SETETES AIR TAK DAPAT DIBELI

RENUNGAN HARIAN 1999 Kali Dibaca

Renungan Harian – Kamis, 15 Januari 2015. Setetes Air Tak Dapat Dibeli

Syalom saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Ada satu hal yang perlu kita sadari selagi kita masih hidup didunia ini yaitu, sebagai orang percaya kita terpanggil untuk menjadi berkat bagi banyak orang, atau yang sering kita dengar adalah “kita harus menjadi roti yang terpecah dan anggur yang tercurah”.

Pentingnya menyadari panggilan kita sebagai orang percaya ini tentu bukan tanpa alasan, sebab apabila selama kita masih hidup didunia ini kita hanya hidup untuk kepentingan diri kita sendiri, maka kita akan menjadi sama dengan orang yang hidup dalam kesombongan, sama seperti yang firman Tuhan kisahkan didalam Lukas 16:19 – 25.

Firman Tuhan katakan didalam, Lukas 16:19 “Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. 16:20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, 16:21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.

Digambarkan bahwa hidup orang kaya ini setiap hari, ia bersukaria dalam kemewahan. Sayangnya justru saat hidup didalam kemewahan itulah, ia menutup mata dan telinganya terhadap panggilan Tuhan, dimana hidup dalam kemewahan itu hanya ia nikmati untuk kesenangan dirinya sendiri, sehingga ia tidak mampu melihat ada proyek Tuhan yang harus ia garap, yaitu hidup menjadi roti yang terpecah dan anggur yang tercurah bagi banyak orang.

Gaya hidup orang kaya ini menunjukan bahwa, inilah gambaran dari hidup orang-orang yang lupa diri, orang-orang yang tidak pernah memikirkan lagi bahwa dibalik kematian nanti setiap orang harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan Tuhan, walaupun kita sudah menerima janji keselamatan didalam Kristus yang telah datang ke dunia ini membawa kasih karunia Allah, tetapi tetap setiap orang pada akhirnya akan menuai apa yang telah ditaburnya selama ia hidup didunia ini yaitu baik ataupun jahat.

Hidup orang kaya ini juga merupakan gambaran dari orang-orang yang hanya mau hidup untuk kepentingan dirinya sendiri, padahal kalau ia mau sadar, sesungguhnya firman Tuhan katakan bahwa hidup kita ini bukan milik kita lagi, karena kita sudah dibeli dan harganya lunas dibayar. ( I Korintus 6 :19 – 20). Itu artinya hidup kita ini adalah sepenuhnya milik Tuhan.

Kalau kita tidak menyadari akan hal ini mulai sekarang, maka akan berakibat fatal kepada kehidupan kita didalam kekekalan, seperti yang firman Tuhan katakan didalam Lukas 16:22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. 16:23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.

Setetes Ait Tak Dapat Dibeli

Ilustrasi : Renungan Harian – Setetes Air Tak Dapat Dibeli

Itulah kenapa saya katakan bahwa kalau kita tidak menyadari akan hal ini akan berakibat fatal, karena bila kita saat ini hanya hidup untuk kepentingan diri sendiri, tidak pernah mau mengambil bagian dalam pelayanan pekerjaan yang Tuhan percayakan, yaitu menjadi roti yang terpecah dan anggur yang tercurah bagi banyak orang, maka bagian yang akan diterima didalam kehidupan yang akan datang ialah kebinasaan kekal.

Kisah orang kaya ini seharusnya membuka mata hati kita sebagai orang percaya bahwa sesungguhnya ada proyek-proyek pelayanan pekerjaan Tuhan yang diberikan kepada setiap kita. Persoalannya kita tidak mau melihat itu, dan tidak mau bertanya kepada Tuhan, karena hari-hari hidup kita hanya dihabiskan untuk menikmati hidup yang penuh dengan kesenangan dunia, hidup dalam pesta pora yang penuh dengan hawa nafsu dunia.

Kalau saat ini kita hanya hidup untuk mengejar persoalan, ekonomi, makan, minum, pakai, jabatan, harta, kekayaan serta kemewahan, kehormatan, kesuksesan hidup, dan berbagai kesenangan lainnya, dimana semuanya itu bisa kita nikmati, bahkan kalau mau dibayar berapapun harganya bisa kita beli, namun ternyata pada akhirnya akan menjadi sia-sia.

Didalam kehidupan kekal apabila kita ditolak oleh Tuhan dan harus menderita didalam nyala api neraka, maka setetes airpun untuk sekedar membasahi bibir mulut kita demi mengurangi rasa penderitaan itu sedetik saja, tidak dapat kita beli, tidak dapat kita bayar dengan apa yang kita miliki didunia ini.

Firman Tuhan katakan didalam Lukas 16:24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. 16:25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.

Jadi selagi kita masih hidup didunia ini, ingatlah bahwa kita terpanggil untuk mengambil bagian supaya ikut menderita dalam penderitaan Kristus, yaitu mau menjadi roti yang terpecah dan anggur yang tercurah bagi orang-orang yang ada disekitar kita, dimana lewat hidup kita mereka boleh mengenal Kristus, lewat hidup kita mereka boleh datang kepada Allah yang hidup, lewat hidup kita sebagai orang percaya, Bapa di sorga disenangkan, dimuliakan.

Bila kita hidup sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki selagi kita masih ada di dunia ini maka itulah bagian dari, Ketaatan Yang Memberi Buah.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

tags: , ,

Related For SETETES AIR TAK DAPAT DIBELI