SELERA TUHAN DAN BUKAN SELERA KITA

RENUNGAN HARIAN 1892 Kali Dibaca

Syalom sahabat renunganhariini.com yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Ada satu hal yang sampai saat ini kita tidak pernah mau menyadarinya dengan serius yaitu, betapa Tuhan menghendaki agar sebagai orang percaya kita berjalan sesuai dengan keinginan Tuhan atau sesuai dengan selera Tuhan.

Suatu kisah yang menarik dalam Alkitab yaitu ketika Tuhan Yesus dipermuliakan diatas bukit yang ditulis didalam, Matius 17:1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. 17:2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. 17:3 Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.

Petrus yang menyaksikan peristiwa tersebut menginginkan agar mereka dapat membuat kemah masing-masing satu untuk Tuhan Yesus, dan dua lainnya untuk Musa dan Elia. Dan hasrat seperti ini merupakan gambaran dari pola pikir manusia yang tidak tepat. Mungkin saja apa yang Petrus inginkan maksudnya baik, namun itu tidak sesuai dengan pikiran Tuhan atau tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.

Mengapa demikian?, karena hidup didalam pengaturan Allah itu bukan mengikuti apa yang kita kehendaki tetapi harus mengikuti apa yang Tuhan kehendaki, dan cara hidup seperti inilah yang dibahasakan dalam doa Tuhan Yesus didalam, Lukas 22:42 “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”

Hal inilah yang harus menjadi persoalan serius dimana kita mau memperkarakannya dengan serius dihadapan Tuhan, dan menjadi pergumulan setiap orang percaya, karena selama ini kita lebih banyak melakukan segala sesuatu sesuai dengan selera kita dan bukan sesuai dengan selera Tuhan.

Selera Tuhan Dan Bukan Selera Kita
Akibat dari seringnya kita hidup hanya untuk melakukan apa yang kita mau, apa yang menjadi selera kita akan membuat kita tidak dapat mengerti apa yang menjadi rencana Allah dalam hidup kita sebagai orang percaya.

Ada suatu kisah ketika suatu hari Tuhan Yesus berkata kepad murid-muridnya bahwa Ia akan pergi ke Yerusalem dan Ia akan mati dibunuh disana, inilah yang dituliskan didalam Matius 16:21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. 16:22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.” 16:23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Disini terlihat sepertinya apa yang dilakukan oleh Petrus itu adalah sebuah perbuatan yang baik bila kita melihat dengan kacamata manusia, atau mungkin petrus bisa saja berpikir perbuatannya itu sesuai dengan apa yang Allah kehendaki atau sesuai dengan selera Allah padahal tidak, karena ternyata Tuhan Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” Jadi jelas bahwa apa yang Petrus pikirkan saat itu adalah selera setan.

Jadi sebagai orang percaya betapa kita harus belajar untuk mengontrol seluruh gerak pikiran kita, supaya apa yang kita pikirkan itu tidak mengikuti selera kita, tetapi harus mengikuti selera Allah, sebab belajar mengerti kehendak Tuhan dan berjalan mengikuti kehendakNya, itulah selera Tuhan.

Kita juga harus menyadari bahwa selera Tuhan itu selalu terbaik untuk kita, jadi sebagai orang percaya kita harus terus belajar merendahkan diri di kaki Tuhan dan duduk diam dalam hadiratNya lalu mulai membangun persekutuan dengan Tuhan, supaya kita bisa mengerti isi hati Tuhan, supaya kita hidup hanya untuk melakukan kehendakNya.

Itulah kenapa kita harus menjadi sama seperti Kristus, baik itu didalam cara berpikir, sikap, tindakan dan perbuatan kita seluruhnya harus sama seperti Kristus, karena pribadi seperti inilah yang menjadi selera Bapa di Sorga.

Jangan lupa untuk menyimak juga kebenaran firman Tuhan yang mengupas tentang Karena Kami Lebih Berharga.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: , ,

Related For SELERA TUHAN DAN BUKAN SELERA KITA