HIDUP BERMORAL ALLAH DALAM KESUCIAN YANG BENAR

RENUNGAN MINGGU 1229 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Minggu – Hidup Bermoral Allah Dalam Kesucian Yang Benar. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita saat ini adalah; Hidup Bermoral Allah Dalam Kesucian Yang Benar.

Saudaraku, seseorang akan dipandang sebagai orang yang bermoral, orang yang baik, orang yang santun, adalah ketika orang tersebut mematuhi atau tidak melanggar hukum-hukum dan norma-norma umum yang ada.

Standar hidup seperti itu adalah standar hidup manusia pada umumnya. Kita harus mengerti bahwa hidup sebagai orang percaya, kita memiliki standar hidup yang berbeda. Sebab standar hidup orang percaya itu tidak dapat diukur hanya karena mematuhi hukum-hukum atau norma-norma umum yang ada.

Standar hidup orang percaya hukumnya adalah Allah sendiri. Jadi setiap orang percaya harus hidup memiliki moral seperti Allah. Hidup bermoral Allah dalam kesucian dan kekudusan. Hal itu harus terlihat dalam seluruh gerak hidup kita, mulai dari perkataan, sikap, perbuatan, tindakan, bahkan sampai kepada gerak pikiran dn perasaan kita harus seperti Allah. Itulah yang dimaksudkan firman Tuhan sempurna seperti Allah Bapa di sorga.

Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Jadi menjadi sempurna seperti Allah itu adalah ukuran moral yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya, barulah kita bisa layak menjadi anak-anak Allah. Jika tidak maka kita tidak mungkin layak bagi Allah. Oleh sebab itu kita harus sungguh-sungguh berjuang untuk mencapai target ini. Menjaga hidup supaya tetap ada dalam kesucian dan kekudusan Allah. Itulah kenapa firman Tuhan katakan;

I Petrus  1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Orang percaya yang terus berjuang untuk hidup bermoral seperti Allah itu tidak mudah, dan dapat dikatakan ini perjuangan hidup yang berat, tetapi kita harus berjuang untuk mencapi standar hidup ini, karena inilah standar hidup yang dikehendaki oleh Allah.

Kalau kita mau sungguh-sungguh berjuang, maka perubahan itu akan mulai terlihat sedikit demi sedikit, tetapi akan terus membuat kita berubah. Sebab untuk bisa hidup bermoral Allah itu tidak akan terjadi secara otomatis. Sebab persoalannya adalah, kita ini sudah terlalu lama terlanjur menerima didikan yang salah oleh gaya hidup dunia.

Dalam perubahan yang dialami sedikit demi sedikit itulah, hikmat yang kita miliki juga akan terlihat berbeda dari orang-orang dunia pada umumnya. Disitulah kita akan semakin takjub dan kagum kepada Allah. Kalau hikmat Tuhan yang kita miliki dan kita pahami hanya tentang pemenuhan kebutuhan jamani maka itu belum bisa membuat kita sungguh-sungguh takjub kepada Allah.

Kenapa demikian?. Sebab orang yang tidak percaya kepada Allah sekalipun, asal ia bertanggung jawab dengan hidupnya, berjuang, berusaha dan berkerja keras, maka ia bisa meraih sukses, sehingga dengan kesuksesan yang didapatkan itu, ia bisa menikmati kenyamanan hidup.

Kita akan benar-benar takujub kepada Allah ketika Allah mengubah manusia batiniah kita, sehingga kita benar-benar berbeda. Sebab untuk mengubah manusia batiniah itu benar-benar rumit. Tetapi Allah tahu bagaimana membentuk dan melatih kita, supaya kita bisa berubah dan memiliki kecerdasan roh. Dan dengan kecerdasan roh yang kita miliki, maka kita bisa memahami apa yang baik yang berkenan dan yang sempurna. Dan itulah yang membuat kita berbeda dengan dunia ini. Itulah kenapa firman Tuhan katakan;

II Korintus  4 :16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

Perubahan yang terjadi dalam hidup kita setelah diubah oleh Allah akan membuat kita begitu kagum kepada Allah. Kagum karena kita melihat Allah membentuk hidup kita dengan luar biasa. Dan hal itu kita sendiri yang tahu. Sebab kita tahu bagaimana sifat dan karakter kita yang lama yang kita miliki.

Misalnya saja dulu hidup kita begitu arogan, begitu sombong, begitu angkuh, kasar, dan tidak mau perduli dengan orang lain. Setelah di didik Allah, semuanya itu dihancurkan oleh Allah dan kita bisa melihat sebuah perubahan cara hidup yang luar biasa.

Allah akan merubah dan mendidik kita lewat berbagai proses hidup yang akan kita hadapi maupun yang sudah kita lalui. Disitulah kita akan dibentuk menjadi pribadi yang memiliki moral Anak Allah yang benar dalam kesucian dan kekudusan hidup.

Jadi apa yang pernah terjadi dalam perjalanan hidup kita, itu ternayta bagian dari kebijaksanan Tuhan dalam proses hidup kita, supaya kita bisa menjadi anak-anak Allah seperti yang Allah kehendaki. Persoalannya apakah kita mau memberi diri untuk masuk dalam proses ini atau tidak.

Itulah kenapa cara kita memandang hidup ini harus mulai berubah. Dan kita harus bisa memandang hidup ini sebagai proses didikan Allah, jika kita mau menyerahkan sepenuhnya hidup kita untuk digarap oleh Allah.

Hidup Bermoral Allah Dalam Kesucian Yang Benar

Renungan Minggu : Hidup Bermoral Allah Dalam Kesucian Yang Benar | Renunganhariini.com

Kalau orang percaya hanya memandang perubahan hidup itu hanya tertuju kepada berkat-berkat jasmani, maka nilainya rendah sekali, sebab itu tidak bernilai kekal. Tetapi pembentukan manusia batiniah kita itu yang terpenting, karena akan membawa kita kepada kepentingan hidup di kekekalan nanti.

Orang percaya harus melihat bahwa hal yang terpenting dalam hidup ini yaitu, membangun manusia Allah dalam diri kita, dan ini sama dengan membangun kodrat ilahi, supaya kita benar-benar bisa memiliki karakter Allah, berkepribadian yang sama seperti Allah. Dalam hal ini kita akan memiliki pribadi yang sama seperti Tuhan Yesus. Itulah kenapa firman Tuhan katakan, dalam hidup ini hendaklah kita mengenakan pikiran dan perasaan yang juga terdapat dalam Kristus Yesus.

Kalau dikatakan memiliki kodrat ilahi, kita harus mengerti bahwa kata “kodrat” itu sama dengan “sifat asli” atau “sifat bawaan”. Kodrat juga bisa berarti hukum, atau tatanan ilahi. Jadi aturan-aturan seperti yang Allah kehendaki.

Orang percaya yang benar-benar diubah menjadi manusia Allah dan memiliki kodrat ilahi maka yang terpancar dari gaya hidupnya adalah gaya hidupnya Tuhan Yesus. Artinya sifat aslinya  atau bawaannya akan berbeda dengnan orang-orang dunia.

Kita harus ingat, tatanan kehidupan yang terbangun dalam diri kita selama ini adalah tatanan hidup yang salah. Tatanan hidup dunia yang memiliki sifat asli atau bawaannya adalah kecendungan untuk berbuat dosa.

Bila kita kembali kepada proses penciptaan manusia, maka kita akan temukan bahwa manusia itu diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Firman Tuhan katakan di dalam;

Kejadian  1 :26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Disini kita harus mengerti bahwa kata “gambar” dalam ayat ini berbicara tentang tiga hal penting yaitu, pikiran, perasaan dan kehendak. Sedangkan kata “rupa” itu berbicara tentang kualitas hidup. Kalau kita melihat pada ayat firman Tuhan selanjutnya dalam;

Kejadian 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Dalam ayat ini dikatakan diciptakan menurut “gambar” Allah, jadi manusia itu memiliki pikiran, perasaan dan kehendak. Ini sifat dasar manusia yang juga ada pada Allah. Tetapi dalam ayat ini tidak ditemukan kata “rupa”.

Sudah saya katakan tadi, “rupa” itu berbicara tentang kualitas hidup. Artinya kualitas hidup seperti apa yang Allah kehendaki. Untuk memiliki “rupa” atau kualitas hidup seperti yang Allah kehendaki maka manusia harus masuk dalam proses didikan Allah. Pada proses itulah manusia pertama yaitu “Adam” gagal. Sebab manusia salah mempergunakan kehendak bebas yang diberikan oleh Allah. Manusia melanggar perintah Allah dan jatuh dalam dosa.

Kodrat dosa atau natur itulah yang melekat pada kita sampai saat ini. Itulah kenapa kita harus masuk dalam didikan Allah, supaya kita bisa dikembalikan kepada manusia seperti rancangan Allah semula, yang memiliki “gambar” dan “rupa” Allah.

Adam gagal memiliki “rupa” Allah karena jatuh dalam dosa. Artinya Adam gagal memiliki kualitas hidup seperti yang Allah kehendaki. Tuhan Yesus-lah yang berhasil menjadi manusia seperti yang Allah Bapa di sorga kehendaki.

Cara hidup dan kualitas hidup seperti Tuhan Yesus itulah yang Bapa mau dimiliki oleh setiap orang percaya. Supaya kita bisa layak menjadi anak-anak-Nya. Dalam hal ini kita harus mengerti bahwa, kita tidak akan memiliki kodrat ilahi kalau hanya ke gereja dan mendengar khotbah saja.

Kita baru bisa memilki kodrat Allah, disaat kita belajar hidup sesuai dengan kebenaran Allah, yaitu melakukan kehendak Allah. Itulah kenapa firman Tuhan katakan kita harus hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Sisa hidup kita yang ada saat ini harus menjadi proses belajar untuk memiliki kodrat ilahi, kalau kita tidak mau maka kita akan gagal menjadi orang percaya yang memiliki “gambar dan rupa” Allah.

Jadi berjuang untuk memiliki kodrat ilahi harus menjadi tujuan hidup yang utama bagi kita. Kita harus menjadi kan hal membangun kehidupan anak Allah sebagai satu-satunya tujuan hidup, sebab hal itu tidak mudah. Itulah kenapa seorang pelayan Tuhan harus memiliki kodrat ilahi, supaya ia bisa mengubah banyak orang untuk memiliki pribadi Allah.

Orang percaya yang mau di didik oleh Allah, akan memiliki hubungan yang intim dengan Allah. Dan orang yang memiliki hubungan yang benar dengan Allah maka saat ia menutup mata di ujung kehidupannya, ia akan di jemput oleh malaikat.

Ingat saudaraku, kita ini produk rusak yang harus menyadari kerusakan itu dan harus berubah supaya kita bisa berkenan kepada Allah.

Supaya kita bisa berubah, Allah telah memberikan penolong yang setia yaitu Roh Kudus. Tujuannya adalah supaya saat kita memberi diri masuk dalam didikan Allah, Roh Kudus akan menuntun kita kepada kebenaran. Peroalannya kita mau atau tidak. Kalau kita tidak mau maka Roh Kudus juga tidak akan memaksa kita.

Kalau kita tidak mau artinya kita memilih untuk binasa, dan akan terbuang dari hadirat Allah di kekekalan nanti untuk selama-lamanya. Kalau kita mau, maka Tuhan melihat batin kita dan Tuhan akan memberi hikmat dan menuntun kita di jalan kebenaran-Nya dalam pimpinan kuasa Roh Kudus.

Orang percaya yang mau memberi diri masuk dalam didikan Allah adalah orang yang memikirkan masa depan kehidupannya di kekekalan. Kalau kita mulai saat ini, maka itulah yang dimaksudkan firman Tuhan dalam;

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Kiranya kebenaran ini, mengubah kita semua menjadi pribadi yang memiliki bukan saja “gambar” Allah, tetapi juga “rupa” Allah, supaya di dalam pikiran, perasaan, dan kehendak yang kita miliki, kita juga memiliki kualitas hidup yang bermoral sama seperti Allah Bapa di sorga, sehingga kita bisa mencapi kesempurnaan seperti yang Bapa kehendaki. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga : Setiap Orang Percaya Harus Hidup Kudus

Renungan oleh Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2017 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: , ,

Related For HIDUP BERMORAL ALLAH DALAM KESUCIAN YANG BENAR