HIDUP DALAM PEMERINTAHAN ALLAH

RENUNGAN MINGGU 1397 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan MingguHidup Dalam Pemerintahan Allah. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan kita hari ini adalah, Hidup Dalam Pemerintahan Allah.

Sadaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, dari kebenaran firman Tuhan yang sering kita baca, dari khotbah-khotbah yang sering kita dengar, kita tahu dan mengerti bahwa suatu saat nanti setelah kehidupan di dunia ini berakhir, maka sebagai orang percaya kita akan masuk pada sebuah kehidupan yang baru yaitu hidup di dalam Kerajaan Allah.

Yang menjadi pertanyaannya sekarang, apakah kita sudah siap untuk hidup dalam Kerajaan Allah?. Sebab sebagai orang percaya yang mau hidup dalam Kerajaan Allah, itu bukan nanti setelah kita sudah tidak ada lagi di dunia ini, tetapi hidup dalam pemerintahan Allah itu, sudah dimulai dari sekarang sejak kita masih di dunia ini.

Berbicara tentang kerajaan Allah, berarti berbicara tentang pemerintahan Allah. Artinya di dalam Kerajaan Allah nanti, kita akan hidup didalam pemerintahan Allah, dimana Allah sendiri yang akan menjadi Raja dan yang akan memerintah sampai selama-lamanya.

Bila kita melihat firman Tuhan dalam dalam (Matius 6 : 9 – 10), tentang doa Bapa kami yang diajarkan oleh Tuhan Yesus maka kita akan menemukan satu kebenaran bahwa, selama kita hidup di dunia ini, kita harus memberi diri kita untuk hidup dalam pemerintahan Allah.

Matius 6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Kita harus menyadari sungguh bahwa hidup dalam pemerintahan Allah itu tidaklah mudah. Sebab hidup dalam pemerintahan Allah, berarti hidup dalam kesucian dan kekudusan Allah, hidup dalam kebenaran Allah, dan hidup hanya untuk melakukan kehendak Allah, dan itu semua sudah dimulai dari sekarang.

Kesalahan kita sebagai orang kristen atau orang percaya selama ini adalah, kita selalu merasa bahwa nantinya secara otomatis kita akan dapat mengalami pemerintahan Allah. Padahal dari kebenaran firman Tuhan yang kita baca tadi, Tuhan Yesus sendiri mengajarkan kita, supaya kita harus berjuang untuk dapat menghadirkan Kerajaan-Nya, di bumi seperti di sorga.

Oleh sebab itu kalau kita selama ini berpikir dan merasa bahwa pemerintahan Allah bisa hadir dengan sendirinya, tanpa perlu kita usaha dan kerja keras untuk menghadirkan pemerintahan-Nya dalam kehidupan kita, maka cara hidup dan pola pikir seperti itu sama dengan cara hidup orang yang tidak mengenal Allah.

Ini merupakan kesalahan yang banyak terjadi dalam kehidupan banyak orang kristen atau orang percaya, sebab mereka yakin-yakin saja bahwa suatu saat nanti bisa hidup dalam pemerintahan Allah, atau dengan kata lain pasti selamat, padahal tidak.

Itulah kenapa firman Tuhan katakan supaya kita harus mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, seperti yang ditulis didalam (Matius 6:33) dan hal ini sama dengan mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, seperti yang Paulus maksudkan di dalam (Filipi 2:12).

Jadi hidup sebagai orang percaya saat ini, kita harus mendahulukan Kerajaan Allah, atau mencari Kerajaan Allah, lebih dari apapun yang kita inginkan di dunia ini.

Orang percaya yang tidak mendahulukan Kerajaan Allah saat ini, selama ia masih hidup di dunia ini, adalah orang-orang yang tidak bersedia diselamatkan.

Kita harus menyadari bahwa keselamatan didalam Tuhan Yesus, sama sekali tidak berkaitan dengan kehidupan jasmani. Jelas hal ini bisa kita lihat setiap hari dengan mata jasmani kita sendiri bahwa orang yang tidak percaya kepada Kristus-pun, mereka tetap bisa eksis dalam hidup, sukses menurut pemandangan mata dunia dan bisa menikmati berbagai kehidupan jasmani yang menyenangkan.

Oleh sebab itu ketika Tuhan Yesus memanggil  setiap kita sebagai orang percaya untuk mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, itu artinya kita harus berani untuk meninggalkan dunia ini dan melepaskan diri kita dari segala kesenangan dunia yang hanya bersifat sementara, supaya kita bisa menerima keselamatan kekal di dalam Dia.

Hidup Dalam Pemerintahan Allah

Renungan Minggu | Hidup Dalam Pemerintahan Allah | renunganhariini.com

Kalau kita berbicara mengenai Kerajaan Allah maka kita harus juga melihat hubungannya  dengan apa yang ditulis di dalam;

Roma 14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Pernyataan Paulus pada ayat ini begitu sinkron sekali dengan apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus mengenai Kerajaan sorga. Kita harus menyadari bahwa Kerajaan sorga adalah pemerintahan Allah yang tidak berpusat pada kehidupan di bumi ini, sebab bumi ini akan lenyap dengan segala isinya, seperti yang dikatakan di dalam. (II Petrus 3 : 10 – 11).

Kalau firman Tuhan memerintahkan kita untuk mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, itu artinya kita harus berjuang untuk hidup dalam kebenaran Allah, hidup dalam kesucian dan kekudusan Allah, supaya kita didapatkan berkenan dihadapan-Nya dengan tidak bercacat dan tidak bernoda.

Inilah yang akan membuat kita bisa memiliki karakter yang sama seperti Tuhan Yesus, dan sampai di titik inilah, barulah kita bisa memiliki damai sejahtera dan sukacita yang sama sekali tidak didasarkan oleh perkara-perkara duniawi.

Artinya kehidupan duniawi sudah bukan lagi tujuan hidup kita. Mau punya rumah pribadi atau tidak, punya mobil atau tidak, mau punya deposito di bank atau tidak, semuanya itu tidak dapat mengubah damai sejahtera dan sukacita yang kita miliki di dalam Allah.

Kalau kita mau mendahulukan kerajaan Allah, itu artinya kita juga harus bersedia mati bagi dunia, sebab dunia ini sudah bukan lagi tujuan hidup kita. Sebaliknya kita harus menjadikan dunia ini dengan segala kesibukannya sebagai sarana untuk kita bisa belajar menjadi warga Kerajaan sorga dengan benar selama kita masih hidup di dunia ini.

Itulah yang dimaksudkan “datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga”

Kalau kita bisa memiliki prinsip hidup seperti ini, maka apapun yang kita lakukan selama kita masih hidup di dunia ini, semuanya itu semata-mata hanya untuk kepentingan kemuliaan Allah.

Jadi tidak ada lagi yang kita kejar untuk kesenangan diri sendiri, sebab harta kita yang sesungguhnya bukanlah apa yang kita miliki di dunia ini, sebab apapun yang kita miliki saat ini, kita harus tetap sadar bahwa semuanya itu milik Tuhan, tetapi suatu saat nanti kita akan memiliki harta kekal yang sesungguhnya yang sudah Allah sediakan bagi kita sebagai upah.

Kita harus menyadari satu hal ini, bahwa orang yang mendahulukan Kerajaan Allah berarti tidak ada tujuan lain dalam hidupnya selain Kerajaan Allah. Sebab apabila masih ada tujuan lain dalm hidup kita maka itu berarti kita tidak mendahulukan Kerajaan Allah.

Memang tidak banyak orang yang bersedia hidup dengan cara hidup seperti ini, tetapi kita harus menyadari mulai saat ini bahwa tidak ada cara lain untuk bisa menghadirkan pemerintahan Allah dalam kehidupan kita, selain mendahulukan Kerajaan Allah. Jadi apapun yang kita lakukan dalam hidup ini harus demi kepentingan Kerajaan tersebut.

Bila kita memiliki cara hidup seperti ini, barulah kita bisa mati bagi dunia dan hidup bagi Kristus. Disinilah baru kita bisa berkata, hidupku bukan aku lagi melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.

Cara hidup seperti inilah yang Paulus maksudkan dalam; Kolose 3:3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

Kalau dikatakan kamu telah mati, artinya mati bagi dunia. Mati untuk setiap keinginan diri, kesenangan diri, ambisi, serta semua cita-cita yang tidak memiliki nilai kekal, supaya pada akhirnya apapun yang kita lakukan, baik makan, minum, kerja, usaha, bisnis, semuanya itu kita lakukan untuk Tuhan, demi kepentingan Kerajaan Allah. Inilah hidup kekristenan yang sejati.

Memiliki cara hidup seperti ini sama dengan usaha mengumpulkan harta di sorga. Itulah yang dikatakan di dalam;

Matius Matius  6 : 20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Kalau kita mengumpulkan harta di bumi, yang kita kejar adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan jasmani, baik itu pangkat, jabatan, kehormatan, kekayaan dan kelimpahan, serta berbagai fasilitas hidup  yang bisa kita nikmati hanya untuk waktu yang singkat.

Tetapi mengumpulkan harta di sorga artinya selama kita hidup di dunia ini, yang kita kejar hanyalah kebenaran Allah dan kita terus berjuang untuk tetap hidup didalam kebenaran itu, supaya selama hidup di dunia ini kehidupan kita ditemukan Tuhan tidak bercacat tidak bernoda dihadapan-Nya. Itulah yang yang dimaksudkan hidup melakukan kehendak-Nya.

Jadi mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, seperti yang ditulis dalam (Matius 6:33), seringkali salah dipahami oleh banyak orang percaya, akibat dari pengajaran yang salah, dimana banyak orang berpikir bahwa mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, supaya pada akhirnya tambahan yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah berkat-berkat jasmani yang bisa dinikmati.

Kita harus menyadari dan memahami bahwa disaat kita mendahulukan kerajaan Allah, itu artinya kita berani mati bagi dunia, atau dengan kata lain dapat dikatakan kita akan kehilangan segala sesuatu yang bersifat kesenangan duniawi. Ini adalah hidup kekristenan yang murni.

Kiranya kebenaran ini membuat kita semakin mengerti bagaimana kita bisa menjalankan hidup di dunia ini seperti kehidupan di dalam Kerajaan Allah di sorga, supaya hidup yang kita jalani saat ini sesuai dengan kehendak Allah. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca juga Renungan : Firman Tuhan Adalah Pelita Kehidupan

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright  © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For HIDUP DALAM PEMERINTAHAN ALLAH