MENGUASAI PIKIRAN SUPAYA TIDAK SESAT

RENUNGAN MINGGU 1980 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Minggu – Menguasai Pikiran Supaya Tidak Sesat. Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita minggu ini adalah; Menguasai Pikiran Supaya Tidak Sesat.

Saudaraku, satu hal yang harus benar-benar diperhatikan dengan serius dalam hidup kita sebagai orang percaya adalah, kita harus selalu berusaha untuk menguasai seluruh gerak pikiran kita di setiap detik waktu hidup yang kita jalani.

Sebab setiap gerak pikiran yang salah akan memberi dampak bagi kehidupan kita, dalam hal ini pasti berlaku hukum tabur tuai. Gerak pikiran yang salah, akan membuat setiap tindakan kita juga salah. Itulah kenapa firman Tuhan ingatkan kita supaya kita jangan sesat.

Galatia 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Kalau dikatakan “jangan sesat” maka kita harus mengerti apa itu sesat. Sesat dapat diartikan; keluar dari jalur yang benar. Jangan sesat yang dimaksudkan dalam ayat di atas adalah, jangan kita keluar dari jalur yang benar, jangan kita tertipu atau jangan kita menipu diri kita sendiri.

Kalau gerak pikiran kita salah, maka hal itu sama dengan kita telah keluar dari jalur pikiran yang benar, sama juga dengan kita telah tertipu oleh gerak pikiran kita yang salah, atau sama dengan kita telah minipu diri kita sendiri dengan cara berpikir yang salah, dan tentu akan berdampak pada setiap tindakan kita, juga menjadi salah.

Itulah kenapa dikatakan jangan sesat. Sebelumnya sudah saya katakan tadi, kita harus berusaha untuk menguasai seluruh garak pikiran kita, maksudnya supaya seluruh gerak pikiran kita tidak keluar dari jalur pikiran yang benar, agar kita tidak tersesat.

Gerak pikiran kita yang salah merupakan potensi penyesatan yang besar dalam hidup kita, oleh sebab itu kita harus mewaspadai gerak pikiran kita setiap saat, bahkan setiap detik.

Supaya kita tidak mudah tersesat, maka kita harus belajar untuk mengerti dan memahami dengan benar akan kebenaran firman Tuhan secara terus menerus, supaya kita bisa mengalami pembaharuan pikiran, dan itulah yang firman Tuhan maksudkan di dalam;

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Tadi saya katakan bahwa setiap gerak pikiran yang salah akan berdampak pada setiap tindakan kita, yang juga menjadi salah. Dan ini seperti hukum tabur tuai, artinya kalau kita menabur kesalahan, maka yang akan kita tuai juga adalah dampak dari kesalahan yang kita tabur.

Menguasai Pikiran Supaya Tidak Sesat

Renungan Minggu : Menguasai Pikiran Supaya Tidak Sesat | Renunganhariini.com

Jadi lebih jelasnya kita harus mengerti bahwa hukum tabur tuai itu adalah, segala sesuatu atau apapun yang kita perbuat, selalu memiliki dampak atau akibat dari perbuatan itu. Ada dua hal penting yang menjadi dasar dari hal ini atau dari hukum tabur tuai ini yaitu;

Pertama : Kehendak bebas yang diberikan Allah kepada manusia. Untuk hal yang satu ini, Allah sendiri sangat konsekuen dengan kehendak bebas yang Ia berikan kepada manusia, sebab Allah tidak pernah melakukan intervensi apapun terhadap setiap tindakan manusia.

Hal itu bisa dilihat, dimana Allah menempatkan pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat di tenagh-tengah taman Eden. Dan pada akhirnya manusia mengambil keputusan sendiri sesuai dengan apa yang dipikirkan. Itu artinya, disini kita bisa melihat bahwa, manusia menentukan nasibnya sendiri, atau nasib manusia itu ada ditangannya sendiri.

Kedua : Allah adalah Allah yang adil. Karena Allah adalah Allah yang adil, maka ia menuntut pertanggung jawaban atas setiap perbuatan yang manusia lakukan sesuai dengan keadilan-Nya.

Disinilah, setiap kita sebagai orang percaya harus menyadari bahwa, saat menjalankan hidup ini, kita selalu ada dibawa bayang-bayang keadilan Allah. Itulah kenapa Allah Bapa di sorga memberikan Tuhan Yesus menjadi tebusan, lewat pengorbanan-Nya diatas kayu salib untuk memenuhi hukup keadilan itu.

Oleh sebab itu, kita harus selalu sadar bahwa setiap pelanggaran akan mendatangkan hukuman, hal itu sama dengan apa yang firman katakan bahwa, upah dosa adalah maut. Artinya setiap manusia yang berdosa tetap akan menerima ganjaran, akibat dari dosa yang ia lakukan, dan itu adalah maut.

Karena kasih Allah Bapa yang begitu besar, maka ganjaran itu telah ditanggung oleh Tuhan Yesus, dan semua pengorbanan Tuhan Yesus itulah yang menggenapi tuntutan keadilan Allah, dan apa yang sudah Tuhan Yesus lakukan itu memuaskan dan menyenangkan hati Bapa di sorga.

Tetapi yang perlu di ingat adalah, pengorbanan yang sudah Tuhan Yesus kerjakan, menuntut kita supaya jangan lagi hidup di dalam dosa. Apa yang sudah Tuhan Yesus lakukan, menuntut kita supaya terus mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, dan menghargai kasih karunia yang telah Allah Bapa berikan. Sebab semua pengorbanan Tuhan Yesus, bukan berarti meniadakan hukum tabur tuai. Mari kita lihat apa yang firman Tuhan katakan di dalam;

Roma 14:12 Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.

Disini kita bisa mengerti bahwa, setiap manusia bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Setiap orang akan menuai dari apa yang ia perbuat, selama ia masih hidup di dunia ini.

Dengan demikian jelas juga bagi kita, kalau konsep takdir seperti yang sering kita dengar di dalam pergaulan hidup setiap hari, itu sama sekali tidak berlaku dalam hidup kekristenan, sebab konsep takdir bukanlah konsep Alkitab, bahkan hal itu bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan.

Jika kita mengerti akan kebenaran ini, maka kita harus sadar bahwa selama hidup di dunia ini, betapa kita harus memperhatikan dengan benar setiap gerak pikiran kita, supaya apa yang kita pikirkan, apa yang kita perbuat, semuanya itu sesuai dengan pikiran Tuhan, sesuai dengan apa yang Allah Bapa kehendaki, supaya tuaian yang akan kita tuai nanti adalah tuaian yang membawa kita kepada kenikmatan hidup yang penuh dengan kemuliaan di kekekalan.

2 Korintus 5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Oleh sebab itu, kita tidak boleh bermain-main dengan hidup ini. Kita tidak boleh menjadikan hidup di dunia ini sebagai panggung sandiwara. Hidup ini harus di jalani dengan penuh tanggung jawab, sebab Allah tidak dapat dipermainkan. Allah tetaplah Allah yang adil, yang akan menghakimi setiap orang tanpa memandang muka, dan itu akan dilakukan sesuai dengan keadilan-Nya.

Kalau kita menjadi orang bebal, artinya menjadi orang yang masa bodoh dengan hidup yang kita jalani, maka suatu saat nanti dibalik kematian, kita akan menuai dari cara hidup kita yang masa bodoh, dan tuaian-nya adalah kebinasaan kekal, dan saat itu tidak ada lagi waktu untuk menyesal, sebab penyesalan di saat itu tidak dapat lagi membatalkan putusan Allah sesuai keadilan-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Baca juga : Hidup Bukan Hanya Satu Kali

Artikel by Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2016 – Original Content | Renunganhariini.com

tags: ,

Related For MENGUASAI PIKIRAN SUPAYA TIDAK SESAT