SEMUA UNTUK KEMULIAAN ALLAH

RENUNGAN HARIAN 2967 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianSemua Untuk Kemuliaan Allah. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan kita saat ini adalah, Semua Untuk Kemuliaan Allah.

Saudaraku, saat kita berkata bahwa kita percaya kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus, maka hal itu tidak hanya berhenti sampai pada perkataan percaya saja, bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan dan juru selamat kita, tetapi kita harus benar-benar belajar untuk mengenal Tuhan secara benar.

Belajar untuk mengenal Tuhan dengan benar itu memiliki tujuan, supaya kita semakin mengerti apa yang menjadi kehendak-Nya, lalu kita bisa hidup melakukan kehendak-Nya dari hari ke hari.

Hidup melakukan kehendak Tuhan setiap saat akan membuat kita semakin mengalami Tuhan, dan dengan mengalami Tuhan setiap hari, maka pandangan hidup kita pun terus berubah menjadi seperti yang Allah Bapa kehendaki, dan itu artinya kita sedang berjalan menuju kesempurnaan.

Tentu ini bukanlah persoalan mudah, sebab untuk bisa melakukan kehendak Allah Bapa setiap hari dalam kehidupan ini, kita harus sungguh-sungguh berjuang untuk mengalahkan setiap keinginan diri yang selama ini sudah terlanjur mendominasi seluruh gerak hidup kita.

Orang percaya yang mau berjuang untuk hidup melakukan kehendak Allah setiap hari adalah orang-orang yang sadar benar bahwa, saat ia berkata percaya kepada Tuhan, maka seluruh wilayah hidupnya adalah milik Tuhan. Itulah yang membuatnya mau hidup hanya untuk menyenangkan hati Tuhan setia hari.

Menyenangkan Hati Tuhan

Hidup menyenangkan hati Tuhan artinya, seluruh gerak pikiran dan perasaan kita sudah tidak lagi mengikuti kehendak diri sendiri, akan tetapi semua gerak pikirkan dan perasaan kita, selalu mengikuti atau sesuai dengan pikiran dan perasaan Tuhan.

Kalau ini yang kita lakukan, maka itulah yang dinamakan hidup untuk kemuliaan Allah. Artinya kita tidak lagi hidup untuk mencari kesenangan diri, tetapi kita hanya mau hidup untuk menyenangkan hati Allah Bapa di sorga, dan itulah yang dinamakn hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Melakukan semua hal diatas, bukan berarti kita lalu terjerat dengan berbagai kegiatan-kegiatan rohani yang tidak memiliki dampak untuk mengubah diri kita ke arah mengenakan kodrat Ilahi. Sebab seringkali ada begitu banyak orang percaya yang terjebak dalam berbagai kegiatan rohani, namun sesungguhnya wilayah hidupnya tidak diserahkan semuanya untuk Tuhan. Dengan kata lain, banyak orang percaya yang hanya sibuk dengan berbagai kegiatan gereja, namun wilayah hidupnya masih dimiliki oleh dirinya sendiri, dan tidak pernah diserahkan sepenuhnya kepada Tuhan.

Semua Untuk Kemuliaan Allah

Renungan Harian Kristen : Semua Untuk Kemuliaan Allah | renunganhariini.com

Kalau kita berkata, kita percaya Kepada Allah didalam Tuhan Yesus Kristus, maka kita harus menyerahkan seluruh wilayah hidup kita untuk dimiliki oleh Tuhan sepenuhnya, supaya dalam hidup yang kita jalani, apapun yang kita lakukan, semuanya kita lakukan untuk kemuliaan Allah. Itulah yang dimaksudkan oleh firman Tuhan di dalam;

I Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Jadi dalam hal ini, tidak ada lagi bagian hidup kita yang boleh dipertahankan untuk mengikuti apa yang menjadi keinginan diri sendiri. Tentu hal ini tidak mudah. Hal ini juga yang membuat saya seringkali berkata kepada Tuhan “matikan ku ya Tuhan, dari setiap keinginan diriku yang tidak berkenan dihadapan-Mu.”

Hidup mengikuti semua perintah Tuhan dan melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya, sama dengan hidup di wilayahnya Tuhan. Jadi sebenarnya kita bisa melihat, apakah kita sudah hidup di wilayahnya Tuhan atau masih hidup di wilayah hidup kita sendiri.

Menjadi ciri yang bisa kita kenali bahwa hidup kita berada diwilayahnya Tuhan adalah, semua yang kita lakukan dalam hidup ini, kita mau hanya untuk menyenangkan hati Tuhan saja. Itulah yang menjadi landasan supaya kita bisa melihat apakah yang kita lakukan itu untuk menyenangkan diri sendiri atau menyenangkan hati Tuhan.

Ciri lain yang bisa kita lihat dengan jelas adalah, disaat kita masih menyenangkan diri sendiri dengan berbagai fasilitas yang dianggap sebagai sebuah kenyamanan hidup, maka itulah bukti bahwa kita masih hidup di luar wilayah Tuhan.

Sebab hidup di dalam wilayah Tuhan itu akan membuat kita menyadari, segenap hidup kita harus menjadi roti yang terpecah dan anggur yang tercurah bagi banyak orang, supaya lewat semua yang kita lakukan nama Bapa di sorga di permuliakan. Kesadaran inilah yang membuat kita bisa berkata “hidupku bukan aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku,” itulah yang dimaksudkan firman Tuhan di dalam;

Galatia 2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Orang yang menyerahkan seluruh wilayah hidupnya bagi Tuhan akan merasa, tidak ada kenyamanan hidup yang lebih indah dari menikmati persekutuan dengan Tuhan setiap hari, dan mengalami Tuhan setiap hari.

Prinsip hidup inilah yang membuat kita tidak lagi terikat dengan berbagai fasilitas hidup yang kita miliki. Artinya semua yang kita miliki tidak akan pernah bisa memberi rasa nyaman seperti rasa nyaman disaat kita bersekutu dengan Tuhan.

Pada akhirnya kita akan memiliki kepekaan jika apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, maka kita akan sadar bahwa kita telah melukai hati Tuhan. Dan disaat kita menyadari semua yang kita buat itu melukai hati Tuhan, maka ada perasaan penyesalan yang mendalam, dan perasaan itu sangat menyiksa kita, seolah-olah kita hendak berkata “kenapa saya harus melakukan perbuatan bodoh seperti itu.”

Menyadari setiap kesalahan yang kita buat, sekecil apapun kesalahannya, akan membuat kita semakin mengerti bagaimana caranya menjalankan hidup hanya untuk menyenangkan hati Bapa, dan semua untuk kemuliaan Allah. Dan itulah yang dinamakan hidup hanya untuk melakukan kehendak Allah Bapa di sorga.

Kiranya kebenaran ini semakin membuat kita sadar dan mengoreksi diri, apakah seluruh wilayah hidup kita, sudah kita serahkan menjadi milik Tuhan atau belum. Jika belum, maka kita harus mulai belajar untuk menyerahkan seluruh wilayah hidup kita, dikuasai dan dimiliki oleh Tuhan saja. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca juga : Berlari Untuk Mencapai Kesempurnaan

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: , ,

Related For SEMUA UNTUK KEMULIAAN ALLAH