MENYEMBAH TUHAN DENGAN BENAR

RENUNGAN MINGGU 1491 Kali Dibaca

Renunganhariini.com : Renungan Minggu – Menyembah Tuhan Dengan Benar. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Renungan kita saat ini berjudul; Menyembah Tuhan Dengan Benar.

Saudaraku, yang menjadi pertanyaan bagi kita pribadi lepas pribadi adalah, sudahkah kita menyembah Tuhan dengan benar?. Sebagai orang percaya apakah hanya cukup dengan beribadah setiap hari minggu di gereja, lalu kita merasa bahwa kita sudah menyembah Tuhan dengan benar?.

Kalau kita mau jujur memeriksa seluruh keadaan hidup kita, maka sesungguhnya kita belum menyembah Tuhan dengan benar selama ini. Sebab menyembah Tuhan dengan benar itu, artinya kita harus memberi nilai tinggi Tuhan.

Kata menyembah itu sendiri dalam bahasa Yunani adalah “proskuneo” (προσκυνέω). Arti sempit dari kata proskuneo ini adalah “tunduk” dan dalam arti luasnya adalah memberi nilai tinggi. Hal ini sama juga dengan memberi hormat, atau mencium tangan.

Ini artinya kalau seseorang menyembah kepada suatu objek, maka ia harus memberi nilai tinggi kepada objek tersebut. Jika objek tersebut adalah merupakan suatu pribadi, maka ia harus memberi nilai tinggi kepada pribadi yang disembahnya itu, atau memberi hormat kepada pribadi tersebut, dan bisa juga sebagai tanda rasa hormatnya kepada pribadi tersebut maka ia mencium tangan pribadi tersebut.

Jadi bila kita berkata kita menyembah Tuhan, itu artinya kita harus memberi nilai tinggi kepada Tuhan, memberi hormat kepada Tuhan. Tetapi ini masih abstrak, sebab memberi nilai tinggi dan hormat kepada Tuhan itu harus terlihat jelas. Hadir di gereja setiap hari minggu, itu belum bisa menjadi ukuran bahwa kita sudah memberi nilai tinggi atau hormat kepada Tuhan.

Kenapa demikian?. Karena ada begitu banyak orang percaya yang datang ke gereja bukan dengan tujuan satu-satunya untuk menyembah Tuhan, tetapi banyak orang datang ke gereja karena mereka ingin supaya Tuhan menolong mereka, menyelesaikan berbagai persoalan hidup mereka. Dan ada juga yang hadir di gereja dengan tujuan supaya setiap pekerjaan, bisnis, usaha, hidup rumah tangga mereka diberkati oleh Tuhan.

Kata menyembah ini bisa kita lihat di dalam (lukas 4:7 – 8)  dimana Tuhan Yesus saat itu dicobai oleh iblis, dan saat itu iblis menunjukan semua keindahan dunia yang ada pada Tuhan Yesus, dan iblis katakan akan memberikan semuanya itu kepada-Nya, kalau Tuhan Yesus mau menyembah dia.

Lukas 4:7 Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.” 4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Dari kebenaran ini, ada sebuah indikasi yang dapat kita tangkap yaitu, orang yang kaya itu tidak selamanya karena diberkati oleh Tuhan, sebab iblis pun bisa memberikan kekayaan kepada siapa saja yang mau menyembah dia. Itulah kenapa iblis pun menawarkan hal tersebut kepada Tuhan Yesus. Tetapi Tuhan Yesus sama sekali tidak  tertarik atau tergiur dengan tawaran iblis.

Bagi orang-orang yang saat ini hidup dalam kelimpahan harta dan kemewahan, dan itu membuat mereka tidak hidup takut akan Tuhan, tidak tunduk dalam kedaulatan Allah sebagai pemilik hidup ini, maka hal itu sama dengan kutuk. Sebab cara hidup seperti itu pada akhirnya dibalik kematian akan membuat mereka tidak dikenal oleh Tuhan.

Di dalam firman Tuhan yang sudah kita baca di atas kita bisa menangkap ada satu keinginan dari iblis yaitu supaya dihormati oleh Tuhan. Dan keinginan iblis tersebut seperti membuka kedoknya yang membuat kita bisa mengerti mengapa ia di buang keluar dari Sorga oleh Allah.

Menyembah Tuhan Yang Benar

Renungan Minggu : Menyembah Tuhan Yang Benar | Renunganhariini.com

Hal tersebut bisa kita lihat dalam kebenaran firman Tuhan seperti apa yang tertulis di dalam (Yesaya 14:12 – 14). Mari kita lihat firman Tuhan tersebut;

Yesaya 14:12 “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! 14:13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. 14:14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!

Jadi dari kebenaran ini kita bisa mengetahui bahwa iblis yang sebelumnya memiliki nama heyllel ben shachar (חַרל בֶּן־שָׁהֵילֵ). Itu adalah pribadi yang luar biasa sebelum ia dibuang ke bumi.

Mungkin yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah; kenapa ia dibuang ke bumi?. Karena ia memberontak kepada Allah yang Mahatinggi, dengan cara ia ingin menyamai yang Mahatinggi, padahal ia adalah makhluk ciptaan Allah, yang harus menghormati dan mentaati semua perintah Allah sebagai sang pencipta.

Dari kebenaran yang kita baca diatas, maka kita tahu dan mengerti bahwa iblis ingin untuk memiliki takhtanya sendiri yang mau disejajarkan dengan Allah. Ini artinya sebagai makhluk ciptaan ia tidak mau tunduk kepada Allah. Padahal makhluk ciptaan itu harus menempatkan diri secara benar, sebagai ciptaan yang harus tunduk dan hormat kepada Allah.

Itulah kenapa sebagai orang percaya kita harus memeriksa seluruh keberadaan hidup kita, apakah kita sudah benar-benar memberi nilai tinggi Tuhan, sudah benar-benar menghormati Tuhan sebagai Allah yang menciptakan kita atau belum?.

Sebab kalau kita masih hidup dipenuhi dengan keinginan diri sendiri dan kita masih sering berkata “aku ingin itu . . ., aku mau itu . . ., aku ingin ini . . ., aku mau ini . . .” Maka hal itu menunjukan bahwa kita masih mengenakan karakter iblis. Itu artinya kita masih memberontak kepada Tuhan dan Itu juga menunjukan bahwa kita belum sungguh-sungguh menyembah Tuhan.

Menyembah Tuhan atau memberi nilai tinggi Tuhan, menghormati Tuhan, itu berbicara tentang sikap hati atau batin kita. Jadi bukan sikap fisik atau sikap lahiriah. Kalau sikap hati atau batin kita benar-benar tunduk dalam penurutan akan kehendak Allah, maka secara otomatis akan terekspresi dari sikap fisik atau lahiriah, atau dengan kata lain terlihat jelas dari bahasa tubuh kita, bahwa kita sungguh-sungguh menghormati dan menghargai Tuhan.

Kalau hanya di lihat dari sikap fisik atau lahiriah saja tanpa melihat kepada sikap batiniah, maka hal itu tidak bisa menjadi jaminan bahwa kita telah tunduk sepenuhnya kepada Allah, sebab manusia pada umumnya sangat cakap dalam memanipulasi sebuah keadaan dengan bersikap munafik.

Kalau kita kembali kepada keinginan diri, maka disini akan muncul lagi pertanyaan, jika demikian apakah kita tidak boleh memiliki keinginan?.

Kalau harus dijawab denngan jujur, maka saya harus berkata “ya, kita tidak boleh lagi memiliki keinginan apapun di luar keinginan Tuhan.” Sebab apapun yang kita lakukan selama kita hidup di dunia ini, seharusnya bukan lagi keinginan diri sendiri, tetapi semua yang kita lakukan itu harus merupakan keinginan Allah. Dan itu sama dengan hidup melakukan kehendak Allah. Hal ini juga menunjukan bahwa kita hidup tunduk sepenuhnya dalam kedaulatan Allah.

Kita harus ingat bahwa saat kita ditebus oleh Tuhan Yesus dengan darah-Nya yang mahal, darah-Nya yang tidak bercacat dan tidak bernoda, maka segenap hidup kita ini bukan lagi milik kita, sebab hidup kita telah sepenuhnya menjadi milik Tuhan. Oleh sebab itu segenap hidup kita haruslah sepenuhnya digunakan hanya untuk memuliakan Tuhan.

I Korintus 6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Sikap hati kita yang memberi nilai tinggi Tuhan, menghormati Tuhan dengan benar, itu harus permanen. Sehingga hal itu akan terlihat jelas dari perkataan, tindakan, cara berpikir, sampai kepada seluruh perbuatan kita, harus menunjukan penghormatan kita kepada Tuhan. Atau dengan kata lain, kita menempatkan Tuhan pada tempat yang terutama, yang tertinggi, lebih dari apapun yang ada dalam kehidupan kita.

Kenapa demikian?. Karena hal ini sama dengan menyembah Tuhan. Jadi seluruh gerak hidup kita itu merupakan liturgi kehidupan yang harus menjadi nyanyian kehidupan, dan pujian kita kepada Tuhan. Inilah penyembahan kita yang benar kepada Tuhan.

Kalau hanya beribadah dua jam di gereja, memuji Tuhan dengan puji-pujian yang telah disusun dalam bentuk sebuah liturgi, hal itu belum sepenuhnya bisa mewakili sikap kita secara benar dalam menyembah Tuhan, sebab menyembah Tuhan yang benar itu bukan hanya dalam bentuk liturgi atau dengan berbahasa roh.

Sebagai orang percaya kita harus menyadari bahwa liturgi hidup kita adalah melakukan semua kehendak Allah Bapa di Sorga. Jadi kalau kita belum hidup sepenuhnya dalam melakukan semua kehendak Allah Bapa di Sorga, maka hal itu sama dengan kita belum hidup dalam penyembahan yang benar kepada Allah. Sama juga dengan kita belum sepenuhnya memberi nilai tinggi Tuhan dalam kehidupan kita.

Menyembah yang benar itu harus terlihat jelas dari perkataan kita, sikap hati kita, tindakan kita, gerak pikiran kita, dimana semuanya itu menunjukan kita memberi nilai tinggi Tuhan. Firman Tuhan katakan di dalam;

Yohanes  4 :24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Kita harus menyadari bahwa Allah itu Roh, Allah itu kudus, oleh sebab itu Allah tidak bisa menyatu dengan segala sesuatu yang tidak kudus. Jadi kalau kita tidak tinggal dalam kekudusan-Nya dalam seluruh gerak kehidupan kita, maka hal itu sama dengan kita tidak menghormati Allah, kita tidak menghargai Dia dengan benar, kita tidak memberi nilai tinggi Allah.

Dia adalah Allah yang Mahahadir, jadi di setiap gerak kehidupan ini, kita harus percaya bahwa Allah selalu ada bersama-sama dengan kita. Itulah kenapa seluruh gerak hidup kita harus menunjukan rasa hormat kita kepada Allah dengan melakukan segala sesuatu yang hanya merupakan keinginan-Nya, selera-Nya, kesukaan-Nya, supaya segenap hidup kita hanya untuk memuliakan Allah. Inilah yang dimaksud dengan menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.

Orang yang benar-benar percaya kepada Allah harus menyadari bahwa hidupnya sudah bukan miliknya lagi, sebab saat kita mengaku percaya kepada Allah maka hidup kita ini sama seperti tawanan Roh, dimana seluruh gerak hidup kita hanya untuk melakukan kehendak Allah. Itulah penyembahan yang benar, itulah hidup kekristenan yang benar dan berkenan kepada Allah.

Mengerti akan kebenaran ini, harus membuat kita sungguh-sungguh mengoreksi seluruh kehidupan kita, apakah kita sudah menyembah Tuhan dengan benar atau belum. Apakah kita sudah memberi nilai tinggi Tuhan atau belum, atau sebaliknya kita lebih sering melukai hati Tuhan dengan sikap kita, dengan perkataan kita, dengan tindakan kita, dengan perbuatan kita, dan dengan seluruh gerak pikiran kita yang salah.

Jika kita menemukan ada yang belum beres dalam hidup kita, dimana hidup kita belum menunjukan bahwa kita telah memberi nilai tinggi Tuhan, belum menghormati Tuhan secara pantas, maka kita harus bertobat. Kita harus kembali kepada Allah sebelum terlambat. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.

Baca Juga : Neraka Bukan Hanya Penjara Abadi

Renungan oleh Pdt.Franky Tutuhatunewa | Copyright © 2017 – Original Content | Renunganhariini.com   

tags: , ,

Related For MENYEMBAH TUHAN DENGAN BENAR