KEKUATIRAN MENGHADAPI HARI ESOK

RENUNGAN MINGGU 2316 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Minggu – Kekuatiran Menghadapi Hari Esok. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan Minggu kita saat ini adalah; Kekuatiran Menghadapi Hari Esok.

Saudaraku, setiap orang pasti pernah berpikir tentang masa depannya. Seringkali kita berpikir untuk bisa memiliki masa depan yang baik, yang sukses, yang berhasil. Namun tidak jarang kita juga seringkali merasa kuatir dan takut bila berpikir tentang masa depan.

Rasa kuatir dan takut itulah yang seringkali membuat kita berpikir sepertinya, ada sesuatu yang mengancam masa depan kita. Apakah benar seperti itu?. Kalau kita mau melihat keadaan hidup ini dengan jujur maka kenyataannya ancaman itu ada, walaupun dalam takaran yang berbeda, namun tetap ada. Namun demikian, dalam perjalanan hidup yang kita jalani, kita bisa mengatasi dan melewati semua yang menjadi kekuatiran kita tersebut.

Mari kita melihat dan merenung kembali, apa saja masalah hidup yang membuat kita menjadi kuatir selama ini, dan ternyata kita bisa melewatinya. Mari kita melihat apa yang firman Tuhan katakan di dalam;

I Korintus  10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Dalam kebenaran firman Tuhan ini dikatakan “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia.”

Disini kita perhatikan, firman Tuhan tidak katakan, tidak melebihi kekuatan anak-anak Tuhan, tidak melebihi kekuatan orang percaya, tidak melebihi kekuatan orang kristen, tetapi yang firman Tuhan katakan adalah “tidak melebihi kekuatan manusia”, itu artinya terjadi untuk semua manusia pada umumnya. Sekarang yang perlu kita pahami adalah;

Pertama : kita harus memahami bahwa, semua manusia mengalami pencobaan yang biasa.

Bila demikian, kita tidak bisa mengharapkan, supaya kita tidak mengalami pencobaan yang biasa, kecuali kita bukan manusia. Jadi selama kita sadar bahwa kita ini manusia, maka kita pasti akan menghadapi pencobaan yang biasa.

Kedua : kita harus melihat bahwa pencobaan yang kita alami tidak melebihi kekuatan manusia. Ini artinya pencobaan itu pasti bisa kita tanggung, pasti bisa kita lewati.

Untuk memahami ayat ini dengan benar kita harus melihat bahwa, ayat ini muncul atau ditulis saat Rasul Paulus sedang berbicara tentang perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke tanah Kanaan.

Jadi kita tidak boleh tidak mengkaitkannya dengan hal itu. Oleh sebab itu untuk lebih jelasnya kita harus membaca (I Korintus 10 : 1 – 13). Dalam perjalanan itulah bangsa Israel menghadapi pencobaan, namun pencobaan yang tidak melebihi kekuatan.

Kekuatiran Menghadapi Hari Esok

Renungan Minggu : Kekuatiran Menghadapi Hari Esok | Renunganhariini.com

Kalau kita membaca, (I Korintus 10 : 13) selanjutnya, maka firman Tuhan katakan “Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya”.

Jadi walaupun ada pencobaan, tetapi Allah berjanji bahwa Ia akan memberi jalan keluar. Artinya kita pasti bisa menanggungnya atau bisa menghadapinya, atau bisa memikulnya.

Tapi, disini perlu di ingat bahwa ayat ini berbicara tentang, perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke tanah Kanaan. Jadi ayat ini tidak dapat diterapkan pada orang yang tidak sedang berada di perjalanan atau tidak sedang melakukan perjalanan.

Maksudnya bagaimana?. Pengertian penerapan dari ayat ini adalah, kalau orang Israel melakukan perjalanan dari Mesir ke Kanaan, maka kepada kita orang percaya yang harus dilihat adalah, perjalanan hidup kita dari dunia ini ke langit baru dan bumi yang baru.

Ada begitu banyak orang yang gagal memaknai ayat-ayat alkitab atau firman Tuhan, karena mereka tidak melihat konteksnya. Misalnya saat seorang hamba Tuhan berkata kepada seorang jemaat tentang persoalan yang sedang dihadapinya seperti ini; “tenang saja pak, atau ibu, pencobaan ini tidak akan melebihi kekuatan bapak atau ibu”.

Sesungguh seorang hamba Tuhan tidak boleh segampang itu untuk berkata demikian, karena kita harus melihat apakah orang tersebut sedang melakukan perjalanan atau tidak.

Kalau dikatakan “Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu” . Kita harus melihat Allah setianya kepada siapa?. Jelas disini, Allah setia kepada orang-orang yang sedang melakukan perjalanan.

Artinya kalau kepada orang percaya, maka orang percaya yang sedang berjuang, terus mengarahkan hidupnya, hanya untuk mencari Tuhan, dan tetap berjalan dalam pengharapan untuk menuju langit baru bumi baru .

Jadi kalau hal itu diterapkan kepada kita sebagai orang percaya, dimana kita mau serius meninggalkan dunia ini dan melakukan perjalanan menuju langit baru dan bumi yang baru, maka disitulah kita akan melihat kesetiaan Tuhan dalam menjaga, memelihara, dan memberi kekuatan serta jalan keluar saat kita menghadapi pencobaan.

Itulah kenapa kita harus menjadi anak-anak Tuhan yang cerdas dalam memaknai ayat kebenaran firman Tuhan. Sebab bila kita tidak cerdas, pada akhirnya kita akan salah didalam memaknai sebuah ayat firman Tuhan.

Inilah, yang saat ini banyak sekali terjadi di dalam kehidupan orang percaya. Walaupun setiap minggu ke gereja namun akibat dari pengajaran yang diterimanya salah, pada akhirnya akan salah juga di dalam memahami kebenaran firman Tuhan.

Kalau kita tidak belajar untuk mengerti akan kebenaran firman Tuhan dengan benar, maka kita akan menjadi manusia yang tidak memiliki hari esok, artinya kita tidak akan memiliki masa depan di dalam kekekalan.

Akan berbeda kalau kita belajar untuk mengerti setiap kebenaran firman Tuhan dengan benar, maka perjalanan hidup kita menuju hari esok di kekekalan nanti, adalah masa depan yang penuh harapan, dimana kita akan memiliki hari esok yang indah dan penuh dengan kemuliaan.

Masa depan atau hari esok bagi orang percaya harus dilihat, bukan tentang hari esok atau masa depan selama kita masih hidup di dunia ini. Sebab kalau hanya masa depan untuk kehidupan di dunia ini, maka kita harus kerjakan dengan penuh tanggung jawab.

Tetapi hal yang terutama adalah, kita harus tetap setia melakukan perjalanan kita, menuju langit baru dan bumi baru. Dan hal itu lebih berat perjuangannya, bila dibandingkan dengan hanya sekedar untuk mencapai masa depan atau hari esok untuk kehidupan di dunia ini.

Kalau kita gagal dalam perjalanan menuju langit baru dan bumi yang baru, maka hari esok atau masa depan kita akan penuh kebinasaan. Tetapi kalau kita setia tetap melakukan perjalanan menuju langit baru bumi baru dengan takut dan gentar maka hari esok atau masa depan kita akan penuh dengan kemuliaan.

Itulah sebabnya kita harus memiliki sebuah kesadaran yang terpenting, dimana kalau kita sadar bahwa kita ini adalah anak-anak dari, Allah yang Maha Agung, yang Maha suci, yang Maha kudus, yang Maha mulia, dan Dia adalah Allah yang memegang hari esok, maka sebenarnya kita sudah harus melabuhkan kehidupan kita hanya disitu saja.

Dengan demikian, kita tahu arah perjalanan hidup kita itu menuju kemana. Sebab tidak ada lagi kehidupan hari esok yang lebih baik dari kehidupan yang Allah rancangkan untuk setiap orang yang dengan setia mau mencari dan menemukan Dia, serta mengasihi Dia.

Kalau kita mengerti akan hal ini, maka kita tidak akan ragu untuk berkata “Tuhan adalah masa depanku.”

Orang-orang yang telah menjadikan Tuhan sebagai masa depan hidupnya, tidak akan membiarkaan diri mereka bersahabat serta terikat dengan dunia ini, sekalipun dunia menawarkan kesenangan serta kemewahan hidup. Sebab orang-orang seperti ini sadar benar bahwa, apa yang dunia tawarkan hanya memberinya masa depan atau hari esok yang penuh penderitaan dalam kegelapan abadi di kekekalan.

Jadi kalau saat ini kita tidak menjadikan Tuhan sebagai masa depan hidup kita, tidak benar-benar hidup di jalan Tuhan, tidak hidup melakukan kehendak Tuhan, tetapi hidup suka-suka diri kita sendiri, maka kita tidak layak bagi Tuhan. Artinya pada akhirnya Tuhan akan berkata “Aku tidak kenal engkau”.

Jika demikian maka saat ini, kita harus menyadari bahwa pilihan masa depan hidup kita hanya satu yaitu, Tuhan saja, dan bukan dunia ini dengan segala kesenangannya.

Kenapa firman Tuhan katakan “Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu” karena, saat kita menjadikan Allah sebagai satu-satunya masa depan hidup kita, maka kita akan tetap berada dalam kontrol Allah, ada terus dalam monitor Allah.

Kalau sekarang kita menjadikan Tuhan adalah satu-satunya masa depan hidup kita, maka semua kekuatiraan kita tentang masa depan sudah terjawab. Artinya kalau ada pencobaan maka seperti yang firman Tuhan katakan;

  • Itu pencobaan yang biasa
  • Tidak akan melebihi kekuatan kita
  • Tuhan pasti memberi jalan keluar sehingga kita bisa menanggungnya

Coba kita menengok ke belakang, sudah berapa banyak kita bisa melewati persoalan-persoalan hidup yang kita alami sampai saat ini. Kalau kita bercermin dari berbagai persoalan hidup yang sudah kita lewati, maka kita semakin tahu dan sadar bahwa Dia adalah Allah yang setia.

Lalu kalau kita melihat lagi ke depan, kita tahu pasti ada lagi pencobaan yang akan kita hadapi, tetapi belum tentu pencobaan itu akan lebih berat dari pencobaan, tantangan, atau masalah, yang sudah kita lewati.

Kalau pun pada akhirnya pencobaan yang akan kita hadapi ke depan nanti adalah pencobaan yang lebih berat, kita tetap percaya bahwa Allah akan tetap memberikan kekuatan dan jalan keluar supaya kita bisa menanggungnya dan bisa melewatinya.

Hal itu terjadi karena kita mau tetap setia melakukan perjalanan menuju langit baru dan bumi baru, sehingga suatu saat nanti perjalanan kita akan sampai pada tujuan akhirnya.

Saudaraku, yang Tuhan Yesus kasihi, mengerti akan kebenaran ini, seharusnya membuat kita tidak tertarik lagi dengan dunia ini, apapun bentuk kesenangan yang dunia tawarkan kita akan tetap pada prinsip hidup kita yaitu, Tuhanlah satu-satunya kesenanganku.

Matius 6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Ini artinya, bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, hanya mencari apa yang bisa menyenangkan mereka selama masih hidup di dunia ini, mulai dari makan, minum, dan pakai, sampai berbagai kesenangan dunia lainnya, tetapi hanya berhenti dampai disitu saja, sebab pelabuhan hidup terakhir mereka hanya dunia ini dengan segala kesenangannya.

Berbeda dengan kita sebagai orang percaya, dimana tujuan pelabuhan akhir kita adalah, langit baru dan bumi yang baru. Kita harus sadar bahwa Tuhan juga tahu kita memerlukan semuanya itu, makan, minum dan pakai, tempat tinggal dan yang lainnya, tetapi itu bukan tujuan utama dari perjalanan hidup kita.

Oleh sebab itu yang Tuhan mau adalah arah pandang kita, harus tetap tertuju pada langit baru dan bumi yang baru. Itu yang dimaksudkan “carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya” barulah pada akhirnya semua itu akan ditambahkan, dan yang ditambahkan itu adalah, fasilitas yang kita perlukan dalam perjalanan kita supaya bisa sampai ke pelabuhan terakhir yaitu, langit baru dan bumi yang baru.

Jadi jangan berpikir yang ditambahkan itu adalah segala bentuk kesenangan hidup yang bisa kita nikmati di dunia ini. Karena bila yang ditambahkan adalah hal-hal yang berkaitan dengan kesenangan hidup dunia, maka pada akhirnya kita akan terikat dengan dunia, dan itu akan membuat perjalanan kita tidak akan bisa mencapai garis akhir yaitu langit baru dan bumi yang baru.

Kalau kita melihat (Matius 6:34) Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa hari esok itu pasti ada masalah, tetapi tidak perlu dipikirkan. Kenapa?, karena apapun masalah yang akan kita hadapi di hari esok, kita akan tetap percaya bahwa, itu hanya pencobaan biasa, tidak akan melebihi kekuatan kita dan pasti ada jalan keluar.

Kiranya kebenaran ini semakin membuat kita tetap setia dalam dalam mengiring Tuhan, dan terus melakukan perjalanan hidup kita sampai pada garis akhir, dimana kita akan menerima kemuliaan kekal yang telah disediakan oleh Allah Bapa di sorga bagi orang-orang yang mengasihi Dia. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga : Keluar Dari Belenggu Kekayaan

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com     

tags: , ,

Related For KEKUATIRAN MENGHADAPI HARI ESOK