JIKA KITA BERKATA TIDAK BERBUAT DOSA

RENUNGAN MINGGU 1025 Kali Dibaca

Renunganhariini.com: Renungan Minggu – Jika Kita Berkata Tidak Berbuat Dosa. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita hari ini adalah; Jika Kita Berkata Tidak Berbuat Dosa.

Saudaraku, mungkin dari judul renungan ini kita semua akan bertanya, bagaimana mungkin Tuhan bisa jadi pendusta?. Memang Tuhan tidak bisa berdusta, tetapi dari cara hidup kita sebagai orang percaya seringkali kita membuat Tuhan menjadi seperti pendusta. Dan itulah yang Firman Tuhan katakan di dalam;

1 Yohanes 1:10 Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.

Apa yang dimaksud dengan membuat Tuhan menjadi pendusta?. Ini pernyataan yang rasanya aneh tetapi itulah yang ditulis didalam Firman Tuhan.

Memang kalimatnya sekilas terlihat sederhana tetapi tentu tidak mudah untuk dipahami, dan tidak mudah untuk dijelaskan. Oleh sebab itu diperlukan analisa yang mendalam, supaya kita bisa memahaminya dengan benar.

Mengapa kalau kita mengaku tidak berbuat dosa, maka kita membuat Tuhan menjadi pendusta?. Sebab kalau orang percaya tidak menyadari dan mengakui dirinya  sebagai orang berdosa, maka kita membuat Tuhan akan dicap sebagai penipu atau pendusta.

Kita harus memahami dengan benar bahwa berdosa itu bukan hanya melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap norma-norma moral umum atau melanggar hukum saja. Misalnya mencuri, merampok, membunuh, korupsi, berzinah, menipu, dan berbagai hal lainnya yang semuanya merupakan pelanggaran terhadap norma umum atau pelanggaran terhadap hukum.

Tidak menyadari dan tidak mengakui kita orang berdosa yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah, kita harus menyadari bahwa kita belum mencapai standar kesucian Allah. Atau standar kebenaran seperti yang Tuhan kehendaki.

Setiap orang percaya harus mencapai standar kesucian yang Allah kehendaki, yaitu sempurna sama seperti Bapa di sorga yang adalah sempurna. Kalau kita belum mencapai standar ini maka kita masih berkategori sebagai orang berdosa.

Ingat sekali lagi dosa itu bukan hanya melakukan pelanggaran terhadap moral umum saja. Tetapi bagi orang percaya semua yang kita pikirkan dan yang kita lakukan dalam hidup ini, bila itu tidak sesuai dengan pikiran dan perasaan Allah, maka itu adalah dosa.

Jadi jangan pernah berpikir bahwa, semua dosa kita telah ditanggung diatas kayu salib oleh Tuhan Yesus Kristus maka semuanya telah beres, dan kita telah menjadi orang yang tidak berdosa lagi karena kita telah dibenarkan di hadapan Allah Bapa di sorga oleh karena pengorbanan Tuhan Yesus Kristus.

Dosa yang dimaksudkan di dalam ayat firman Tuhan diatas adalah, adanya standar kesucian dan kebenaran Allah yang harus kita capai. Kalau kita tidak mencapai standar kesucian dan kebenaran yang Allah kehendaki maka kita bukan orang percaya. Dan itulah membuat kita tetap hidup sebagai orang berdosa.

Kalau kita mengaku sebagai orang percaya, tetapi kesucian hidup kita tidak berbeda dengan orang-orang dunia yang tidak percaya kepada Allah, bahkan ada yang lebih jahat dari orang-orang yang tidak percaya, maka akan menimbulkan pertanyaan bagi orang-orang dunia, untuk apa Tuhan Yesus datang ke dunia?.

Kalau kesucian hidup orang percaya tidak lebih baik dari orang-orang yang tidak percaya, bukankah ini menjadi bukti bahwa tanpa kedatangan Tuhan Yesus pun, orang yang tidak percaya juga hidupnya bisa lebih baik dari orang percaya. Dengan demikian maka Tuhan akan dianggap sebagai pendusta.

Kita tahu bahwa orang yang percaya kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus menerima kasih karunia Allah, dibenarkan oleh penebusan Tuhan Yesus, dan itulah yang firman Tuhan katakan;

Roma 3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, 3 :24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Setelah dibenarkan didalam Tuhan Yesus Kristus maka kita beroleh janji keselamatan, dan kita tahu seperti yang firman Tuhan katakan bahwa keselamatan itu hanya ada di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Sekarang bagaimana mungkin kita bisa menyatakan bahwa keselamatan hanya ada dalam Yesus Kristus, kalau kelakuan kita, sikap kita, tindakan kita, perbuatan kita, tidak lebih baik dari orang-orang dunia pada umumnya. Kita tidak terlihat berbeda dengan dunia.

Maka dengan demikian orang-orang dunia akan berkata, untuk apa Tuhan datang ke dunia kalau tidak mengubah sesuatu. Sebab Tuhan datang pun orang-orang yang percaya kepada-Nya, kelakukannnya tidak lebih baik dari orang-orang dunia yang tidak percaya.

Bukankah tanpa kedatangan Tuhan, sudah ada torat, sudah ada hukum, jadi untuk apa Tuhan Yesus harus datang?. Disitulah cara hidup kita yang membuat orang-orang yang tidak percaya akan memandang Tuhan sebagai penipu atau pendusta. Sebagai akibatnya keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus menjadi tidak bernilai.

Jika Kita Berkata Tidak Berbuat DosaRenungan Minggu : Jika Kita Berkata Tidak Berbuat Doa | Renunganhariini.com

Bukti bahwa tanpa kedatangan Tuhan pun ada orang-orang yang bisa hidup lebih baik, dan mereka tetap dipandang saleh oleh Tuhan. Hal ini bisa kita lihat dalam kisah Ayub.

Ayub  2:3 Firman TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan.”

Jadi dalam hal ini, yang harus ditekankan adalah, keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus itu mengubah hidup seseorang. Yaitu menjadikan orang berdosa bukan saja menjadi tidak berdosa lagi, tetapi setelah dibenarkan di dalam Tuhan Yesus Kristus, maka hidup orang tersebut harus menjadi sempurna seperti Allah Bapa di sorga.

Tentu untuk mencapi kesempurnaan yang Allah kehendaki harus lewat sebuah proses yang panjang, dan proses itu termasuk pembaharuan pikiran. Dengan pembaharuan pikiran itulah, maka setiap orang percaya yang telah dibaharui akan memiliki dan mengenakan pikiran dan perasaan Kristus. Sehingga seluruh perbuatan, tindakan, dan apapun yang dilakukan, sesuai dengan kehendak Allah Bapa di sorga.

Dengan cara hidup yang benar, dimana kita hidup sesuai standar kesucian dan kebenaran Allah, maka orang-orang dunia dapat melihat ada perbedaan yang nyata dalam hidup kita sebagai orang percaya. Cara hidup kita yang berbeda itulah yang bisa membuktikan bahwa Dia Allah yang telah datang menjadi mansia, mengubah hidup kita menjadi berbeda dengan dunia.

Oleh sebab itu setiap orang percaya dituntut untuk memiliki sebuah gaya hidup yang berbeda dengan dunia. Dan gaya hidup yang berbeda dengan dunia itu adalah gaya hidupnya Tuhan Yesus Kristus yang harus kita teladani, yang harus kita ikuti. Itulah kenapa firman Tuhan katakan di dalam;

Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Mengapa hidup keagamaan kita harus lebih benar dari ahli-ahli Taurat dan orang Farisi?. Karena ahli-ahli taurat dan orang-orang farisi, mereka begitu millitan dalam menjalankan hukum seperti yang diperintahkan di dalam Taurat.

Disini kita harus mengerti bahwa panggilan orang percaya yang harus di penuhi adalah mencapai standar kesucian Allah. Kalau dikatakan hidup keagamaan kita harus lebih baik, maka harus lebih baik disini berkaitan dengan kebenaran yang harus dicapai. Dalam hal ini berkaitan juga dengan tingkah laku, perbuatan baik yang kelihatan atau yang tidak kelihatan, semuanya harus sesuai dengan standar Allah.

Dan ini adalah suatu panggilan untuk hidup secara luar biasa dalam kelakuan, perbuatan, tindakan, sikap, dan seluruh aspek hidup kita, yang harus bisa membuktikan bahwa di dalam Kristus kita diubah dan dibaharui, dan membuat kita menjadi berbeda dengan dunia.

Hanya orang percaya yang memiliki kualitas moral yang luar biasa saja, yang bisa membuat orang diluar Tuhan akan mengakui, “sungguh kelakukanmu menakjubkan.” Atau “Kamu orang yang beruntung, dan Tuhan yang kamu percayai adalah Tuhan yang benar.” Cara hidup yang demikian akan membuat orang bisa berkata, tidak mungkin orang sebaik ini Allahnya salah.

Kita harus mengerti bahwa keselamatan didalam Tuhan Yesus Kristus itu adalah penebusan atas cara hidup kita yang sia-sia selama ini, yang kita warisi dari nenek moyang kita. Dan itulah yang firman Tuhan katakan di dalam;

1 petrus 1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Persoalannya adalah, terkadang orang percaya atau orang kristen bukan hanya kelakukannya saja yang tidak benar, tetapi juga tidak punya keunggulan apa-apa, sehingga hidupnya menjadi tidak berarti dimata orang-orang dunia yang tidak percaya kepada Allah.

Selama ini kita bisa melihat, seringkali ada begitu banyak kali orang kristen hanya mengkampanyekan kuasa Tuhan yang tidak proporsional. Artinya yang dikampanyekan hanya mujizat-mujizat-Nya saja.

Disini kita harus mengerti, kalau dulu saat masih hidup di dunia ini Tuhan Yesus banyak melakukan mujizat saat itu, maka kita harus melihatnya dengan sudut pandang dan cara berpikir yang berbeda. Karena saat itu, Tuhan Yesus hanya dipandang sebagai anak tukang kayu. Oleh sebab itu Ia harus melakukan banyak mujizat, supaya banyak orang menjadi percaya. Tetapi jangan mujizat yang dilakukan-Nya saat itu yang menjadi standar yang harus kita tunjukan saat ini.

Jangan sampai kuasa mujizat Tuhan hanya ditunjuk untuk menunjukan bahawa Tuhan lebih berkuasa. Tanpa kita menunjukan kuasa Tuhan lewat berbagai mujizat, Tuhan tetaplah Tuhan yang memiliki kuasa.

Yang harus kita kampanyekan, yang harus kita tunjukan adalah kualitas hidup kita sebagai orang percaya, dari segi lahiriah maupun batiniah, supaya orang-orang yang tidak percaya bisa melihat bahwa Tuhan yang kita percayai adalah Tuhan Yeng benar.

Ada begitu banyak orang yang saat ini terjerat dalam jeratan kuasa kegelapan yang pemerintahannya dikuasai oleh iblis. Disini orang percaya harus bisa menjadi saksi, dan kesaksian kita itu harus lewat perbuatan dan cara hidup, dan itulah yang bisa menunjukan bahwa iblis itu bersalah.

Kita harus menyaksikan kebenaran keunggulan Tuhan lewat perbuatan baik, lewat sikap, lewat tindakan, lewat perkataan, supaya orang bisa mengaku Dia bukan pendusta. Dia datang karena ingin membuktikan bahwa inilah cara hidup yang dikehndaki oleh Allah Bapa di sorga. Cara hidup itu adalah hidup dalam ketaatan penuh dan tunduk dalam kedaulatan Allah Bapa di sorga dengan melakukan semua kehendak-Nya. Jadi kita harus menjadi saksi untuk hal yang satu ini. Sebagaimana Kristus telah taat maka kita juga harus taat.

Kalau kita melakukan ini maka Tuhan akan mengakui kita sebagai anak-anak Allah. Karena cara hidup kita sesuai dengan standar kesucian dan kebenaran Allah, hidup melakukan segala sesuatu yang baik seperti yang Allah kehendaki, maka kita akan diterima di dalam Kerajaan-Nya. Itulah kenapa Paulus berkata ia terus berusaha untuk berkenan kepada Allah, karena ia sadar bahwa kita semua akan menghadap takhta pengadilan Allah.

2 Korintus 5:9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. 5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Jadi, kitalah saksi yang hidup bahwa Tuhan Yesus benar, Dia yang kita percayai sebagai Tuhan dan juru selamat hidup kita, yang mengubah hidup kita dari kehidupan sebagai orang yang berdosa, menjadi orang yang memiliki pengharapan untuk menerima keselamatan dan kemuliaan kekal. Kiranya kebenaran firman Tuhan ini memberkati kita semua. Amin.

Baca juga : Tujuan Hidup Orang Percaya Hanya Tuhan

Renungan oleh Pdt Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2017 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For JIKA KITA BERKATA TIDAK BERBUAT DOSA