TIDAK LAGI HIDUP UNTUK DIRI SENDIRI, TETAPI UNTUK DIA

RENUNGAN HARIAN 2119 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan HarianTidak Lagi Hidup Untuk Diri Sendiri, Tetapi Untuk Dia. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan hari ini adalah “Tidak Lagi Hidup Untuk Diri Sendiri, Tetapi Untuk Dia”.

Saudaraku, salah satu ciri yang nampak dari orang percaya yang bersedia meninggalkan kehidupannya yang lama, atau yang telah mematikan manusia lamanya adalah, kerelaan hatinya atau kesediaannya untuk melayani Tuhan, dengan cara mengarahkan seluruh hidupnya hanya untuk hormat kemuliaan Tuhan.

Melayani Tuhan disini bukan berarti harus jadi Pendeta atau Majelis Gereja, tetapi melayani Tuhan yang dimaksudkan disini adalah, seluruh hidup kita dapat digunakan untuk kepentingan Kerajaan Allah dan di dalamnya nama Tuhan di permuliakan. Hal ini sama seperti apa yang firman Tuhan sampaikan di dalam;

II Korintus 5:14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. 5:15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

Ada satu hal yang selama ini dipahami dengan pola pikir yang salah, namun itulah yang sering terjadi dalam kehidupan banyak orang percaya, dimana banyak orang percaya berpikir kalau sudah hidup baru didalam Tuhan, berarti Tuhan bisa dimanfaatkan untuk memenuhi seluruh kepentingan hidup mereka, dalam hal ini Tuhan di jadikan alat supaya bisa menyelesaikan berbagai persoalan hidup seperti masalah ekonomi, pekerjaan, usaha, rumah tangga, jodoh, dan lain sebagainya, dan hal ini dianggap wajar karena mereka merasa sudah menerima Yesus, atau percaya kepada Yesus.

Tidak Lagi Hidup Untuk Diri Sendiri, Tetapi Untuk Dia

Renungan Harian Kristen | Tidak Lagi Hidup Untuk Diri Sendiri, Tetapi Untuk Dia | renunganhariini.com

Sebagai orang percaya kita harus memahami bahwa ada konsekuensi yang harus kita terima saat kita hidup baru di dalam Tuhan yaitu, seluruh hidup kita telah menjadi milik Tuhan sepenuhnya, atau hidup kita itu telah disita hanya untuk mengabdi kepada Tuhan. Pemahaman kebenaran seperti ini hanya dapat dipahami oleh oran-orang yang hidupnya sudah di kuasai oleh kasih Kristus, seperti yang firman Tuhan katakan diatas.

Supaya pemahaman kebenaran ini semakin lengkap, maka kita harus menyadari sungguh bahwa Kristus mau rela mati di atas kayu salib itu, bukan untuk keuntunganNya atau kepentinganNya, tetapi Ia melakukan itu semua untuk kepentingan kita atau keuntungan bagi kita yang mau percaya kepadaNya, sebab bila Kristus tidak mati bagi kita berarti kita tetap terkurung dalam kuasa kegelapan selama masih hidup di dunia ini dan pada akhirnya akan akan dibuang kedalam kegelapan abadi yaitu ke dalam neraka setelah kita berada dibalik kematian.

Tadi diatas kita sudah membaca firman Tuhan bahwa “Kristus telah mati untuk semua orang” itu artinya semua orang yang percaya kepadaNya telah mati besama-sama dengan Kristus. Kalau Kristus mati untuk kepentingan banyak orang, maka orang yang telah mati bersama dengan Kristus pun harus telah mati untuk kepentingan dirinya sendiri dan mulai hidup bagi Kristus, supaya hidupnya juga bisa berdampak bagi kepentingan banyak orang.

Kenapa demikian?, karena sesungguhnya saat Kristus mati bagi semua orang, maka sekarang semua orang yang percaya kepadaNya, seluruh hidupnya otomatis menjadi milik Kristus. Hal ini sama dengan apa yang firman Tuhan katakan bahwa kamu sudah dibeli dan harganya lunas dibayar.

I Korintus 6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Jadi semua orang percaya yang telah menerima keselamatan di dalam Kristus harus benar-benar menyadari dan menerima akan hal ini, sebab apabila kita tidak menerima akan hal ini maka kita juga tidak akan pernah menerima keselamatan di dalam Kristus sebagai milik yang pasti, sebab saat kita sadar sudah menjadi milik Kristus dan mengarahkan seluruh hidup kita hanya untuk kepentingan Kerajaan Allah, maka hal itu sama dengan kita melakukan kehendak Allah, dan hanya orang yang hidup melakukan kehendak Allah yang akan diterima di dalam Kerajaan Allah, dimana Kristus akan memerintah sebagai Raja.

Ada satu hal yang harus dimengerti oleh setiap kita sebagai orang percaya yaitu, kalau dikatakan hidup kita telah “diselamatkan” oleh Kristus, itu berarti hidup kita dikuasai dan menjadi milik Kristus, artinya kita tidak berhak lagi atas diri kita sendiri, tetapi Kristus yang berhak atas seluruh hidup kita. Itulah sebabnya semua orang yang telah diselamatkan di dalam Kristus harus sepenuhnya (bukan sebahagian) hidup untuk Tuhan.

Kalau sudah sepenuhnya hidup untuk Tuhan artinya kita tidak bisa lagi membedakan mana pekerjaan yang rohani atau yang duniawi, sebab yang dikatakan rohani itu tidak dapat diukur hanya dari masalah pekerjaan semata-mata. Itulah sebabnya jangan pernah berpikir kalau sudah hidup untuk Kristus artinya harus menjadi pendeta atau pelayan Tuhan, sama sekali tidak.

Hal ini saya tekankan supaya setiap anak-anak Tuhan bisa memahaminya dengan benar dan tidak lagi merasa kurang kudus kalau sudah menjadi milik Kristus tapi masih bekerja yang dipandang sebagai pekerjaan duniawi. Bekerjalah seperti biasa, namun berpikirlah bahwa semua yang kita kerjakan hanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Sebab yang Tuhan mau adalah cara hidup kita yang berbeda dengan dunia, dalam hal ini, sikap, pikiran, perkataan dan perbuatan kita, supaya setiap orang yang melihat kita, mereka akan melihat karakter Kristus nyata di dalam kehidupan kita, maka Allah Bapa di sorga akan dipermuliakan dalam seluruh gerak hidup kita.

Kiranya kebenaran ini membuat kita semakin mengerti bagaimana cara hidup, tidak lagi hidup untuk diri sendiri, tetapi untuk Dia. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Jangan Lupa Baca Juga Renungan :

Sudahkah Kita Hidup Melakukan Kehendak Allah?

Artikel by Frank Tutu | Copyright © 2015 – Original Content | renunganhariini.com

tags: , ,

Related For TIDAK LAGI HIDUP UNTUK DIRI SENDIRI, TETAPI UNTUK DIA