BERJALAN DALAM KEKUDUSAN ALLAH

RENUNGAN MINGGU 1952 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan MingguBerjalan Dalam Kekudusan Allah. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan kita hari ini adalah “Berjalan Dalam Kekudusan Allah”.

Saudaraku, ada satu hal yang harus benar-benar kita sadari yaitu, Allah itu Kudus, oleh sebab itu Allah tidak bisa berjalan bersama-sama dengan orang yang tidak kudus, atau orang yang mengotori kehidupannya dengan ketidakkudusan hidup. Hal inilah yang membuat seringkali ada orang percaya yang tidak dapat menghayati akan kehadiran Allah didalam kehidupannya secara riil.

Orang yang tidak menjaga hidupnya tinggal didalam kekudusan Allah, adalah orang yang tidak hidup didalam kebenaran Allah. Sebab orang yang mau hidup di dalam kebenaran Allah pasti akan menjaga kekudusan hidupnya, dan ia tidak akan mungkin membiarkan dirinya dicemari atau dikotori dengan cara hidup dunia yang tidak kudus.

Sebagai orang percaya, kalau kita tidak mulai memaksa seluruh gerak kehidupan kita untuk tinggal didalam kekudusan Allah, maka ini menjadi sinyal bahaya yang akan menyeret kita kedalam kebinasaan. Firman Tuhan katakan di dalam;

I Petrus 1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Kebenaran ini hendak menyatakan kepada kita bahwa Allah tidak dapat bersekutu dengan orang yang tidak menjaga kekudusan hidupnya. Allah mau ada bersama-sama dengan anak-anakNya, tetapi anak-anakNya juga harus ada didalam kekudusan hidup, sebab Allah itu Kudus, oleh sebab itu setiap orang yang mau tinggal didalam Dia juga harus tinggal di dalam kekudusanNya.

Berjalan Dalam Kekudusan Allah

Renungan Minggu : Berjalan Dalam Kekudusan Allah

Keterikatan dengan cara hidup dunia yang dipandang merupakan kehidupan yang wajar, namun sesungguhnya dipemandangan mata Allah merupakan ketidakkudusan hidup, membuat banyak orang percaya atau anak-anak Tuhan terjebak didalam cara hidup seperti ini, yang pada akhirnya membuat ada begitu banyak anak-anak Tuhan begitu sulit untuk melepaskan diri dari jeratan dunia ini.

Kalau kita ingin diterima oleh Allah dan ingin supaya Allah menjadi Bapa atas kehidupan kita maka kita harus meninggalkan, dan melepaskan semua pakaian kehidupan kita yang dikotori oleh kehidupan dunia ini. Itulah kenapa firman Tuhan katakan di dalam;

II Korintus 6:17 Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. 6:18 Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.”

Jadi kalau kita tidak mau untuk melepaskan diri dari kehidupan yang tidak kudus, maka jelas Allah tidak mungkin akan bisa menerima kita, karena Allah tidak bisa menyatu dengan segala sesuatu yang tidak kudus. Itulah kenapa firman Tuhan katakan; keluarlah dari antara mereka, pisahkanlah dirimu dari mereka, janganlah menjamah apa yang najis, maka aku akan menerima kamu.

Kalau kita mau sungguh-sungguh berjuang untuk tinggal di dalam kekudusan hidup, maka Allah berkata “Aku akan menjadi Bapamu dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan.

Hanya dengan cara tetap hidup didalam kekudusan Allah, akan membuat kita bisa menghayati akan kehadiran Allah di dalam setiap langkah kehidupan yang kita jalani di dunia ini. Dan apapun yang akan terjadi dengan kehidupan ini, kita akan tetap percaya bahwa Allah tetap ada bersama-sama dengan kita, dan Ia tidak akan pernah meninggalkan kita.

Lebih dari pada itu semua, jika kita diterima oleh Allah sebagai anak-anakNya, dan itulah yang membuat kita bisa memanggilanya “Ya Abba ya Bapa” maka disini bukan saja dosa-dosa kita diampuni oleh Allah, dan dianggap tidak pernah ada atau tidak pernah terjadi, tetapi yang dikehendaki oleh Allah Bapa di sorga yaitu seluruh cara hidup kita yang masih memiliki potensi dosa, juga harus dilepaskan dari dalam kehidupan kita.

Oleh sebab itu, supaya kita bisa mengerti apa saja yang menjadi potensi dosa didalam kehidupan kita, maka kita tidak punya pilihan lain, selain kita harus mulai membiasakan diri untuk hidup mengenakan pikiran dan perasaan Kristus, karena orang yang hidup mengenakan pikiran dan perasaan Kristus hanya akan mengerjakan segala sesuatu yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga.

Itulah kenapa sebagai orang percaya kita diingatkan oleh firman Tuhan supaya kita wajib hidup sama seperti Kristus hidup. Artinya kalau cara hidup kita tidak sama seperti Kristus, itu berarti kita belum dapat mengimbangi keberadaan Allah di dalam kekudusanNya. Ingat yang firman Tuhan katakan diatas “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus”.

Orang yang mau mempertahankan hidupnya sama seperti Kristus hidup, maka ia akan berjalan bersama-sama dalam kekudusan Allah, dan ia akan dapat menghayati dengan benar kehadiran Allah dalam hidupnya.

Setiap orang percaya harus menyadari bahwa menjaga kesucian hidup itu merupakan harta yang tak ternilai, karena itu kita harus benar-benar mau berjuang untuk tetap hidup di dalam kesucian dan kekudusan Allah. Bila kita tidak sungguh-sungguh memperjuangkan ini, maka kita tidak akan mungkin bisa melihat Allah secara nyata di dalam KerajaanNya. Firman Tuhan katakan didalam;

Ibrani 12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.

Jadi disini kita bisa mengerti betapa berharganya arti kekudusan hidup. Betapa bernilainya jika kita mau tetap berjuang untuk tetap tinggal didalam kekudusan Allah dari hari lepas hari di sepanjang perjalanan kehidupan kita di dunia ini. Berjuang mejaga kesucian dan kekudusan hidup sama dengan apa yang firman Tuhan katakan di dalam;

Lukas 13:24 Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.

Jadi kalau kita mengerti betapa sulitnya seseorang bisa masuk kedalam kerajaan sorga jika ia tidak berjuang dengan sungguh-sungguh untuk mempertahankan kekudusan hidup ini, maka itu artinya bagi orang-orang yang masih mau mengotori pakaian kekudusan hidupnya dengan cara hidup dunia, dapat dipastikan orang-orang seperti ini tidak akan pernah mendapat bagian didalam Kerajaan Allah Bapa di sorga.

Oleh sebab itu, kita harus menyadari sungguh bahwa kekudusan hidup adalah sebuah kewajiban cara hidup bagi setiap kita sebagai orang percaya yang tidak dapat ditukar, diganti, atau dibayar dengan apapun, dan Itulah kenapa kita harus sungguh-sungguh tetap hidup dalam kesucian dan kekudusan Allah.

Saudaraku, ingatlah bahwa dunia ini akan lenyap dan tidak ada suatu apapun yang ada didunia ini akan akan tinggal tetap, dan firman Tuhan katakan bahwa dunia ini sedang lenyap dengan segala keinginannya, dan jika hari Tuhan tiba maka semuanya akan hancur. Firman Tuhan ingatkan kita di dalam;

II Petrus 3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. 3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup 3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

Kiranya kebenaran ini membuat kita semua bisa mengambil keputusan untuk merubah diri dari cara hidup yang salah, cara hidup yang masih tinggal di dalam dosa, ataupun yang masih memiliki potensi dosa, ke arah hidup yang benar yaitu hidup dalam kesucian kekudusan Allah, mulai saat ini sampai waktuNya tiba bagi kita. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Jangan Lupa Baca Juga Renungan :

Belajar Untuk Mendengar Suara Tuhan

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2015 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For BERJALAN DALAM KEKUDUSAN ALLAH