TEKUN

RENUNGAN HARIAN 1260 Kali Dibaca

Renungan hari ini 17 Desember 2013 adalah, Tekun. Baiklah sebelum membaca renungan ini mari terlebih dahulu kita berdoa bersama-sama.

Doa: Bapa didalam nama Tuhan Yesus Kristrus, saat ini kami hendak membaca renungan tentang kebenaran FirmanMu. Buat kami mengerti ya Allah, supaya oleh kuasa FirmanMu, kami semakin memacu diri kami untuk tekun dan berjuang melakukan apa yang menjadi kehendakMu, supaya bila waktuMu tiba kami didapatkan sempurna sama seperti Engkau ya Allah yaitu sempurna. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa, Haleluya. Amin.

Dalam hidup ini biasanya untuk mencapai atau demi mendapatkan sesuatu yang diinginkan setiap orang akan berjuang dengan tekun dan sekuat tenaga supaya apa yang diharapkan bisa tercapai dan menjadi kenyataan. Tentu apabila keinginan setiap orang bisa tercapai maka ia akan begitu gembira, senang, dan penuh dengan sukacita yang tak tergantikan dengan apapun juga.

Seseorang akan menjadi tekun apabila ia memiliki impian yang baginya itu sangat menyenangkan kalau ia bisa mencapainya. Pengertian tekun itu sendiri berarti rajin, keras hati, atau  bersungguh-sungguh. Jadi setiap seseorang yang memiliki impian pasti ia mengejar impiannya dengan sungguh-sungguh, karena bila tidak dikerjakan dengan sungguh-sungguh maka impian tersebut tidak akan menjadi kenyataan.

Bila saat ini setiap orang ditanyakan, “apa yang menjadi impianmu ?”, pasti ada berbagai macam jawaban yang kita temukan, karena sejak kecil impian itu secara tidak langsung sudah ditanamkan dari didikan orang tua, oleh sebab itu sering kita mendengar jawaban seperti ini, “dulu mamaku ingin akau jadi, dokter, polisi, tentara, presiden, direktur, dll”. Jawaban seperti ini akan muncul secara otomatis dari mulut setiap orang.

Bila saat ini sebagai orang percaya ditanyakan “apa yang menjadi impianmu ?”, pasti jawaban yang sering ditemukan juga masih seputar jawaban klise yang sudah diutarakan diatas tadi, dan jawaban itu bukan tanpa alasan, karena setiap orang merasa itu wajar, sebab mereka merasa masih hidup di dunia. Dari jawaban diatas bisa kita lihat bahwa hampir-hampir atau bahkan tidak ada sebuah jawaban yang menggambarkan gairah orang percaya yang memiliki impian bisa didapatkan berkenan dihadapan Bapa di Sorga, padahal untuk yang satu ini setiap orang percaya harus lebih sungguh-sungguh untuk mengejarnya, karena untuk bisa didapatkan berkenan dihadapan Bapa di Sorga bukanlah perkara yang mudah, tetapi sebaliknya merupakan perkara yang perlu pengorbanan untuk mencapai tingkat ini yaitu berkenan.

Kebenaran Firman Tuhan mengingatkan kita dalam Ibrani 12:3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. Dari kebenaran ini bisa kita lihat bahwa Tuhan Yesus sendiri tekun dan berjuang dengan sungguh-sungguh supaya Ia bisa keluar sebagai pemenang dalam menyelesaikan tugas mulia yang diberikan oleh BapaNya di Sorga, demi menebus setiap manusia dari tangan kuasa kegelapan karena dosa. Sayangnya banyak orang percaya yang masih melihat perjuangan Kristus ini hanya sebatas anugerah Tuhan, jadi pola pikirnya akhirnya terbelenggu dengan satu prinsip bahwa kalau sudah menerima Anugerah berarti pasti selamat.

Dari kebenaran ini juga seharusnya membuat kita mengerti bahwa ternyata untuk menjadi berkenan dihadapan Bapa di Sorga harus penuh perjuangan dan tidak bisa secara otomatis seseorang bisa mendapatkan perkenanan Tuhan. Cara berpikir yang salah inilah yang membuat banyak orang tidak serius untuk mengerjakan keselamatannya dengan takut dan gentar dihadapan Tuhan, dan kalau tidak dikerjakan berarti orang-orang seperti ini tidak akan pernah menjadi sempurna sama seperti Bapa di Sorga yang adalah sempurna.

Ada begitu banyak orang-orang percaya atau orang kristen yang selalu beranggapan bahwa setiap orang percaya itu merupakan umat pilihan, jadi otomatis pasti diselamatkan dan pasti masuk Sorga. Kalau masih ada orang percaya yang memiliki pola pikir seperti ini maka ini merupakan cara berpikir yang bukan saja konyol, tetapi sangat konyol.

Jadi untuk menjadi sempurna itu perlu ketekunan dan perjuangan, oleh sebab itu Firman Tuhan mengingatkan kita supaya ingat selalu akan penderitaan Kristus, yang telah menanggung bantahan sehebat itu, bahkan dikatakan “supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa”, ini sebuah indikasi bahwa ternyata didalam perjuangan untuk menjadi sempurna, kalau seseorang tidak memandang kepada penderitaan Kristus maka ia bisa lemah dan akhirnya putus asa. Olehnya didalam Ibrani 12:4 Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.

Sebagai orang percaya yang sudah menerima anugerah didalam Tuhan Yesus, maka setiap orang percaya dituntut untuk menjadi sama seperti Kristus supaya bisa menjadi sempurna. Untuk menjadi sempurna itu berarti setiap orang harus memilki iman yang sempurna dan iaman yang sempurna itu adalah ketaatan yang sama seperti Krtistus yang taat, bahkan Firman Tuhan katakan Ia taat sampai mati diatas kayu salib. Inilah yang saya sebutkan dalam renungan kemarin merupakan perlombaan yang diwajibkan bagi setiap orang percaya, dan setiap orang percaya yang memiliki impian untuk nanti ada didalam kerajaan Bapa di sorga tidak bisa menghindari perlombaan ini, kecuali kalau ia tidak ingin ada bersama dengan Tuhan Yesus didalam kekekalan.

Kalau untuk memiliki moral hidup secara umum yang baik seseorang mau berusaha dengan tekun untuk merubah karakternya saat ia berbicara dengan orang lain, atau menjaga sikapnya terhadap orang lain ditempat umum atau dimana saja, dengan tujuan supaya ia bisa dipandang orang sebagai orang yang bermoral dan memiliki aturan serta tata krama yang baik, maka untuk memiliki moral khusus yaitu moral yang membuat ia bisa dipandang berkenan dihadapan Bapa di Sorga perlu perjuangan berat, sayangnya banyak orang percaya saat ini menutup mata terhadap hal yang satu ini.

Oleh sebab itu semua orang percaya yang mau memiliki impian ini yaitu impian pada saatnya nanti bisa menjadi warga kerajaan sorga, harus berjuang dengan sungguh-sungguh supaya bisa menang dalam perlombaan yang diwajibkan ini, dan bila seseorang merasa tidak mampu maka Firman Tuhan katakan dalam Ibrani 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Jadi kita harus bertekun masuk dalam perlombaan ini dengan memandang kepada Tuhan Yesus yang sudah terlebih dahulu melakukannya. Dalam perlombaan itu, Tuhan Yesus bisa saja gagal, kalau Ia memilih untuk tidak mau masuk dalam perlombaan ini, tetapi Tuhan Yesus memilih taat kepada perintah Bapa di Sorga dan melakukan apa yang menjadi kehendak BapaNya di Sorga, sehingga saat ini Ia ada bersama-sama dengan Bapa di Sorga sebagai penguasa dan sebagai Raja diatas segala raja. Ketika orang percaya mau masuk dalam perlombaan ini, maka Tuhan pasti memberikan kekuatan untuk melewati semuanya, sehingga ketika setiap orang percaya yang memilih taat seperti Kristus sampai pada akhirnya maka ia akan keluar sebagai pemenang, dan saat itulah ia akan benar-benar, bukan saja menjadi umat pilihan, tetapi ia akan menjadi anak-anak Allah yang diakui oleh Bapa di Sorga.

Ingat pesan ini:

  1. Milikilah impian untuk ada bersama-sama Tuhan Yesus di Sorga
  2. Ambillah keputusan untuk masuk dalam pelombaan yang diwajibkan dan lakukan itu dengan taat sama seperti Tuhan Yesus yang taat sampai mati.
  3. Disaat engkau lemah pandanglah Kristus, supaya engkau tidak menjadi putus asa.

Jikalau engkau diberkati dengan renungan ini, maka berikanlah link renungan ini kepada semua orang yang engkau kasihi. renunganhariini.com

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

tags: , , , ,

Related For TEKUN