TEMPAT TINGGAL YANG BARU

RENUNGAN HARIAN 1053 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianTempat Tinggal Yang Baru. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita saat ini adalah; Tempat Tinggal Yang Baru.

Saudaraku, sejak kita lahir ke dunia ini sampai pada masa pertumbuhan sebagai seorang anak manusia, pasti tidak ada seorang-pun yang pernah berpikir bahwa ada tempat tinggal yang lain, atau ada hunian yang lain selain dunia ini.

Bahkan sejak kecilpun jarang sekali, atau hampir-hampir tidak pernah kita diajarkan oleh orang tua bahwa dunia ini bukan tempat tinggal yang sesungguhnya. Kalaupun di sekolah minggu di ajarkan bahwa orang yang baik itu nanti pada waktu mati ia akan masuk sorga, hal itupun hanya diterima sebagai sebuah pelajaran agama yang biasa saja, dan tidak pernah mengarahkan atau mengubah pikiran kita tentang tempat tinggal yang lain selain dunia ini.

Itulah kenapa sampai dewasapun fokus hidup manusia pada umumnya hanya diarahkan untuk menikmati dunia ini dengan segala kesenangannya. Dengan kata lain hampir semua manusia telah menjadikan dunia ini sebagai satu-satunya tempat tinggal, dan tidak ada lagi tempat tinggal yang lain.

Hal ini bisa dilihat dan bisa dibuktikan dimana kalau sudah berbicara tentang kematian, pada umumnya semua orang akan merasa takut. Sebab semua manusia di dunia ini pasti ingin hidup lebih lama lagi. Sebab bagi mereka kematian merupakan peristiwa yang sangat menakutkan, dimana bila mati berarti mereka akan kehilangan segala sesuatu yang mereka sukai, atau yang dianggap dapat memberikan kesenangan dan kenyamanan hidup bagi mereka.

Jadi harus diakui bahwa sejak kecil sampai seseorang bertumbuh dewasa, ada sebuah cara berpikir yang salah dan itu telah berkar dalam hati dan pikiran manusia pada umumnya.

Kalaupun sebagai orang beragama kita tahu bahwa orang baik mati masuk sorga, dan orang jahat mati nantinya masuk neraka, maka hal itu hanya dipikirkan sebagai sebuah tempat pembuangan saja, dan bukan sebagai sebuah tempat tinggal atau sebagai sebuah hunian.

Jarang sekali manusia berpikir bahwa ada dunia lain, atau ada hunian yang lain yang akan menjadi tempat tinggal yang abadi. Artinya tempat tinggal dimana akan ada aktifitas hidup yang dijalankan, sebagaimana kehidupan yang kita jalani di dunia ini. Mari kita apa yang Tuhan Yesus katakan di dalam;

Yohanes 14:1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Dari kebenaran firman Tuhan seharusnya kita bisa mengerti bahwa, dunia yang saat ini kita tinggal, bukanlah satu-satunya tempat tinggal atau hunian. Sebab ternyata ada tempat tinggal atau hunian yang lain.

Tempat Tinggal Yang Baru

Renungan Harian : Tempat Tinggal Yang Baru | Renunganhariini.com

Jadi sebagai orang percaya kita harus memikirkan ini dengan serius. Sebab seperti yang firman Tuhan katakan diatas, Tuhan Yesus katakan “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal”.

Orang percaya yang tahu dan mengerti bahwa jika ia hidup menuruti semua perintah Allah dan melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga, maka warisan yang akan diterimanya adalah Kerajaan sorga, seharusnya mulai mengubah pandangannya tentang dunia ini.

Dunia ini tidak boleh lagi dipandang sebagai satu-satunya tempat tinggal. Dunia ini harus dilihat sebagai tempat tinggal atau hunian yang hanya sementara, karena dunia ini telah terkutuk dan akan dihancurkan oleh Allah dengan nyala api, dan itulah yang dikatakan di dalam;

II Petrus  3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

Saat Tuhan Yesus katakan bahwa Ia pergi untuk menyediakan tempat tinggal bagi  setiap orang percaya, hal itu dikatakan kepada murid-muridnya, dimana murid-murid-Nya saat itu sedang berada dalam kegelisahan, bagaimana mereka harus menghadapi hari esok yang tidak menentu.

Hal ini terjadi karena Tuhan Yesus yang diharapkan oleh mereka, supaya bisa menjadi raja di dunia ini, telah menyampaikan kepada mereka bahwa Ia akan pergi ke Yerusalem dan akan menanggung banyak penderitaan sampai Ia mati.

Tentu apa yang disampaikan ini mengguncang hati dan pikiran murid-murid-Nya yang saat itu tidak mengerti dengan benar apa yang Tuhan Yesus pikirkan. Dan itulah yang membuat harapan mereka seakan-akan sirna.

Saat itu mereka ada dalam keadaan dimana tidak tahu lagi bagaimana nantinya menjalankan hidup tanpa Tuhan Yesus yang mereka pandang sebagai Guru. Apalagi saat mengambil keputusan untuk mengikut Tuhan Yesus, mereka telah rela untuk menginggalkan segala sesuatu. Dalam sebuah kesempatan Petrus pernah mengungkapkan akan hal itu, dan itu bisa kita lihat di dalam;

Matius 19:27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?”

Disini bisa dilihat bahwa saat itu mereka ada dalam keadaan yang cukup gelisah, jika harus ditinggalkan oleh Tuhan Yesus. Dan dari kebenaran ini kita bisa menangkap bahwa murid-murid-Nya saat itu juga tidak dapat menangkap jalan pikiran Tuhan. Sebab apa yang mereka pikirkan sangat berbeda dengan apa yang Tuhan Yesus pikirkan.

Kalau Tuhan Yesus saat itu memikirkan untuk menyediakan tempat yang lain bagi semua orang yang percaya kepada-Nya, maka yang murid-murid-Nya pikirkan saat itu adalah bagaimana mereka akan hidup tanpa Tuhan Yesus, dan tentu hidup yang dipikirkan mereka adalah hidup di dunia ini.

Kebutuhan yang paling primer atau yang paling utama bagi manusia di dunia ini adalah tempat tinggal, dan Tuhan Yesus sangat mengerti akan hal itu. Oleh sebab itu sesungguhnya itulah yang Ia pikirkan, dimana Ia akan pergi untuk menyediakan tempat tinggal atau menyediakan kebutuhan primer itu kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya, sebab dunia ini telah rusak.

Tuhan tidak mau kita selama-lama berada di tempat tinggal yang sudah rusak ini. Oleh sebab itu Ia katakan “Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu.” Dan setelah Ia sudah menyediakan temapat bagi kita, maka Ia akan datang kembali untuk menjemput kita, supaya dimana Ia berada di situ-pun kita berada bersama-sama dengan Dia.

Sebagai orang percaya kita harus mulai merubah cara berpikir kita saat ini, dimana kita harus menyadari bahwa tempat tinggal kita yang sesungguhnya, hunian kita yang abadi itu adalah Langit Baru dan Bumi yang baru, dan di sanalah kita akan berada bersama-sama dengan Tuhan Yesus sampai selama-lamanya.

Memiliki cara berpikir seperti ini akan membuat pikiran kita tidak lagi terikat dengan dunia ini, sebab kita tahu bahwa dunia ini akan hancur. Dan orang yang akan berada ditempat tinggal yang baru yaitu di dalam Kerajaan Tuhan Yesus, hanyalah orang-orang yang mau hidup sama seperti Tuhan Yesus, yaitu melakukan kehendak Allah Bapa di sorga selama masih hidup di dunia ini. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.

Baca juga : Memiliki Ketajaman Rohani

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For TEMPAT TINGGAL YANG BARU