USAHA MENGUMPULKAN HARTA DI SORGA

RENUNGAN HARIAN 2324 Kali Dibaca

Renungan Harian KristenUsaha Mengumpulakan Harta Di Sorga. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Tema renungan hari ini adalah “Usaha Mengumpulkan Harta Di Sorga”.

Saudaraku, ada sebuah cara berpikir yang terbalik yang selama ini mungkin saja itu juga menjadi bagian dari cara berpikir kita sebagai orang percaya atau sebagai anak-anak Tuhan.

Banyak orang berpikir bahwa dengan menjadi anak-anak Tuhan atau menjadi orang Kristen atau menjadi orang percaya, maka Tuhan akan memenuhi kehidupan mereka dengan berkat-berkat yang luar biasa, dan dengan demikian mereka bisa menikmati dunia ini dengan segala kesenangannya.

Kalau saudara termasuk orang Kristen yang berpikir demikian maka, saya harus jujur berkata bahwa itu adalah pola pikir yang salah dan harus di rubah. Sebab kekristenan itu tidak sama dengan agama-agama pada umumnya yang dipenuhi dengan janji-janji dimana dewa-dewa yang mereka sembah, atau tuhan yang mereka percayai itu bisa menjadi andalan untuk menyelesaikan berbagai persoalan hidup, sehingga mereka bisa menikmati kehidupan yang nyaman bila hidup taat menjalankan agamanya.

Baca Juga Renungan :

Gaya Hidup Tuhan Yesus

Kekristenan tidaklah demikian. Hidup kekristenan itu berbeda, itulah kenapa firman Tuhan katakan kita tidak boleh sama dengan dunia, (Roma 12:2).

Pola Pikir kekristenan atau pola pikir orang Percaya yang benar

Sebagai orang percaya kita harus memiliki pola pikir kekristenan yang benar, supaya dalam pengiringan kita akan Tuhan, kita benar-benar memiliki pola pikir yang sesuai dengan pikiran Tuhan. Pola pikir kekristenan yang benar itu adalah;

  • Berpikirlah bahwa Kristen itu bukan agama

Kenapa kita harus berpikir bahwa Kristen itu bukan agama?. Karena Kristen itu sesungguhnya adalah pengikut Kristus. Dan yang diikuti adalah cara hidup Kristus. Sebab kekristenan itu dimulai dengan penerimaan Tuhan atas kita sebagai anak-anak-Nya, saat kita percaya kepada Allah dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat kita, maka disitulah kita dilatih untuk mengerti akan kehendak-Nya dan hidup melakukan kehendak Bapa di sorga. Jadi inilah yang harus menjadi dasar atau landasan dari pola pikir kekristenan kita.

  • Berpikirlah bahwa Kekristenan tidak menjanjikan kelimpahan hidup

Kita juga harus mengerti bahwa Kekristennan itu tidak pernah menjanjikan kelimpahan hidup, yang membuat orang-orang percaya bisa menikmati hidup dengan berbagai kesenangan dunia.

Usaha Mengumpulkan Harta Di Sorga

Renungan Harian Kristen | Usaha Mengumpulkan Harta Di Sorga | renunganhariini.com

Orang percaya harus memahami ini, karena kekristenan itu bukan usaha untuk mengumpulakan harta dibumi. Tetapi sebaliknya, kekristenan adalah usaha untuk mengumpulkan harta di sorga.

Matius 6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Ini merupakan sebuah cara hidup yang benar, dimana apa yang kita kumpulkan selama kita hidup di dunia ini, pada saatnya nanti akan kita nikmati di sorga. Sebab kalau kekristenan hanya menjadi tujuan untuk mengumpulkan harta di bumi maka pada akhirnya segala jerih lelah kita untuk mengumpulkan harta di bumi ini akan menjadi sia-sia.

I Yohanes 2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Kalau kita sudah tahu bahwa dunia ini sedang lenyap dengan segala keinginannya, lalu kita tetap ngotot untuk hidup mengumpulkan harta duniawi dan berusaha untuk menikmati dunia ini dengan segala kesenangannya, maka kita menjadi orang bodoh yang menipu diri sendiri, yang pada akhirnya tidak bisa menikmati kekayaan dan kemuliaan yang Allah Bapa sediakan bagi kita di sorga.

Kalau pada akhirnya ada orang kristen atau anak-anak Tuhan, yang berdalih dengan menggunakan firman Tuhan sebagai landasan yang kuat, atau bukti janji Tuhan, bahwa Tuhan akan memenuhi orang percaya dengan kekayaan bangsa-bangsa seperti yang ditulis di dalam (Yesaya 60), maka hal ini merupakan kesalahan kita didalam mengerti akan kebenaran firman Tuhan.

Yesaya 60:5 Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.

Ini merupakan janji Tuhan kepada bangsa Israel pada zaman itu, karena dalam murka-Nya, Allah telah menghajar mereka, tetapi pada akhirnya Allah juga yang berkenan untuk mengasihani mereka.

Yesaya 60:10 Orang-orang asing akan membangun tembokmu, dan raja-raja mereka akan melayani engkau; sebab dalam murka-Ku Aku telah menghajar engkau, namun Aku telah berkenan untuk mengasihani engkau.

Jadi janji itu bukan buat orang percaya atau kristen di zaman ini. Itulah kenapa dalam memahami akan kebenaran firman Tuhan kita harus selalu melihat konteksnya dengan benar, agar kita tidak asal mencomot ayat firman Tuhan untuk sebuah dalih sebagai pembenaran atas keinginan kita.

Sampai disini bisa timbul pertanyaan. Kalau kekristenan tidak menjanjikan pemenuhan akan kebutuhan jasmani selama hidup di dunia saat ini, untuk apa jadi kristen?.

Sekali lagi perlu ditegaskan bahwa kekristenan itu bukanlah tujuan hidup untuk menikmati dunia saat ini, tetapi kekristenan itu adalah usaha mengumpulkan harta di sorga, dan menjadi tujuan hidup untuk menikmati langit baru dan bumi yang baru.

Baca Juga Renungan :

Merindukan Langit Baru Dan Bumi Baru

Kalau hanya untuk pemenuhan kebutuhan jasmani kita saat ini, maka firman Tuhan sudah mengajarkan kita, supaya kita bisa berhikmat dalam menjalankan hidup ini.

Ibrani 13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Mengerti akan kebenaran firman ini, seharusnya kita menjadikannya sebagai landasan kehidupan kekristenan kita, dimana yang Tuhan inginkan adalah kita bisa cerdas untuk mencukupi akan kebutuhan hidup kita dengan apa yang ada pada kita, dan tetap hidup dalam iman percaya yang sungguh dengan memegang janji Tuhan seperti yang firman Tuhan katakan diatas yaitu, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Baca Juga Renungan :

Kesetiaan Dalam Iman Percaya Kepada Allah

Ini merupakan gaya hidup kekristenan yang benar. Sebab sesungguhnya tujuan hidup kekristenan itu bukanlah untuk dunia hari ini, tetapi tujuannya adalah dunia yang akan datang yaitu langit baru dan bumi baru.

Memiliki pola pikir seperti ini pada akhirnya, apapun dan bagaimanapun keadaan hidup kita saat ini, kita akan tetap mengucap syukur didalam segala hal. Artinya kalau saat ini kita hidup berkecukupan, atau hidup dalam kekayaan dan kelimpahan, kita tidak akan bisa menjadi sombong, karena kita tahu bahwa semua yang kita miliki saat ini hanya sementara dan semuanya itu hanyalah kesia-siaan. Dan itu semua bukan tujuan hidup kekristenan.

Sebaliknya kalau saat ini kehidupan kita juga hanya pas-pasan atau dapat dikatakan masih dalam kekurangan, maka mata, hati, dan pikiran kita akan tetap tertuju kepada Allah Bapa di sorga, karena dengan iman percaya kita tahu ada janji Allah bahwa “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Jadi pada akhirnya kita akan mengarahkan seluruh hidup kita, supaya hidup yang kita jalani ini adalah hidup hanya untuk belajar mengerti akan kehendak-Nya serta melakukan kehendak Allah Bapa di sorga.

Gaya hidup seperti inilah yang menjadi kesaksian hidup Paulus dalam melayani Tuhan, dimana baginya yang terpenting adalah mencapai garis akhir dari pelayanan yang Tuhan percayakan.

Kisah Para Rasul 20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

Inilah gaya hidup kekristenan yang sejati, dimana bukan persoalan makan, minum, dan pakai yang harus dipersoalkan, tetapi bagaimana kita harus berdiri dan menjadi saksi Kristus dan memberitakan injil kasih karunia Allah, lewat cara hidup kita, supaya orang lain bisa percaya kepada Kristus dan diselamatkan didalam Kristus lewat hidup kita.

Kalau kita mengerti sekarang bahwa kekristenan itu bukanlah persoalan, makan, minum, pakai, dan segala persoalan pemenuhan kebutuhan jasmani lainnya, maka sampai di titik ini kita akan berani all out untuk Tuhan. Artinya segenap hidup kita, akan kita serahkan kepada Tuhan, supaya dapat dipakai menjadi alat pekerjaan pelayanannya untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan.

Cara hidup seperti inilah yang akan membuat kita bisa sejalan dengan Tuhan, artinya kita menjalankan hidup ini tidak lagi dengan pikiran kita sebagai manusia, tetapi dalam menjalankan hidup ini kita akan terbiasa untuk mengenakan pikiran dan perasaan Kristus.

Jadi sekali lagi, kekristenan bukanlah persoalan pemenuhan kebutuhan jasmani yang akan membuat kita bisa menikmati dunia ini dengan segala kesenangannya. Tetapi kekristenan adalah usaha mengumpulkan harta di sorga, dimana saat kita dipanggil pulang oleh Allah Bapa ke sorga, maka disitulah kita akan menikmati hasil jerih paya kita selama hidup di dunia ini dalam menuruti dan melakukan kehendak Allah. Dan jerih lelah itu akan terbayar dengan kemuliaan kekal yang telah Allah Bapa sediakan bagi orang-orang yang hidup takut akan Dia.

I Kotintus 15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Kiranya kebenaran ini semakin membuat kita menyadari akan arti hidup kekristenan yang benar sesuai dengan kehendak Allah. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Artikel by Frank Tutu | Copyright © 2015 – Original Content | renunganhariini.com

tags: ,

Related For USAHA MENGUMPULKAN HARTA DI SORGA