KEAMANAN HIDUP DI KEKEKALAN

RENUNGAN MINGGU 532 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Minggu – Keamanan Hidup Di Kekekalan. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita saat ini adalah; Keamanan Hidup Di Kekekalan.

Ada begitu banyak orang yang tidak menyadari bahwa hidup mereka saat ini ada di dalam bahaya. Sebab selama ini mereka selalu merasa aman saat berlindung pada pangkat, jabatan, kekuasaan dan semua hal yang mereka miliki. Itulah kenapa mereka tidak pernah menyadari bahwa sesungguhnya hidup mereka ada di dalam bahaya.

Kalau kita mau membuka mata dan melihat berbagai hal yang sedang terjadi saat ini, maka sesungguhnya kita akan melihat bahwa keadaan hidup saat ini sangat rawan dan sangat rendah sekali nilai keamanan hidup saat ini.

Mungkin bagi orang-orang bisa membayar harga untuk membeli keamanan, mereka akan tetap merasa aman dari berbagai ancaman. Di dunia ini mereka boleh saja merasa aman, tetapi sesungguhnya mereka tidak pernah menyadari bahwa  keamanan hidup mereka di kekekalan ada dalam ancaman.

Saya katakan hal ini, karena biasanya orang-orang yang merasa keamanan hidup mereka di dunia ini selalu terjaga dengan baik, maka mereka hidup seolah-olah tidak memerlukan Tuhan, bahkan menjauhkan diri dari Tuhan. Itulah kenapa saya katakan bahwa keamanan hidup mereka di kekekalan ada di dalam bahaya.

Sebagai orang percaya, kita harus mempersoalkan keamanan hidup kita di kekekalan dengan serius mulai saat ini. Jangan pernah berpikir karena kita telah menerima anugerah keselamatan lalu keamanan hidup kita di kekekalan sudah terjamin.

Orang yang mengaku percaya kepada Tuhan tetapi masih terus memberi dirinya tetap hidup dalam dosa maka sesungguhnya ia tidak layak mendapatkan perlindungan Tuhan. Sebab saat kita berkata kita percaya kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus, maka kita tidak boleh berbuat dosa lagi.

Orang-orang yang mengaku percaya kepada Allah di dalam Tuhan Yesus tetapi masih mau hidup dalam dosa, itu artinya mereka hidup sama dengan orang-orang yang tidak percaya dan tidak mengenal Allah.

I Yohanes  3:6

3:6 Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.

Berada di dalam Kristus berarti harus memiliki hidup yang baru, karena kita harus menanggalkan manusia lama dan hidup sebagai orang yang dilahirkan baru di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Menanggalkan manusia lama dan hidup di dalam kehidupan yang baru, ini memerlukan perjuangan berat. Sebab orang yang mengaku telah hidup baru, itu artinya ia harus hidup hanya untuk melakukan kehendak Allah.

Untuk melakukan kehendak Allah Bapa, maka kita harus mengerti kebenaran, tentu kebenaran yang murni yang Allah kehendaki. Untuk mengerti kebenaran maka setiap saat kita harus mengisi hati dan pikiran kita dengan kebenaran, sebab kebenaran injil Kristus akan membuat kita mengerti apa yang menjadi kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Orang-orang percaya yang saat ini mau berjuang untuk hidup dalam kebenaran Kristus, adalah orang-orang yang sedang berusaha memproteksi diri mereka dari ancaman keamanan hidup kekal.

Mungkin saudara akan bertanya, jika demikian berarti di sorga tidak aman?.

Saudaraku, berbicara tentang ancaman hidup di kekekalan bukan karena di sorga tidak aman, tetapi yang membuat hidup kita di kekekalan menjadi terancam adalah, ketika kita menghadap takhta pengadilan Kristus, dan saat itulah Kristus akan berterus terang tentang apa yang telah kita tabur selama hidup di dunia dan itulah yang akan kita tuai di pengadilan Kristus nanti.

Jadi kalau kita hidup di dunia saat ini kita tidak hidup dalam kebenaran Allah, kita masa bodoh, dan tidak mau belajar dengan serius akan kebenaran Allah, maka sesungguhnya keamanan hidup kita di kekekalan sangat rentan sekali dengan kebinasaan, artinya kalau Tuhan sudah berterus terang, maka kita akan terbuang dari hadirat Allah sampai selama-lamanya. Dan tentu terbuang ke dalam kebinasaan kekal.

Matius 7:21 – 23

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Jadi selama kita hidup di dunia ini, hal yang paling utama yang harus kita persoalkan adalah, apakah keamanan hidup kita di kekekalan sudah terjamin atau belum.

Kalau kita katakan sudah terjamin, hanya karena kita percaya keselamatan bukan karena perbuatan baik tetapi karena anugerah. Itu benar, tetapi sekarang kita harus lihat apa yang firman Tuhan katakan diatas.

Keamanan Hidup Di Kekekalan

Renungan Minggu : Keamanan Hidup Di Kekekalan | Renunganhariini.com

Ingat saudaraku, orang-orang yang berseru Tuhan, Tuhan, atau memanggil nama Tuhan, apalagi sudah bernubuat, mengusir setan, mengadakan mujizat, mereka bukan orang-orang biasa. Mereka adalah orang-orang yang sudah percaya bahkan sudah melayani Tuhan. Lalu kenapa tidak dikenal oleh Allah. Bahkan dihadapan Allah dipandang sebagai pembuat kejahatan.

Kalau yang sudah melayani saja dipandang sebagai pembuat kejahatan, lalu bagaimana dengan yang tidak melayani Tuhan, atau yang masih tetap mau hidup dalam dosa saat ini.

Itulah kenapa saya katakan tadi, orang yang saat ini mau tetap hidup dalam dosa tidak layak memiliki perlindungan Tuhan. Bukan karena Tuhan pilih kasih, tetapi karena kita sendirilah yang menarik diri dari perlindungan Tuhan. Sebab, orang yang mau tetap ada dalam perlindungan Tuhan, maka ia harus menjadi sekutunya Tuhan, menjadi sahabatnya Tuhan, menjadi kekasihnya Tuhan sejak masih hidup di dunia ini.

Kalau sudah mati baru mau menjadi kekasihnya Tuhan, sudah terlambat. Sebab untuk diakui sebagai kekasihnya Tuhan, diakui sebagai anak-anak Allah, dihadapan pengadilan Bapa nanti, itu sudah harus kita perlihatkan saat ini dengan cara hidup kita,  dimana kita mau hidup menuruti apa yang menjadi perintah Allah dan melakukan kehendak-Nya, barulah kita layak menjadi anak-anak Allah.

Orang yang tidak memberi diri hidup dalam perlindungan Tuhan, maka tingkat keamanannya di kekekalan sangat rendah. Karena kita tidak punya perlindungan diri sendiri atau dengan kata lain kita tidak bisa melindungi diri kita sendiri.

Bahkan jika saat ini kita hidup sebagai orang yang kaya, berkuasa, terpandang, terhormat, semua bisa kita bayar untuk keamanan hidup kita di dunia ini, hal itu tidak berlaku, dan tidak akan bisa kita gunakan kalau kita sudah berada dibalik kematian, dan harus menghadap takhta pengadilan Kristus.

Sekalipun saat ini, kita menjadi orang yang berkuasa, kaya, terhormat, terpandang, semuanya itu tidak akan pernah bisa membeli keadilan Tuhan, saat kita menghadap takhta pengadilan Kristus. Kalau kita baca apa yang firman Tuhan katakan;

1 Petrus 1: 17

1:17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.

Saat berada di balik kematian,  dan harus menghadap pengadilan nanti, saat diadili, Bapa tidak melihat apakah kita di dunia saat ini adalah orang kaya, berkuasa, terhormat, terpandang atau tidak. Yang Allah Bapa lihat adalah apakah selama hidup di dunia ini kita melakukan kehendak-Nya atau tidak.

Kalau selama kita hidup di dunia ini, kita tidak melakukan kehendak-Nya, maka Bapa tidak bisa melindungi kita dari ancaman kebinasaan kekal. Sebab Bapa tidak bisa menyangkal hakekat-Nya sebagai Allah yang adil.

Jika demikian, maka mulai saat ini kita harus berubah. Jangan lagi mengutamakan hal-hal yang tidak memiliki nilai perlindungan kekal. Jangan lagi hidup hanya untuk menikmati kesenangan dunia ini yang hanya sementara. Jangan lagi memberi diri terjerat dalam percintaan dunia. Kita harus memproteksi diri dengan satu prinsip seperti yang firman Tuhan katakan;

Filipi 1:21

1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Prinsip hidup seperti ini adalah prinsip hidup yang memiliki nilai perlindungan yang tinggi, prinsip hidup yang memiliki tingkat keamanan yang tinggi untuk hidup di kekekalan.

Sebab kalau saat ini kita hanya mau hidup bagi Kristus, maka di dalam Kristus hidup kita akan terpelihara sempurna, bukan saja saat ini, tetapi sampai di kekekalan nanti, Kristus akan menjadi pembela yang Agung bagi kita di hadapan pengadilan Allah Bapa.

Orang percaya yang memiliki prinsip hidup seperti ini, ia tidak akan takut lagi terhadap ancaman kematian, bahkan kematian akan menjadi peristiwa bahagia yang selalu dinanti-nantikan dengan penuh gairah.

Kalau saat ini kita mau koreksi diri dengan benar, maka kita akan melihat dan menilai sendiri apakah kita sudah layak mendapatkan perlindungan Tuhan di kekekalan nanti atau tidak.

Itulah kenapa, kita tidak boleh menjadi orang yang sombong, hanya karena kita merasa memiliki segala sesuatu yang kita anggap itu bisa membuat kita tinggal dalam kenyamanan hidup saat ini, karena memiliki kekayaan, kekuasaan, pangkat, jabatan, dan kehormatan. Sesungguhnya semuanya tidak bernilai di kekekalan. Itulah kenapa Rasul Paulus katakan;

Filipi 3:7 – 11

3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.

3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

3:9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.

3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

3:11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

Untuk apa kita memiliki semuanya yang kita anggap itu bisa menyenangkan hidup kita, bisa memberi kebahagiaan, bahkan dengan semua yang kita miliki saat ini lalu kita merasa memiliki kenyamanan hidup padahal kalau kita mengerti kebenaran ini kita tahu semua yang kita anggap menyenangkan itu ternyata tidak bernilai, ternyata merupakan jerat yang bisa membahayakan kehidupan kita di kekekalan.

Itulah kenapa kita harus memiliki landasan berpikir yang benar bahwa apapun yang kita miliki saat ini bukan milik kita, tetapi semua itu milik Tuhan. Jika kita menyadari akan hal ini maka semua yang kita miliki, akan kita pergunakan hanya untuk hormat kemuliaan Tuhan. Sebab harta kita yang sesungguhnya bukan di dunia ini, tetapi di Kerajaan sorga.

Kiranya kebenaran ini semakin membuat kita menyadari bagaimana kita haru mempersiapkan keamanan hidup kita di kekekalan nanti. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga : Akhir Perjalanan Kehidupan Di Dunia

Renungan oleh Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2017 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: , ,

Related For KEAMANAN HIDUP DI KEKEKALAN