TIDAK TOLERANSI

RENUNGAN HARIAN 1319 Kali Dibaca

Renungan harian hari ini 22 Januari 2014 adalah “Tidak Toleransi”. Sebelum membaca renungan ini mari kita berdoa.

Doa: Tuhan Yesus kami mau terus belajar kebenaran FirmanMu, beri kami semakin mengerti akan kebenaranMu ya Tuhan, dan sekeras apapun teguran bagi kami lewat FirmanMu, kami mau untuk belajar taat melakukan FirmanMu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa, haleluya. Amin.

Saat ini ada begitu banyak orang percaya atau orang kristen yang sering datang ke gereja, atau ke persekutuan doa, atau datang ke kebaktian kebangunan rohani, dengan tujuan tertentu, misalnya ia akan datang ke sebuah kebaktian kebangunan rohani karena ingin disembuhkan dari penyakit, ingin di doakan supaya usahanya tidak bangkrut, ingin didoakan supaya bisa memenangkan sebuah tender untuk bisnis tertentu, jadi ia akan hadir ke sebuah ibadah karena dipandang itu menguntungkan untuk kepentingan dirinya.

Ada juga yang datang ke gereja harus melihat jadwal ibadah terlebih dahulu siapa hamba Tuhan yang berkhotbah, dan biasanya yang menjadi pilihan adalah, jam ibadah dimana hamba Tuhan yang berkhotbah selalu khotbahnya lucu dan membuat tertawa, lalu Firman yang disampaikan juga selalu berorientasi pada berkat-berkat jasmani, serta pemulihan ekonomi.

Hal ini merupakan sebuah fenomena yang sedang terjadi ditengah-tengah orang percaya atau orang kristen saat ini. Banyak anak-anak Tuhan yang datang ke ibadah  dengan tujuan utama selalu berujung pada kepentingan pribadi yang diutamakan, artinya saat ini tidak banyak lagi orang percaya atau anak-anak Tuhan yang datang ke ibadah dengan tujuan untuk berjumpa dengan Tuhan, mau belajar Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, serta mau mempersembahkan ucapan syukur lewat pujian dan penyembahan kepada Tuhan atas kasih setiaNya Tuhan yang sudah dinyatakan dalam hidupnya.

Biasanya ibadah-ibadah yang selalu memberi harapan janji-janji berkat serta pemulihan ekonomi, atau mujizat  kesembuhan akan sangat digandrungi atau dicarai. Melihat pertumbuhan jemaat yang semakin hari semakin banyak, gereja lalu akan terus berusaha menjaga atau mengurung jemaatnya dengan janji-janji selalu berujung pada pemenuhan berkat jasmani, artinya gereja tidak lagi melihat kepada pentinggnya menyampaikan kebenaran Firman Tuhan yang murni seperti yang Tuhan kehendaki, dan hal ini tetap dipandang sebagai pengajaran yang wajar dan sesuai Firman Tuhan, sehingga pelayanan dengan cara-cara seperti ini akan tetap dipertahankan, karena bila diubah dengan penyampaian kebenaran yang mengajarkan jemaat untuk mau masuk dan mengambil bagian dalam penderitaan bersama-sama dengan Kristus, maka gereja akan takut kehilangan jemaat. Jadi dapat dikatakan bahwa begitu banyak gereja-gereja akhir zaman ini memberi toleransi yang sangat besar terhadap kesalahan sebuah pengajaran Firman Tuhan yang murni.

Sadar atau tidak bila pengajaran kebenaran Firman semacam ini terus disampaikan didalam gereja, maka akan ada begitu banyak orang percaya atau orang kristen yang pada akhirnya akan tersesat dan suatu saat nanti mereka tidak akan dikenal oleh Tuhan. Kenapa demikian ?. Karena bila merujuk pada pengajaran injil Kristus yang murni maka apa yang Tuhan Yesus ajarkan adalah injil yang hanya memiliki fokus bagaimana setiap orang bisa dikenal oleh Bapa di Sorga pada akhirnya, artinya Tuhan Yesus selalu menyampaikan kebenaran yang murni tanpa toleransi terhadap apapun, tanpa Ia takut jangan-jangan karena pengajaranNya yang demikian murid-muridnya bisa meninggalkan Dia.

Tuhan Yesus tidak pernah menyampaikan sesuatu yang hanya menyenangkan telinga orang yang mendengar pengajaranNya, atau dengan kata lain Tuhan Yesus tidak menyampaikan injil yang sesuai dengan selera pendengarNya, tetapi yang Ia sampaikan ialah injil yang bisa membawa setiap orang yang mau menuruti dan melakukan kebenaran itu, supaya mereka bisa diterima dalam Kerajaan Bapa di Sorga. Jadi yang Tuhan Yesus sampaikan adalah injil yang murni dan bukan injil yang berisi janji-janji manis.

Dalam satu kisah dimana saat orang banyak datang mencari Dia didalam Yohanes 6:24 Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. 6:25 Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” 6:26 Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Dari kebenaran Firman Tuhan ini dapat kita lihat bahwa ada begitu banyak orang-orang yang mencari Yesus hanya memiliki satu tujuan yaitu bagaimana mereka bisa menikmati berkat-berkat Tuhan.

Dalam kisah ini kalau kita baca lebih lanjut lagi maka kita akan sampai pada kisah dimana Tuhan Yesus katakan bahwa Ia adalah roti hidup, seperti yang Firman Tuhan katakan dalam Yohanes 6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” Apa yang Tuhan Yesus sampaikan menimbulkan banyak pertentangan dikalangan orang-orang yang mendengarnya. Jadi Tuhan Yesus tidak pernah menyampaikan sesuatu yang hanya menyenangkan telinga setiap orang yang mendengar, dengan kata lain Ia tidak takut jangan-jangan Ia ditinggalkan oleh murid-muridNya. Artinya Tuhan Yesus hanya mau menyampaikan apa yang merupakan kebenaran yang murni yang berdampak pada kehidupan manusia di dunia yang akan datang atau kehidupan kekal, namun ternyata apa yang Tuhan Yesus sampaikan membuat ada banyak murid-muridnya yang mundur meninggalkan Dia, sebab Firman Tuhan katakan dalam Yohanes 6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. 6:67 Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” 6:68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; Jawaban Petrus menunjukan bahwa Injil yang Tuhan Yesus ajarkan adalah Injil yang benar-benar memberi hidup yang sesungguhnya, yaitu hidup didalam kekekalan.

Disinilah perlu kepekaan dari setiap orang percaya atau anak-anak Tuhan untuk dapat membedakan mana injil yang murni dan mana injil yang palsu. Injil yang murni tidak pernah mengajarkan bagaimana anak-anak Tuhan bisa menggunakan Tuhan untuk mencapai segala keinginannya, tetapi yang sebenarnya injil yang murni itu ialah bagaimana anak-anak Tuhan mau supaya hidupnya bermanfaat untuk kepentingan Tuhan dan kerajaanNya, sebab cara inilah merupakan bagian dari hidup setiap orang percaya yang turut dalam penderitaan Kristus, memikul salib, dan mengerjakan apa yang menjadi kehendak Bapa di Sorga.

Firman Tuhan katakan dalam Matius 10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Ini suatu peringatan yang keras bahwa percaya kepada Kristus berarti harus memikul salib bersama-sama dengan Kristus. Seperti yang dikatakan dalam Matius 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” Tujuan terakhir dari pengiringan akan Kristus ialah jiwa kita akan mendapatkan ketenagan didalam Kristus, tentu didalam kekekalan, didalam kerajaan Bapa di Sorga.

Ingat pesan ini:

  1. Jangan lagi toleransi kepada setiap pengajaran yang hanya menyenangkan telinga namun yang sebenarnya bukanlah injil yang murni.
  2. Ingat selalu bahwa mengikut Yesus berarti harus menderita bersama-sama dengan Dia.
  3. Barang siapa yang setia dalam pengiringan akan Tuhan sampai pada akhirnya, maka ia akan mendapatkan ketenangan jiwa didalam kekekalan.

Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Bila engkau diberkati dengan renungan ini, maka berikanlah link renungan ini kepada semua orang yang engkau kasihi. renunganhariini.com. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

tags: , , , ,

Related For TIDAK TOLERANSI