HIDUP BUKAN HANYA SATU KALI

RENUNGAN MINGGU 1066 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Minggu – Hidup Bukan Hanya Satu Kali. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan minggu kita saat ini adalah; Hidup Bukan Hanya Satu Kali.

Selama ini ada begitu banyak orang berpikir bahwa hidup di dunia ini hanya satu kali, jadi dengan memiliki landasan pemikiran seperti itulah, pada akhirnya membuat banyak orang terjebak di dalam cara hidup yang salah.

Maksud dari terjebak dalam cara hidup yang salah adalah, akibat dari cara berpikir bahwa hidup ini hanya satu kali, maka orang-orang yang memiliki pola pikir demikian akan mempergunakan kesempatan hidup ini untuk menikmati dunia dengan segala kesenangan yang ada di dalamnya. Karena bagi mereka hidup ini hanya satu kali, oleh sebab itu hidup ini harus dinikmati. Ini adalah pola pikir yang salah.

Sebagai orang  percaya kita harus ingat bahwa kita dirancang Tuhan sesungguhnya bukan untuk hidup hari ini, tetapi untuk hidup yang akan datang. Jadi kehidupan yang kita jalani hari ini, adalah kesempatan mempersiapkan diri untuk kehidupan yang akan datang di langit baru dan bumi yang baru.

Kita harus mulai sadar bahwa masih ada kehidupan lain, ada dunia yang lain. Jadi hidup bukan hanya satu kali saja di dunia ini, sampai kehidupan di dunia ini berakhir dan semuanya selesai. Hidup yang sesungguhnya itu adalah hidup yang akan datang.

Oleh sebab itu, hidup saat ini adalah kesempatan berharga bagi kita, untuk terus memperbaiki diri. Dan kesempatan hidup hari ini tidak boleh di sia-siakan. Itulah kenapa firman Tuhan mengingatkan kita, seperti yang dikatakan; “kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar.”

Persoalannya adalah, ada begitu banyak orang percaya yang salah mengerti akan kasih karunia, sehingga mereka tidak pernah berpikir lagi untuk hidup yang akan datang, sebab mereka berpikir bahwa dengan kasih karunia yang diterimanya, maka persoalan kehidupan yang akan datang sudah selesai, sudah beres, jadi bisa nikmati hidup hari ini dan nantinya mati langsung masuk sorga. Ini salah saudaraku.

Hidup Bukan Hanya Satu Kali

Renungan Harian Kristen : Hidup Bukan Hanya Satu Kali | Renunganhariini.com

Untuk masuk dalam kehidupan yang akan datang maka setiap orang percaya tidak boleh salah dalam mengerti kasih karunia yang Allah berikan. Itulah kenapa penting bagi setiap kita untuk belajar mengerti akan pikiran Tuhan. Bahkan firman Tuhan katakan supaya kita harus mengenakan pikiran dan perasaan yang juga terdapat dalam kristus Yesus.

Landasan dari kasih karunia itu diberikan oleh Allah adalah, karena manusia pertama yang seharusnya hidup dalam kesucian dan kekudusan Allah, hidup dalam kebenaran Allah, lebih memilih mengikuti kehendak bebasnya yang membuat ia jatuh di dalam dosa. Akibat dosa itulah maka manusia pasti akan menerima hukuman, seperti yang firman Tuhan katakan yaitu upah dosa adalah maut;

Roma  6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Oleh kasih karunia itu kita menerima jaminan keselamatan, dimana didalam Kristus kita telah dibenarkan. Ini artinya setelah dibenarkan di dalam Tuhan Yesus, kita harus kembali menjadi manusia seperti yang Allah ciptakan sebelum jatuh di dalam dosa.

Kita harus tetap hidup didalam kesucian dan kekudusan Allah, dan kita tidak boleh lagi tinggal atau hidup di dalam dosa, hanya karena berpikir kasih karunia yang Allah berikan sudah mengerjakan semuanya bagi kita.

Ingat saudaraku, justru oleh kasih karunia itulah kita punya pengharapan, artinya kita harus kerjakan keselamatan yang telah diberikan kepada kita lewat kasih karunia, dan itu tidak boleh di sia-siakan. Sebab jika keselamatan tidak dikerjakan, dan kita tetap hidup dalam dosa, maka seperti yang firman Tuhan katakan bahwa upah dosa adalah maut.

Jadi kasih karunia itu harus dilihat sebagai sebuah jalan masuk kepada kehidupan yang akan datang, sebab orang yang tidak merespon kasih karunia dengan hidup benar dihadapan Allah dan melakukan kehendak-Nya maka dapat dipastikan ia tidak akan mungkin bisa masuk pada kehidupan yang akan datang.

Roma  5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

Untuk bisa tetap hidup dalam kebenaran, maka kita harus terus melekat pada Allah, atau sama seperti firman Tuhan katakan, kita harus terus menempel pada pokok anggur yang benar. Menempel pada pokok anggur yang benar artinya, kita harus terus belajar untuk mengerti apa yang Allah kehendaki.

Johanes 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Akibat dari kesalahan mengerti kasih karunia yang Allah berikan, maka dapat dipastikan akan ada banyak orang gagal dalam  menerima kasih karunia itu menjadi sebuah kenyataan hidup yang sesungguhnya.

Saudaraku, kita harus sadar bahwa setelah kita menerima kasih karunia di dalam Tuhan Yesus Kristus, kita harus berjuang mempersiapkan diri kita untuk masuk pada kehidupan yang akan datang, dimana firman Tuhan gambarkan hal ini sebagai hari perkawinan Anak Domba Allah dan para pengantin-Nya.

Hari perkawinan Anak Domba yang dimaksudkan dalam firman Tuhan, bukan perkawinan secara jasmani seperti yang ada di dunia ini, akan tetapi perkawinan yang dimaksudkan disini adalah, pertemuan atau perjumpaan Tuhan Yesus dengan orang-orang percaya yang hidupnya mengasihi Allah, yang hidup di dunia saat ini hanya untuk melakukan apa yaang menjadi kehendak Allah.

Jadi fokus hidup orang percaya saat ini harus diarahkan untuk kepentingan kerajaan sorga dan bukan yang lain. Itulah kenapa kalau pengajaran akan kebenaran firman Tuhan sudah diarahkan, bagaimana bisa hidup dalam kelimpahan, pemenuhan kebutuhan jasmani semua tercukupi, maka disinilah penyesatan itu bisa terjadi, dan pada akhirnya orang-orang percaya tidak lagi memiliki fokus untuk mempersiapakn diri masuk di kehidupan yang akan datang.

Kiranya kebenaran ini mengubah cara berpikir kita, dan membuat kita semakain menyadari bahwa hidup yang sedang kita jalani hari ini adalah merupakan persiapan untuk masuk pada kehidupan yang akan datang. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga : Standar Kualitas Hidup

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com 

tags: , ,

Related For HIDUP BUKAN HANYA SATU KALI