SETIA MENGIKUT TUHAN SAMPAI AKHIR HIDUP

RENUNGAN HARIAN 2913 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Harian – Setia Mengikut Tuhan Sampai Akhir Hidup. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita saat ini adalah; Setia Mengikut Tuhan Sampai Akhir Hidup.

Saudaraku, sebagai orang orang percaya kita harus memeriksa seluruh gerak hidup kita saat ini, apakah kita sudah benar-benar setia dalam mengikut Tuhan, atau belum.

Saya katakan hal ini, karena kita harus sadar bahwa seringkali kita berubah setia kepada Tuhan. Atau pengiringan kita akan Tuhan tidak sungguh-sungguh. Hati kita masih belum sepenuhnya dipersembahkan pada Tuhan dan belum sepenuhnya terikat dengan Tuhan. Firman Tuhan katakan di dalam;

Roma  12 :1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Kalau hati kita belum dipersembahkan sepenuhnya untuk Tuhan, maka itu artinya kita tidak percaya kepada Tuhan, sebab dalam mengiring Tuhan kita tidak boleh mendua hati. Orang yang mendua hati dalam mengiring Tuhan tidak mungkin bisa menjadi sahabat setianya Tuhan.

Orang yang mendua hati juga merupakan gambaran dari orang yang bimbang. Padahal dalam mengiring Tuhan kita tidak boleh bimbang, sebab firman Tuhan katakan orang yang bimbang tidak akan menerima seuatu dari Tuhan.

Saat kita mengiring Tuhan, maka kita harus mengiring Tuhan dengan sepenuh hati. Orang yang mengiring Tuhan dengan sepenuh hati akan menjaga kesucian hatinya, sebab ia ingin hidupnya menyukakan dan menyenangkan hati Tuhan.

Setiap orang percaya harus melihat pengiringannya akan Tuhan sama seperti orang yang berada di medan perang. Di medan perang itulah anak buah harus tunduk kepada komandannya, mendengar perintah komandannya. Dan sesungguhnya saat kita masih hidup di dunia ini, itu artinya kita ada di wilayah perang, dalam hal ini kita sedang berada dalam peperangan rohani untuk melawan kuasa kegelapan yang terus berjuang untuk meruntuhkan iman percaya kita kepada Tuhan.

Selama orang percaya masih hidup di dunia ini, itu artinya peperangannya belum berakhir. Itulah kenapa kita harus sungguh-sungguh melekat kepada Tuhan, sebab bila tidak maka ada begitu banyak godaan dunia yang akan membuat kita jatuh dalam tangan kuasa kegelapan.

Disini kita perlu konsisten dalam mengiring Tuhan. Konsisten itu artinya tetap, tidak berubah, atau taat kepada prinsip. Jadi dalam mengiring Tuhan kita juga harus taat kepada perintah Tuhan. Sebab kalau kita tidak taat maka setiap saat kita bisa jatuh ke dalam tangan kuasa kegelapan.

Itulah kenapa kita harus berjuang untuk tetap setia dalam mengiring Tuhan. Sebab orang yang setiap saat hidup bersama Tuhan pun masih bisa berubah setia kepada Tuhan. Kisah ini bisa kita lihat pada saat Yudas menjual Tuhan, atau saat Petrus menyangkal Tuhan Yesus. Kisah Petrus ini bisa kita lihat dalam;

Matius 26:30 Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun. 26:31 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai. 26:32 Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.” 26:33 Petrus menjawab-Nya: “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.” 26:34 Yesus berkata kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” 26:35 Kata Petrus kepada-Nya: “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Semua murid yang lain pun berkata demikian juga.

Setia Mengikut Tuhan Sampai Akhir Hidup

Renungan Harian : Setia Mengikut Tuhan Sampai Akhir Hidup | Renunganhariini.com

Dalam kisah ini, Petrus begitu yakin kalau ia pasti tetap setia kepada Tuhan Yesus, sehingga ia berkata, “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.” Tetapi faktanya, pada akhirnya Petrus menyangkal Tuhan Yesus, bahkan bukan satu kali, tetapi tiga kali seperti apa yang sudah Tuhan Yesus katakan. Penyangkalan Petrus ini sama dengan menghina Tuhan di depan orang banyak saat itu.

Pertanyaannya sekarang adalah, kenapa harus tiga kali Petrus menyangkal Tuhan Yesus?. Kenapa tidak cukup satu kali saja?.

Hal itu menunjukan bahwa dengan sadar dan sengaja Petrus benar-benar menyangkal Yesus. Itu juga menunjukan ketidaksetiaannya kepada Tuhan Yesus. Dan kejadian itu juga menjadi bukti kalau Petrus belum mengasihi Tuhan dengan segenap hatinya, atau belum sepenuhnya, sebab apa yang ia ucapkan sebelumnya tidak terbukti.

Di sisi lain, kejadian penyangkalan petrus terhadap Tuhan Yesus tersebut menunjukan kalau setiap perkataan yang keluar dari mulut Tuhan Yesus itu tidak pernah salah. Dan itu menunjukan kalau Ia mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi sampai di kedalaman hati setiap manusia yang paling dalam sekalipun.

Pelajaran penting yang bisa kita tarik dari peristiwa ini adalah, ketika Petrus tidak setia kepada Tuhan, sebab ia menyangkal Tuhan Yesus di depan orang banyak, Tuhan Yesus tetap setia. Firman Tuhan katakan di dalam;

II Timotius  2 :13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”

Setelah Tuhan Yesus selesai menjalankan tugasnya yaitu melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga, Ia harus menderita sampai mati di atas kayu salib, Tuhan Yesus tidak sedikitpun menyimpan dendam terhadap Petrus yang telah menyangkal-Nya. Sebaliknya Tuhan Yesus kembali meberi kesempatan kepada Petrus untuk melayani. Firman Tuhan katakan di dalam;

Yohanes 21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” 21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” 21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Kenapa hati Petrus menjadi sedih?. Sebab kalau mau jujur, jauh di kedalaman hatinya masih tersimpan peristiwa yang tidak akan ia lupakan mungkin seumur hidupnya, karena ia telah menyangkal Yesus sebelumnya. Tetapi saat itu ia melihat ketulusan hati Tuhan, kasih setia Tuhan, kebaikan Tuhan, dan betapa berharga dirinya di hadapan Tuhan yang tidak mengingat perbuatannya yang telah menyangkal Tuhan. Dan Tuhan kembali memberi kesempatan kepada Petrus saat itu.

Saudaraku, seringkali tindakan hidup kita, baik itu sikap, perkataan, perbuatan, dan apapun yang kita lakukan, ada begitu banyak hal yang menunjukan bahwa kita seungguhnya kita telah menyangkal Tuhan Yesus. Cara hidup kita menunjukan bahwa kita sesungguhnya berubah setia kepada Tuhan, tetapi terkadang kita tidak menyadarinya.

Dengan cara hidup kita yang masih mau mengikuti cara hidup dunia, hal itu menunjukan bahwa kita tidak setia dalam mengiring Tuhan. Orang yang tidak setia dalam mengiring Tuhan sama dengan orang yang menyangkal Tuhan. Sebab dengan cara hidup kita yang mengikuti gaya hidup dunia, maka kita menjadi sama dengan dunia. Padahal Tuhan mau supaya kita berbeda dengan dunia ini.

Ingat saudaraku, selama kita masih hidup, itu artinya Tuhan masih memberi kesempatan kepada kita untuk kembali kepada-Nya. Persoalannya apakah kita peka atau tidak, untuk melihat kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk kembali kepada-Nya.

Kalau kita tetap tertarik dengan kesenangan hidup dunia, itu artinya kita telah mengikatkan diri dengan dunia, dan itu juga artinya kita menyia-nyiakan kesempatan berharga yang Tuhan berikan kepada kita saat ini. Keterikatan dengan gaya hidup dunia, sama dengan memberi diri bersahabat dengan dunia, dan itu artinya menjadikan diri kita musuh Allah.

Oleh sebab itu saudaraku, kembalilah kepada Tuhan, tinggalkan dunia yang fana ini dengan segala kesenangannya. Lihatlah waktu yang ada saat ini sebagai kesempatan terakhir yang Tuhan berikan, dan itu jangan di sia-siakan. Sekali lagi kemablilah kepada Tuhan, sebab Tuhan sedang menunggumu. Kiranya kebenaran ini membuat kita bisa mengambil keputusan untuk tetap setia mengikut Tuhan sampai akhir hidup kita. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga: Hidup Dalam Pimpinan Kuasa Roh Kudus

Renungan oleh Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2017 – Original Content | Renunganhariini.com   

tags: , ,

Related For SETIA MENGIKUT TUHAN SAMPAI AKHIR HIDUP