banyak sekali orang percaya yang sudah merasa hidupnya nyaman, karena mereka menganggap dengan menjadi orang kristen dan rajin ke gereja atau ikut berbagai kebaktian kebangunan rohani, itu sudah cukup membuat mereka pantas menjadi anak-anak Allah. Dan berdasarkan itu semua mereka yakin kalau mati langsung masuk sorga.

Sikap hidup orang-orang percaya seperti ini yang di sebutkan diatas sebagai pembodohan diri. Sebab orang-orang yang pantas menjadi anak-anak Allah adalah orang-orang yang rela menukarkan waktu hidupnya untuk menikmati kesenangan dunia, dengan mati-matian belajar injil kebenaran Kristus, supaya lewat kuasa injil inilah mereka bisa mengerti apa yang menjadi kehendak Allah. Firman Tuhan katakan;

I Korintus 15:2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu — kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.

Dengan belajar akan injil Kristus maka oleh kuat kuasa Roh Kudus, Allah akan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mengubah setiap orang yang mau diubah menjadi sempurna sama seperti Kristus, serta mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Dia.

Proses untuk menjadi sempurna ini akan di alami setiap orang, dimana setiap peristiwa kehidupan yang terjadi akan menjadi sarana yang dipakai oleh Allah untuk mengubah setiap orang percaya supaya pada akhirnya bisa sempurna sama seperti Kristus.

Tentu dalam proses didikan ini pasti ada pukulan-pukulan yang Bapa berikan jika itu dipandang oleh Allah Bapa disorga sebagai cara yang tepat untuk merubah seseorang untuk menjadi sempurna sama seperti Kristus.

Itulah sebabnya pada renungan sebelumnya saya sudah katakan bahwa berpikirlah kalau kekristenan itu bukanlah agama atau bukan sekedar beragama.

Baca Juga Renungan :

Usaha Mengumpulkan Harta Di Sorga

Kenapa saya katakan demikian?. Karena menjadi orang kristen itu memiliki tujuan yaitu, supaya diproses untuk menjadi sempurna sama seperti Allah Bapa di sorga yang adalah sempurna.

Jadi disini setiap orang percaya yang ingin di sempurnakan, ingin benar-benar di akui oleh Allah sebagai anak-anakNya, harus memberi perhatian atau harus mengarahkan fokus hidupnya secara khusus untuk hal yang satu ini dan bukan yang lain. Itulah kenapa Tuhan Yesus katakan dalam firman-Nya;

Matius 10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Matius 16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Lukas 14:33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

Dengan demikian kita harus menyadari saat ini bahwa proses menjadi anak-anak Allah itu adalah proses yang panjang, dan bukan sesuatu yang instan. Disinilah kita perlu membayar harga untuk sungguh-sungguh belajar akan injil Kristus, dan harga itu adalah segenap hidup kita hanya untuk mencari apa yang menjadi kehendak Allah.

Kiranya kebenaran ini membuka pikiran kita untuk mengambil sebuah keputusan yang tepat, bila kita sungguh-sungguh mau diakui sebagai anak-anak Allah.

Artikel by Frank Tutu | Copyright © 2015 – Original Content | renunganhariini.com

tags: ,

Related For PROSES MENJADI ANAK-ANAK ALLAH