KETULUSAN HATI YANG MENGASIHI

RENUNGAN MINGGU 2522 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Minggu – Ketulusan Hati Yang Mengasihi. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan minggu kita saat ini adalah; Ketulusan Hati Yang Mengasihi.

Saudaraku, satu hal yang Allah inginkan adalah kita harus menjadi pribadi seperti yang Allah kehendaki. Dalam hal ini kita harus menjadi pribadi yang memiliki ketulusan hati yang mengasihi. Artinya ketulusan hati yang benar-benar penuh dengan kasih Allah, dan bukan ketulusan hati yang berpura-pura.

Kalau kita berkata kepada orang lain bahwa kita mengasihi mereka tetapi sebenarnya kasih itu tidak benar-benar tulus mengalir dari hati kita, maka sebenarnya itu adalah sebuah bentuk kebohongan yang terselubung yang telah kita lakukan. Kebohongan yang terselubung ini sama dengan ketidaktulusan.

Kalau kita masih memiliki kepribadian yang selalu melakukan kebohongan yang terselubung, atau sama dengan memiliki sikap hati yang tidak benar-benar tulus, tetapi kita tidak pernah mempersoalkan akan hal itu, atau bahkan tidak pernah mau menyadarinya, maka hal itu menunjukkan bahwa manusia batiniah kita mulai rusak.

Firman Tuhan mengajarkan kita supaya kita benar-benar memiliki kasih yang tulus. Sebagaimana kita mengasihi diri kita sendiri, maka kasih seperti itulah yang harus kita nyatakan juga kepada orang lain. Kasih yang tulus dan bukan berpura-pura, atau memiliki unsur ketulusan yang palsu atau sama dengan kebohongan terselubung.

Orang percaya yang tidak memiliki sikap hati yang benar-benar tulus seperti yang Allah kehendaki, maka sesungguhnya mereka tidak sadar bahwa mereka juga tidak mengasihi diri mereka sendiri. Sebab firman Tuhan katakan, kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Jadi kalau kita tidak memiliki ketulusan hati yang penuh dengan kasih yang tulus, sama seperti kasih Allah kepada kita, maka sesungguhnya kita tidak mengasihi diri kita sendiri, atau kita hidup tetapi terus menerus membohongi diri kita sendiri. Hal ini sama dengan kita sedang hidup dalam ketidakbenaran atau hidup dalam kepalsuan.

Tuhan mau supaya kita hidup dalam kebenaran-Nya, memiliki hati yang penuh dengan kasih yang benar-benar tulus. Dan orang percaya yang memiliki hati yang penuh dengan kasih yang tulus adalah orang percaya yang benar-benar rindu menjadi anak-anak Allah, sebab Allah itu adalah kasih.

Saudaraku, kita harus tetap ingat bahwa, Tuhan menghendaki supaya kita hidup dalam kebenaran-Nya, yaitu kebenaran yang mutlak, kebenaran yang penuh, sebab Ia adalah kebenaran.

Ketulusan Hati Yang Mengasihi

Renungan Minggu : Ketulusan Hati Yang Mengasihi | Renunganhariini.com

Orang-orang percaya yang tidak mau hidup dalam kebenaran seperti yang Allah kehendaki, mereka bukan anak-anak Allah, sebaliknya mereka adalah anak-anak iblis, sebab iblis adalah pendusta.

Sejak semula iblis selalu menggunakan kebenaran-kebenaran semu dengan tujuan yaitu untuk menyesatkan manusia, dan pada akhirnya manusia tersesat dan mengikuti cara berpikir dan pola tindaknya iblis. Inilah yang membuat manusia pertama yaitu Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa.

Pola pikir iblis dan perilakunya inilah yang saat ini menguasai hati dan pikiran manusia pada umumnya, sehingga manusia pun memiliki modus operandi yang sama seperti iblis dan melakukan hal yang sama terhadap sesama manusia. Dalam hal ini hidup dalam ketidaktulusan yang murni seperti yang Allah kehendaki.

Ingat saudaraku yang Allah mau apa yang kita katakan, itu selaras dengan ketulusan hati kita yang murni yang penuh dengan kasih Allah. Firman Tuhan katakan di dalam;

Matius 5:37

5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Ayat firman Tuhan ini sebenarnya bukan hanya berbicara tentang kejujuran sebuah ucapan yang keluar dari mulut kita, tetapi lebih dari itu juga menunjuk kepada ketulusan hati dalam sikap hidup kita. Itulah kenapa dalam ayat firman Tuhan yang lain dikatakan;

Matius  15:18

15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.

Jadi kalau kita tidak melatih diri kita untuk hidup dalam ketulusan hati yang memiliki kasih Allah, maka sesungguhnya kita sedang menjerumuskan diri kita sendiri untuk hidup dalam ketidakbenaran, dan hal ini sama dengan hidup dalam dosa.

Oleh sebab itu kita harus menyadari akan hal ini mulai sekarang, sebab dosa akan membuahkan kebinasaan. Firman Tuhan katakan upah dosa adalah maut. Kalau kita mau melatih diri kita untuk hidup dalam ketulusan hati yang penuh dengan kasih Allah, maka hal itu sama dengan kita mau terus belajar untuk hidup dalam kebenaran Allah.

Rasul Paulus menuliskan sebuah pernyataan tentang suara hati yang murni dalam hubungan dengan sesama manusia, dan itu di tulis di dalam;

2 Korintus 1:12

1:12 Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah.

Ayat firman Tuhan ini sesungguhnya adalah sebuah nasihat bagi kita semua, bagaimana kita harus membangun hubungan dalam pergaulan dengan sesama, supaya hidup kita benar-benar dikuasai oleh kebenaran yaitu ketulusan hati yang mengasihi sesama. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.

Baca juga : Menjaga Kesucian Dan Kekudusan Hidup

Renungan oleh Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2017 – Original Content | Renunganhariini.com     

 

tags: , ,

Related For KETULUSAN HATI YANG MENGASIHI